BUNGA DIATAS HATI YANG LUKA

BUNGA DIATAS HATI YANG LUKA
PELUANG


__ADS_3

Keenan bangun dengan wajah kusut karena sudah beberapa hari ini dia tidak bisa tidur dengan nyenyak.


Sudah sejauh ini dia melangkah, apakah dia harus mundur lagi. Pertanyaan itulah yang terus menganggu pikirannya sepanjang malam.


Meski Keenan sudah menemukan keberadaan anak dan mantan istrinya namun hal yang terjadi selanjutnya sama sekali tak pernah dia perkirakan sebelumnya.


Suatu fakta yang sama sekali tak pernah dia prediksikan ataupun dia pikirkan membuat dirinya semakin kacau.


Kenyataan bahwa sang anak yang langsung menolaknya dengan lugas pada pertemuan pertama serta fakta bahwa Siska kehilangan ingatan masa lalunya membuatnya tak bisa berkutik untuk sementara waktu.


Otaknya seakan tak bisa lagi dia gunakan untuk berpikir dengan jernih. Salah melangkah, maka dampak yang akan dia timbulkan akan sangat fatal.


Kemungkinan terburuknya adalah dia akan kehilangan anak semata wayangnya dan tak mungkin bisa bertemu lagi dengan Siska untuk selama – lamanya.


Keenan yang takut salah mengambil keputusan, mengambil inisiatif untuk mendiskusikan semua permasalahan yang terjadi tersebut dengan keluarga dan sahabatnya.


Dia sangat berharap kedua orang tuanya dan Devian bisa memberikan saran yang tepat agar dia bisa segera mengambil keputusan yang bijak dan tak melukai siapapun.


Keenan tak ingin membuang waktu lebih lama lagi dan meninggalkan perusahaannya yang baru saja bangkit setelah beberapa tahun terpuruk hanya demi memuaskan egonya semata.


Bagus Aji dan Rosalie terdiam cukup lama waktu mendengar semua cerita Keenan tentang kondisi Siska saat ini.


“ Apakah kamu masih ingin bertemu dengan Siska meski nantinya dia tak akan mengenalmu ?....”, Rosalie bertanya untuk kesekian kalinya kepada sang putra setelah terdiam cukup lama.


“ Aku sangat merindukannya….”, ucap Keenan lemah.


Rosalie cukup mengerti akan perasaan putra semata wayangnya itu. Dengan lembut dan penuh kasih sayang diapun berusaha untuk memberikan nasehat kepada Keenan dengan harapan semuanya bisa berjalan dengan baik.

__ADS_1


“ Mami tahu ketakutanmu saat ini. Tapi, kamu juga tak bisa stay disana tanpa berbuat apapun…..”, ucap Rosalie dengan suara lembut.


Rosalie terlihat mendesah pelan sebelum dia kembali berkata kepada anak semata wayangnya tersebut.


“ Bagaimana jika pertemuan kalian dibuat seolah – olah bertemu dengan tak sengaja. Bukankah hal itu akan lebih baik daripada kamu bertamu ke kediaman mereka….”, Rosalie berusaha untuk memberi solusi terbaik buat anaknya.


Mendengar ucapan sang mami, otak Keenan pun mulai bekerja kembali. Satu harapan mulai tumbuh kembali didalam hatinya.


“ Terimaksih mi….aku akan diskusikan hal ini dengan Alexander….”, ucap Keenan bersemangat.


Rosalie yang melihat anaknya kembali bersemangat tersenyum bahagia. Diapun mendoakan semoga semua usaha anaknya tersebut akan menuai hasil sesuai harapan.


Dengan penuh semangat, Keenan segera menghubungi Alexander untuk menyampaikan maksud hatinya.


Mendengar Alexander menyambut dengan tangan terbuka atas keingginannya, Keenan pun tersenyum bahagia.


Keenan sangat berharap kondisi Siska dalam keadaan stabil sehingga dia bisa secepatnya bertemu dengan mantan istrinya tersebut beserta sang anak karena dia harus segera kembali ketanah air.


Rafelio yang kebetulan datang kekantor Alexander dan mendengar semua pembicaraan yang dady nya lakukan langsung masuk dan menegur dady nya.


“ Kenapa dady dengan mudahnya menyetujui permintaan lelaki itu !!!!....”, teriak Rafelio tak senang.


Alexander yang mendengar teriakan kekecewaan dari putra sulungnya tersebut hanya tersenyum simpul.


Melihat tatapan tajam yang diberikan Rafelio kepadanya,  sambil terkekeh Alexander berjalan mendekati anaknya.


“ Hey boy…dia itu ayah kandungmu. Jangan terlalu kasar…... Setidaknya beri dia kesempatan satu kali saja untuk menebus kesalahannya….”, ucap Alexander lembut.

__ADS_1


“ Tidak…aku tak akan pernah menganggapnya ayahku meski darahnya mengalir di tubuhku….”, ucap Rafelio ketus.


Melihat kekeras kepalaan sang anak, dengan sabar Alexanderpun memberikan pengertian kepada bocah lelaki kecil tersebut dengan harapan hatinya bisa sedikit luluh.


Meski Rafelio menolak, namun dady nya sudah mengambil keputusan. Hal tersebut berarti sekeras apapun dia mencoba untuk mengubahnya, hal itu sama sekali tak akan berhasil.


“ Baiklah….”, ucap Rafelio datar.


“ Tapi, jika sampai terjadi sesuatu dengan mommy…sampai kapanpun aku tak akan pernah memaafkannya….”, ucap Rafelio tajam.


Dengan wajah tegang dan kedua tangan terkepal, Rafelio segera meninggalkan ruang kerja sang dady dengan penuh amarah.


Dia masih tak habis pikir bagaimana dady nya dengan begitu mudahnya memberikan lelaki tersebut kesempatan untuk bertemu momy nya.


Alexander yang melihat Rafelio keluar dari ruangannya dengan wajah penuh amarah hanya bisa menghela nafas panjang.


Meski keputusannya tersebut cukup beresiko, tapi dia juga kasihan terhadap rivalnya tersebut.


Setidaknya, Keenan bisa kembali ke tanah air dengan tenang setelah bertemu dengan mantan istrinya tersebut meski kemungkinan besar Siska tak akan mengenalinya.


Setelah menghubungi assistennya dirumah, Alexander pun memutuskan untuk mempertemukan mereka di sebuah supermarket perlengkapan bayi yang tak jauh dari rumah sakit tempat Siska biasanya kontrol kehamilan.


Keenan yang mendengar kabar tersebut tentu saja merasa sangat bahagia. Setidaknya, tiga hari lagi dia bisa bertemu dengan wanita yang sangat dicintainya tersebut.


Kabar gembira tersebut tentunya langsung dia beritahukan kepada kedua orang tuanya yang langsung menyambutnya dengan penuh kebahagiaan.


Keduanya mendoakan semoga pada saat pertemuan nanti tidak ada hal buruk yang terjadi sehingga nantinya putra semata wayangnya tersebut bisa pulang ketanah air dengan hati tenang.

__ADS_1


__ADS_2