BUNGA DIATAS HATI YANG LUKA

BUNGA DIATAS HATI YANG LUKA
MELIHAT DARI JAUH


__ADS_3

Setelah tiga bulan lamanya melakukan pencarian, akhirnya Keenan berhasil mendapatkan titik terang mengenai keberadaan Siska dan anaknya dari salah satu detektif swasta yang disewanya.


Meski senang namun ada sedikit rasa kecewa dalam hatinya waktu menyadari fakta bahwa mantan istrinya itu telah menikah dengan orang lain.


Dan orang itu tak lain adalah Alexander yang selama ini selalu berada disamping mantan istrinya tersebut dalam situasi apapun.


Dari informasi yang didapatkan, keluarga kecil mereka hidup rukun dan bahagia. Bahkan sekarang Siska tengah hamil besar, menantikan kelahiran buah cinta mereka.


" Kenapa bukan aku yang berada diposisi ini....", batin Keenan sedih.


Kesedihan di hati Keenan perlahan menghilang begitu melihat foto sang anak yang dia ketahui bernama Rafelio Alexander yang saat ini sudah berusia lima tahun.


Cukup lama Keenan memandang foto anaknya dengan perasaan bahagia. Perlahan jemarinya mengusap wajah sang anak yang mirip dengannya sewaktu masih kecil dengan senyum merekah diwajahnya.


Diapun segera memberikan kabar bahagia tersebut kepada kedua orang tuanya, terutama mengirimkan foto sang anak keponsel sang mami.


Roselia yang mendapatkan gambar diri cucu tersebut  langsung menghubungi sang anak untuk mendengar kabar selanjutnya.


“ Apa kamu sudah bertemu dengannya ?... Sekolah dimana cucuku ?...kelas berapa ?...ohhh, dia sangat tampan seperti dirimu…”, Rosalie terus saja berbicara tanpa henti menanyakan perihal cucunya.


Keenan yang berada dibalik telepon hanya bisa tersenyum menanggapi sang mami yang terlihat sangat antusias tersebut.


“ Belum mi…aku masih belum bertemu dengannya. Mungkin besok aku akan coba cari alamat rumahnya atau datangi sekolahnya. Jika sudah bertemu, nanti mami aku hubungi lagi….”, ucap Keenan lembut.


Meski sedikit kecewa, namun Rosalie juga sudah cukup bahagia karena pada akhirnya Keenan bisa mengetahui keberadaan sang putra dan mantan istrinya, Siska.


Karena selama percakapan Keenan sama sekali tak menyinggung nama Siska, hatinya pun mulai merasa tenang..


Kecurigaan Rosalie bukan tanpa alasan karena dia sangat tahu, jika Keenan sama sekali tak membahas mengenai mantan istrinya pasti ada sesuatu hal yang tak beres disana.


“ Lalu, bagaimana dengan Siska ?.....”, tanya Rosalie curiga.


Mendengar Keenan menghela nafas panjang beberapa kali, Rosalie hanya bisa memendam kesedihan dalam hatinya.


“ Siska sudah menikah dengan Alexander dan saat ini sedang menunggu lahirnya buah hati mereka….”, ucap Keenan sedih.


Meski terkejut namun Rosalie sudah bisa menduga jika pada akhirnya nanti Siska pasti akan bersanding dengan Alexander, lelaki yang setia mendampinginya selama ini.

__ADS_1


“ Jika Siska bahagia dengan Alexander, kamu coba untuk mengikhlaskannya. Meski berat, mami tahu kamu pasti bisa…..”, ucap Rosalie memberi semangat.


“ Sekarang yang kamu harus pikirkan adalah anakmu. Melihat jika kamu dan Siska adalah orang yang keras kepala. Aku takutnya Rafelio juga memiliki watak keras seperti kalian berdua. Jadi, nanti waktu bertemu dengan anakmu, coba bersikap lebih lunak dan dekat dengannya dulu jangan langsung memaksanya bagaimanapun dia menolakmu. Selama ini yang dia tahu Alexander adalah papanya. Diluar kenyataan jika dia memiliki papa kandung sendiri. Mami rasa kenyataan ini tak mudah dipahami untuk anak sekecil itu….. ”, ucap Rosalie panjang kali lebar.


Melihat jika Siska sudah menikah dengan Alexander maka secara otomatis dia akan menjadi papa Rafelio secara hukum.


Rosalie sangat paham mengenai keputusan yang diambil  mantan menantunya itu. Siska melakukan hal tersebut semua pasti demi Rafeliao agar bisa mendapatkan sosok ayah dalam pertumbuhannya.


Dan hal tersebut tentunya tak akan mudah bagi bocah lelaki kecil itu untuk bisa menerima begitu saja lelaki asing yang tiba – tiba muncul dan mengaku sebagai papa kandungnya.


Meski berat, Keenan juga harus bersabar akan hal tersebut. Jangan sampai karena kekeras kepalaannya dan keegoisan putranya, cucunya sampai membenci Keenan yang notabene adalah papa kandungnya.


Keenan terlihat mendengarkan semua nasehat yang diberikan maminya dengan seksama dan memikirkannya secara mendalam.


“ Benar kata mami, aku baru akan bertemu dengannya. Jangan sampai dia membenciku hingga aku harus kehilangan dirinya seperti aku kehilangan mamanya….”, batin Keenan sedih.


Keesokan harinya Keenan mulai mencari alamat rumah Siska. Karena posisinya yang berada dijantung kota maka dia tak terlalu kesulitan untuk mencari.


Cukup lama Keenan terdiam diseberang rumah mewah dengan pagar hitam menjulang tinggi keatas.


Seperti dugaan, Alexander benar – benar memperketat penjagaan rumahnya. Hal itu bisa terlihat dari beberapa orang pengawal yang terlihat mondar – mandir di teras atas rumah mereka.


Setelah menimbang – nimbang cukup lama, Keenan akhirnya memutuskan untuk melihat sang anak disekolahannya.


“ Tampaknya masih sempat kesana…..”, ucap Keenan sambil melirik jam yang ada dipergelangan tangannya.


Melihat pintu gerbang sekolah Rafelio sudah terbuka, Keenan buru -  buru menepikan mobilnya dan bergegas keluar.


Dia pun mulai mencari bocah kecil yang sama seperti yang ada dalam foto yang diterimanya dari detektif swasta yang dia pekerjakan.


“ Itu dia !!!….”, pekik Keenan dalam hati.


Dengan senyum mengembang Keenan berjalan mendekat kearah bocah yang diperkirakan adalah anaknya itu.


Begitu sudah dekat, pengasuh dan pengawal Rafelio langsung bergegas membawa bocah lelaki kecil tersebut masuk kedalam mobil.


“ Bahkan Rafelio juga dikawal seketat itu….”, batin Keenan sedih.

__ADS_1


Meski Keenan tahu selain sebagai pengusaha, Alexander juga memiliki bisnis bawah tanah yang keberadaannya sangat disegani.


Tapi dia sama sekali tak menyangka jika lelaki itu akan memberikan pengawalan ekstra ketat terhadap mantan istri dan anaknya, meski tujuannya untuk melindungi mereka namun bagi Keenan hal itu terlalu berlebihan.


Keenan tak tahu saja jika bukan hanya Alexander yang memiliki banyak musuh, namun Rafelio juga.


Sejak bocah kecil tersebut memutuskan untuk bergabung dengan dunia bawah tanah maka secara otomastis dia juga harus siap dengan konsekuensi yang timbul akibat misi yang diembannya itu.


“ Tuan muda, ada yang mengikuti mobil kita sejak dari sekolahan….”, ucap sang sopir sambil melihat kaca spion belakang.


“ Selama dia tidak bereaksi, biarkan saja…..”, ucap Rafelio datar.


Rafelio berkata tanpa sedikitpun mengalihkan perhatiannya dari ponsel yang ada ditangannya.


Keenan terus membuntuti mobil yang membawa anaknya pulang dari sekolah. Kali ini Rafelio tidak ada agenda diluar, jadi dia langsung kembali kerumah begitu pulang sekolah.


Sang supir memberi isyarat kepada penjaga depan pintu begitu melihat mobil Keenan terlihat parkir didepan.


“ Mobil yang sama….”, batin penjaga gerbang penuh kecurigaan.


Gerak – gerik Keenan yang mengawasi rumah Alexander tadi pagi tampaknya cukup mendapat perhatian dari para pengawal disana.


Dan sekarang mobil tersebut terlihat mengikuti tuan mudanya dan kembali parkir tak jauh dari kediaman, membuat semua penjaga mulai meningkatkan kewaspadaan.


Alexander yang mendapat kabar jika ada orang asing mengintai kediamannya hanya tersenyum sinis.


“ Jangan biarkan dia menemui Siska atau Rafelio. Jika ingin bertemu, suruh tunggu aku pulang kerja….”, perintah Alexander tegas.


Alexander terlihat memikirkan cara agar Keenan tak menemui anak dan istrinya sebelum bertemu dengannya.


Dia tak ingin kondisi Siska kembali memburuk begitu wanita itu bertemu dengan mantan suaminya itu.


Untuk Rafelio, sebenarnya dia tak terlalu khawatir karena bocah laki – laki itu pasti bisa menghadapi Keenan.


Apalagi Alexander tahu jika Rafelio sudah lama mengetahui jika dia bukanlah papa kandungnya.


Tapi, tampaknya hal tersebut tak terlalu dipermasalahkan oleh Rafelio yang terlihat sangat menyayangi dan menghormatinya.

__ADS_1


Bahkan hubungan keduanya sebagai papa dan anak semakin erat sejak Rafelio resmi turun untuk mengemban berbagai macam misi yang didapatkan oleh organisasi bawah tanahnya.


__ADS_2