
Sinar mentari pagi yang hangat perlahan mulai menyentuh kulit putih Siska yang terlihat masih memejamkan kedua matanya dengan selimut yang masih setia menutupi seluruh tubuhnya.
“ Bangun sayang….ayo minum dulu susunya….”, ucap Alexander lembut.
Melihat wanita cantik yang sudah lima tahun ini menjadi istrinya tersebut masih enggan untuk membuka kedua matanya, Alexanderpun mulai iseng dengan memberinya kecupan ringan di bibir berulang kali.
“ Hmmmm…..Xander….”, gumannya dengan suara serak.
Alexander yang mendengar suara serak dan sexy khas sang istri yang baru saja bangun tidur malah terpancing hasratnya untuk berbuat lebih.
Melihat kancing baju tidur sang istri yang sedikit terbuka, Alexander pun dengan nakal mulai membuka satu persatu kancing atas baju sang istri hingga apa yang selama ini menjadi benda favoritny tersembul keluar dan terlihat begitu indah.
“ A…apa yang kamu lakukan ?....”, ucap Siska terkejut.
Kedua matanya langsung terbuka lebar begitu melihat sang suami sudah sibuk di dadanya dan menghisap dengan kuat p******a Siska yang membesar tersebut dengan rakus.
Saat ini Alexander seperti bayi besar yang sedang kehausan, Siska yang ingin menghalau kegiatan pagi suaminya tersebut tak memiliki tenaga yang cukup karena nyawanya saja belum terkumpul dengan sempurna.
Alexander yang melihat istrinya menyerah untuk menjauhkan dirinya dari kegiatan favoritnya itu tersenyum penuh kemenangan.
Apalagi waktu Siska terlihat memejamkan kedua matanya sambil sesekali mendesah dan meremas pelan rambutnya membuat gairah lelaki tersebut bertambah besar.
Olah raga pagipun tak bisa lagi dihindari. Karena posisi Siska yang hamil besar membuat Alexander tak bisa leluasa bergerak, tapi hal tersebut sama sekali tak menganggu untuk keduanya mencapai kepuasan.
Baru saja Alexander selesai berpakaian dan hendak berjalan keluar untuk berangkat menuju kantor, teriakan kesakitan Siska mengurungkan langkahnya keluar kamar.
“ Kenapa sayang…bagian mana yang sakit ?....”, tanya Alexander cemas.
“ Sepertinya aku akan melahirkan…..”, ucap Siska sambil meringis kesakitan.
Mendengar ucapan sang istri, Alexander pun bergegas membantu sang istri untuk bangun dari tempat tidur dan segera turun untuk membawanya ke rumah sakit.
“ Siapkan mobil sekarang juga !!!!....”, perintah Alexander tajam.
Rafelio yang baru saja selesai sarapan bergegas berlari menghampiri sang mommy waktu melihat wanita yang melahirkannya tersebut berjalan sambil menahan sakit diperutnya.
“ Pelan – pelan sayang….”, ucap Alexander membantu sang istri untuk masuk kedalam mobil.
__ADS_1
Begitu semuanya sudah berada dalam mobil, sang supir segera melajukan kendaraan tersebut menuju rumah sakit.
Sepanjang jalan Siska meremas tangan sang suami dengan sangat kuat hingga berdarah, untuk meredakan rasa sakit yang ada.
Rafelio yang duduk di depan bersama sang supir terus berdoa dalam hati supaya rasa sakit yang dirasakan mommynya cepat menghilang karena dia tak tega melihat keadaan mommynya seperti itu.
Begitu tiba di ruamh sakit, Siska segera dilarikan ke ruang operasi diikuti oleh Alexander dan Rafelio yang masih setia berlari disisi brannkar hingga akhirnya langkah keduanya terhenti seiring ruang operasi yang tertutup.
Sambil menunggu ruang operasi terbuka, Alexander meruntuki kebodohannya yang tak bisa menahan hasratnya hingga sang istri kesakitan seperti itu.
Padahal mereka sudah menyiapkan tanggal kapan akan melakukan operasi sesar untuk sang istri, namun kini semua rencana yang telah disusun tersebut hancur berantakan karena ulahnya.
Setelah empat jam menunggu, akhirnya ruang operasi tersebut terbuka dan menampilkan seorang doker dan seorang perawat yang mengendong seorang bayi perempuan yang cantik.
“ Selamat tuan, bayi perempuan anda telah lahir dengan selamat tanpa kekurangan apapun. Begitu juga dengan istri anda dalam kondisi sehat dan sekarang tinggal menunggu kondisi pemulihan saja….”, ucap dokter tersebut tersenyum lebar.
“ Adik sangat cantik ya dad…..”, ucap Rafelio tersenyum bahagia.
“ ya…adikmu cantik seperti mommymu….”, ucap Alexander dengan perasaan yang membuncah penuh kebahagiaan.
Dia sangat bersyukur anak dan istrinya dalam kondisi baik – baik saja. Ketakutannya beberapa waktu terakhir tak terbukti hingga membuat Alexander terus memanjatkan rasa syukur tiada henti dalam hati.
“ Selamat datang kedunia Alexa….”, ucap Rafelio sambil mengecup kedua pipi gembul sang adik.
Keduanya menunggu sang mommy yang akan dipindahkan ke ruang rawat yang telah Alexander siapkan sebelumnya.
Sementara Alexa telah dibawa perawat pergi keruang khusus bayi untuk mendapatkan perawatan selanjutnya.
“ Bagaimana putri kita…cantik bukan ?....”, ucap Siska lemah.
“ Sangat cantik…seperti kamu….”, ucap Alexander sambil membelai pipi sang istri dengan tatapan hangat dan penuh cinta.
“ Adik sangat cantik dengan mata bulat seperti mommy….”, ucap Rafelio bersemangat.
“ Sayangi dan jaga adik baik – baik ya sayang…..”, ucap Siska sambil membelai lembut rambut putra sulungnya tersebut dengan tatapan hangat.
“ Tentu mommy…tanpa mommy minta, aku akan menjaga Alexa dengan segenap jiwa dan ragaku….”, ucap Rafelio bersungguh – sungguh.
__ADS_1
Siska dan Alexander tertawa bahagia melihat tekad kuat yang diperlihatkan putra sulung mereka saat ini.
Rafelio yang ditertawakan seperti itu oleh kedua orang tuanya memutar bola matanya dengan malas.
Dengan gerakan cepat, Rafelio naik keatas ranjang dan duduk diantara sang dady dan mommynya.
Alexander terlihat melotot tajam dengan ulah sang putra, namun dibalas juluran lidah oleh Rafelio yang tak suka dady nya tersebut terus menempel terhadap sang mommy.
“ Mommy perlu istirahat dad….”, ucap Rafelio sambil memeluk mommynya erat.
“ Istriku perlu istirahat, maka kamu juga harus pergi bersamaku sekarang….”, ucap Alexander berusaha untuk melepas pelukan Rafelio dari sang mommy.
Siska hanya bisa terkekeh melihat aksi lucu dua lelaki yang sangat disayanginya itu. ketiganya segera mengalihkan atensinya begitu pintu ruang rawat dibuka dengan kasar.
“ Kenapa tidak ada yang mengabari jika cucuku sudah lahir !!!....”, ucap Adelia sambil melotot tajam.
“ Mami…papi….”, ucap Alexander menyambut kedatangan kedua mertuanya yang terlihat memberikan tatapan kesal kepadanya.
“ Maaf mi…ternyata bayi cantikku ingin cepat melihat dunia sehingga keluar sebelum jadwal yang ada….”, ucap Siska sambil membentangkan kedua tangannya dengan lebar.
Melihat putri semata wayangnya baik – baik saja bahkan sudah bisa bercengkerama dengan suami dan anaknya membuat Adelia yang semula sangat panik waktu tiba dikediaman dan diberitahu jika Siska dibawa kerumah sakit untuk melahirkan merasa sangat lega.
Dia dan suaminya sengaja datang hari ini untuk membantu persiapan melahirkan sang putri yang direncakan akan dilakukan minggu depan.
“ Lalu, dimana cucuku sekarang ?....”, tanya Adelia sambil mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan mencari keberadaan bayi munggil tersebut.
“ Adik ada di ruang bayi nek…..”, ucap Rafelio menjelaskan.
Tanpa banyak kata, Rafelio segera menarik tangan Adelia dengan antusias dan membawanya ke ruang bayi dimana adiknya berada.
“ Itu adik…namanya Alexa. Bukankah dia sangat cantik nek….”, ucap Rafelio tersenyum lebar.
“ Diam sangat mirip dengan Siska ya pi….”, ucap Adelia dengan kedua mata berkaca – kaca.
Dia merasa sangat bahagia saat ini karena tak menyangka jika akan mendapatkan malaikat kecil yang cantik tersebut.
Setelah lahirnya Rafelio, Adelia tak menuntut apa – apa kepada sang putri. Bahkan dia sama sekali tak menyangka jika akan mendapatkan cucu lagi mengingat bagaimana perjuangan Siska untuk melahirkan putra pertamanya tersebut.
__ADS_1
Yang penuh dengan kesakitan dan air mata, sehingga hanya kebahagiaan yang Adelia harapkan dalam rumah tangga Siska dan Alexander.
“ Mami sangat bahagia pi….ternyata, mami tidak salah pilih. Alexander mampu mebuat putri kita bahagia dan sempurna seperti ini….”, ucap Adelia sambil menangis haru.