
Malam harinya Keenan menghubungi kedua orang tuanya dan menceritakan tentang pertemuannya dengan Siska dengan hati bahagia.
Meski mantan istrinya itu tak bisa mengingat tentang dirinya, namun melihat respon baik Siska terhadapnya membuat hati Keenan merasa hangat.
“ Rasanya aku tak ada penyesalan apapun sekarang mi, melihat dia hidup bahagia bersama keluarga kecilnya…. ”, ucap Keenan tulus.
“ Jadi, kapan kamu akan kembali ketanah air ?....”, tanya Rosalie penasaran.
“ Mungkin lusa aku akan balik, aku masih harus menemui Rafelio untuk terakhir kalinya. Kuharap dia mengijinkan aku untuk menghubunginya setelah kembali ketanah air. Setidakanya, aku bisa mendengar suara dan kabarnya meski tak bisa bersama dengannya….”, ucap Keenan sendu.
Rosalie sangat memahami bagaimana perasaan Keenan saat ini. Dia hanya bisa berharap, apapun hasilnya nanti, putranya itu bisa terus melangkah maju ke depan dan mencari kebahagiaannya sendiri.
Sementara itu ditempat lain, Siska yang sudah tertidur lebih awal dari pada biasanya terlihat beberapa kali mengigau dengan keringat bercucuran.
Setelah pertemuaannya dengan Keenan, entah kenapa hati Siska merasa tidak tenang. Dia merasa seperti telah melupakan sesuatu yang penting dalam hidupnya.
“ nggg….nggg….tidak….tidak…”, igau Siska dalam tidurnya.
Alexander yang kebetulan sedang berada didalam kamar untuk mengambil ponselnya yang sedang diisi daya terlihat beberapa kali mencoba untuk membangunkan sang istri dengan menepuk lembut kedua pipinya.
Namun Siska tak kunjung bangun dari mimpi buruknya dan terus meracau tak karuan dengan keringat dingin terus mengucur dari tubuhnya.
“ Mimpi apa dia sampai seperti ini ?....”, batin Alexander cemas.
Karena tepukannya sama sekali tak bisa membangunkan Siska, Alexander terpaksa mengambil segelas air minum yang ada diatas nakas dan menuangkannya ditangan sambil memercikan air tersebut kewajah sang istri agar terbangun.
Dipercikan kedua Siska perlahan mulai membuka kedua matanya dengan nafas tersenggal – senggal seperti habis dikejar sesuatu.
“ Xander….”, ucap Siska dengan kedua mata berkaca – kaca.
Diapun langsung menghambur kedalam pelukan sang sumi sambil menangis tersedu – sedu setelah mengalami mimpi yang sangat menyakitkan tersebut.
Meski dia tak terlalu jelas apa yang terjadi dalam mimpi itu, tapi dia merasa jika hatinya teramat sangat sakit.
Bahkan rasa sakit yang dia peroleh dalam mimpi sangat terasa jelas begitu dia membuka kedua matanya.
Alexander membiarkan sang istri menumpahkan segalanya lewat tangisan sambil mengusap lembut punggung Siska untuk menenangkannya.
Begitu tangis sang istri sudah reda, Alexander pun melepaskan pelukannya dan menghapus sisa air mata yang masih menetes di pipi.
“ Minumlah dulu agar tenang….”, ucap Alexander sambil menyodorkan segelas air putih kepada sang istri.
Siska yang tenggorokannya sangat kering setelah menangis dalam waktu cukup lama langsung menghabiskan air putih dalam gelas tersebut hingga habis tak bersisa.
__ADS_1
Melihat istrinya sudah kembali tenang, Alexander dengan lembut membelai wajah cantik Siska sambil bertanya “ Bagaimana perasaanmu sekarang ?...”.
“ Aku mengalmi mimpi buruk, tapi aku tak mengingat dengan jelas apa yang terjadi. Hanya saja, hatiku merasa sangat sakit….”, ucap Siska dengan kedua mata kembali berkaca – kaca.
Melihat sang istri kembali akan menangis, dengan cepat Alexander pun memeluk tubuh Siska dengan erat sambil beberapa kali memberi kecupan hangat di pucuk kepalanya.
“ Jika sangat menyakitkan…maka jangan diingat….”, ucap Alexander lembut.
“ Mungkin kamu terlalu strees saja menjelang persalinan….”, Alexander kembali berucap dengan nada lembut dan menenangkan.
Siska yang mendengar ucapan sang suami berusaha untuk membenarkan ucapannya dan mencoba untuk kembali tenang.
“ Ya…mungkin aku takut akan mengalami proses persalinan seperti Rafelio…”, ucap Siska lirih.
“ Bagaimana jika kita mengambil opsi operasi secar…itu akan mengurangi resiko dan kecemasan yang kamu rasakan. Selian itu, kamu bisa memilih tanggal lahir calon anak kita…. ”, ucap Alexander memberi solusi.
Siska terlihat memikirkan sejenak saran yang diberikan oleh sang suami. Meski dia masih ingin melahirkan normal, tapi jika kembali mengingat bagaimana sulitnya proses kelahiran Rafelio membuatnya mulai memikirkan opsi untuk melakukan operasi sesar tersebut.
“ Akan coba aku pertimbangakan….”, ucap Siska sedikit lega.
Melihat istrinya sudah mulai tenang, Alexanderpun pun membantu Siska untuk kembali tidur.
“ Tidurlah….”, ucap Alexander sambil ikut berbaring disamping sang istri dan memeluknya dengan erat.
Siska yang sangat suka dengan aroma tubuh sang suami, terutama saat hamil yang sekarang merasa sangat tenang.
“ Kuharap kali ini kamu bermimpi indah….”, guman Alexander sambil mengecup kening istrinya cukup lama sebelum dia juga ikut terlelap sambil memeluk sang istri.
Rafelio yang melihat mommy nya kembali tertidur pulas dalam dekapann sang dady perlahan menutup pintu kamar kedua orang tuanya dengan sangat pelan, takut suaranya dapat membuat keduanya bangun.
Hati Refelio merasa tak tenang melihat kondisi mommy nya sekarang. Pikirannya kembali menerawang tentang kejadian siang tadi.
FLASH BACK ON
Seperti biasa, sepulang sekolah Rafelio pasti mencari keberadaan sang mommy sebelum dia berganti pakaian dan makan siang.
Hatinya merasa gelisah waktu dia tak mendapati wanita yang melahirkan nya tersebut diseluruh rumah.
“ Tuan muda, nyonya dan tuan besar masih belum kembali dari rumah sakit. Tadi nyonya berpesan agar tuan muda makan terlebih dahulu tanpa menunggu mereka….”, ucap salah satu pelayan menyampaikan pesan Siska tadi pagi sebelum berangkat kerumah sakit untuk memeriksakan kandungannya.
Mendengar apa yang dikatakan oleh pelayannya tersebut, Rafeliopun berjalan menuju kedalam kamarnya bersama pengasuhnya dengan wajah lesu.
Setelah berganti pakaian, dia baru teringat jika hari ini mommy nya akan bertemu dengan ayah kandungnya, sesuai dengan permintaan lelaki tersebut.
__ADS_1
“ Sial !!!...kenapa aku bisa lupa hal sepenting ini !!!...”, batin Rafelio sambil menepuk jidatnya pelan.
Diapun bergegas turun dan ingin menyusul kedua orang tuanya ke rumah sakit dimana mommy nya biasa memeriksakan kandungannya.
Baru saja Rafelio tiba di depan garasi, dia melihat mobil kedua orang tuanya memasuki gerbang kediaman.
Siska yang melihat Rafelio menunggunya didepan rumah langsung turun dan memeluk hangat anak sulungnya tersebut.
“ Anak mommy sudah pulang….Rafelio sudah makan ?....”, tanya Siska dengan nada lembut dan hangat.
“ Belum…Rafelio menunggu mommy….”, ucap Rafelio manja.
“ Ya sudah…ayo kita makan sekarang….”, ucap Siska sambil membawa anaknya tersebut keruang makan.
Karena ada meeting penting, Alexander tak ikut makan siang bersama keluarganya dan hanya memberikan kecupan kepada anak dan istrinya sebelum kembali kekantor.
Sepanjang acara makan siang berlangsung, entah kenapa hati Rafelio merasa tak tenang melihat sang mommy.
Meski Siska tersenyum hangat dan bersikap seperti biasanya, entah kenapa Rafelio merasa jika mommy nya sedang gelisah.
Hanya saja, mommy nya tersebut bisa menutupi kegelisahan hatinya tersenyum dengan senyum manis yang selalu dia tunjukkan kepada sang buah hati.
“ Apa ini berkaitan dengan pertemuan mommy dengan lelaki itu ?....”, batin Rafelio cemas.
“ Jika sampai mommy kenapa – kenapa setelah ini, aku benar – benar tak akan pernah memaafkannya….”, batin Rafelio penuh amarah.
Keduanya makan dengan hangat sambil mengobrol ringan seperti biasanya. Rafelio juga tak menyinggung apapun karena melihat sang mommy sedikit kelelahan siang ini.
“ Mungkin nanti malam ketika sedang santai aku akan coba bertanya ke mommy….”, batin Rafelio bermonolog.
Namun karena harus menyelesaikan beberapa misi yang diberikan kepadanya, Rafelio pulang kerumah sudah sangat malam dan mommynya sudah tertidur.
“ Mungkin besok pagi saja aku berbicara dengan mommy….”, batin Rafelio sambil menghela nafas panjang.
Rafelio yang hendak pergi kekamarnya tanpa sengaja mendengar teriakan sang mommy, meski tak begitu keras tapi hal tersebut menarik perhatiannya.
Diapun berjalan mendekat kearah kamar orang tuanya, berlahan mendekat kearah pintu dan menempelkan telingganya, mencoba mencuri dengar apa yang terjadi didalam.
Rafelio yang terus mendengar mommy nya meracau dalam tidurnya dengan sang dady yang berusaha untuk membangunkannya akhirnya memutuskan untuk membuka sedikit pintu kamar dan mengintip apa yang terjadi didalam.
Meski sang dady dan mommy berpikir jika mimpi buruk tersebut karena Siska terlalu cemas dengan waktu persalinan yang tak akan lama dia dapatkan, namu Rafelio tak berpikir seperti itu.
Bocah kecil tersebut merasa jika ingatan sang mommy tampaknya berangsur mulai pulih, hanya saja wanita tersebut tak menyadari.
__ADS_1
“ Aku sudah menduga hal ini pasti kan terjadi jika mommy bertemu dengan lelaki itu !!!...”, batin rafelio penuh amarah.
FLASH BACK OFF