BUNGA DIATAS HATI YANG LUKA

BUNGA DIATAS HATI YANG LUKA
PRASANGKA


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam lamanya, akhirnya Siska dan Adrian sampai di bandara udara internasional kuala lumpur.


Setibanya di bandara, mereka dijemput langsung oleh Abdullah, selaku pimpinan proyek disana dan Farhan asistennya.


Tidak ingin terlalu banyak membuang waktu yang ada, Siska meminta agar segera langsung diantar ke proyek yang sedang berjalan tersebut.


Selama dalam perjalanan mereka mendiskusikan semua permasalah yang ada di proyek saat ini serta langkah - langkah apa yang sudah ditempuh untuk mengatasi permasalah tersebut.


Abdullah dan Frahan yang sama sekali tidak siap dengan beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh Siska dan Adrian di sepanjang perjalanan terlihat gugup dan terlihat berusaha untuk mengelak dari setiap pertanyaan yang diajukan kepadanya.


" Sebaiknya Ibu lihat dulu proyek yang ada baru kita bahas masalah selanjutnya " , ucap Abdullah mengelak.


Melihat kegugupan diwajah Abdullah dan Farhan membuat Siska segera memberi isyarat kepada Adrian lewat bola matanya.


" Tampaknya ada yang mencoba bermain - main denganku " , batin Siska geram.


Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam, akhirnya mereka berempat sampai di lokasi proyek yang dituju.


Proyek yang sudah berjalan sekitar enam puluh persen tersebut terlihat baik - baik saja dan tidak ada kendala berarti seperti yang dilaporkan.


" Sepertinya ada sesuatu yang salah disini... ", batin Adrian sambil mencoba berkomunikasi tanpa suara dengan Siska .


" Benar, aku juga merasakannya... ",batin Siska sambil melirik kearah Adrian.


" Tampaknya mereka hanya ingin membuat kita panik untuk sesaat, atau jangan - jangan ini hanya jebakan ", batin Adrian menatap tajam Siska.


Siska yang melihat ekspresi Adrian langsung menoleh dengan tatapan tajam dan mencoba untuk berpikir sejenak .


" Jika ini memang jebakan...lalu apa tujuan sebenarnya " , batin Siska penasaran.


Adrian yang paham akan kode yang diberikan sepupunya tersebut berusaha berjalan menjauh dari Abdullah dan Farhan.


Dirinya akan mencoba mencari tahu lewat karyawan yang berada disana, sedangkan Siska mengalihkan perhatian Abdullah dan Farhan agar fokus terhadapnya.


Setelah seharian Adrian dan Siska berada diproyek dan mendapatkan setitik jalan terang, merekapun bergegas untuk kembali ke hotel guna mengistirahatkan badan dan pikirannya.


Setelah mandi dan istirahat sejenak, Adrian segera menuju kamar Siska yang berada di sebelahnya untuk membahas apa yang ditemukannya siang tadi di proyek.


" Ternyata seperti yang sudah kau duga...", ucap Adrian langsung menghempaskan pantatnya diatas sofa.


" Benarkah...", ucap Siska dengan mata berbinar.


" Kurasa si tua itu sudah kehabisan cara sehingga melakukan hal ini ", ucap Adrian dengan seringai mengejek.

__ADS_1


" Kalau begitu, mari kita ikuti permainannya....", ucap Siska sambil tersenyum.


Tok...tok...tok...


" Maaf menganggu nyonya...saya ingin mengantar makanan yang anda pesan ", ucap petugas hotel dari balik pintu.


" Masuklah....", ucap Siska ramah.


Setelah semua makanan tersaji dimeja, Adrian yang memang sudah kelaparan sejak tadi akhirnya melahap habis semua makanan yang tersaji diatas meja.


" Pelan - pelan makannya...kita masih bisa pesan lagi jika ini masih kurang" , ucap Siska tersenyum geli.


" Kamu enak hanya berada diruangan....sedangkan aku seharian ini panas - panasan dilapangan. Mana mereka pada susah lagi buat buka mulut ", ucap Adrian protes.


" Iya...iya...aku sangat berterimakasih padamu. Sekarang makan yang banyak biar nanti malam bisa tidur nyenyak ", ucap Siska masih tersenyum geli melihat kelakuan sepupunya itu.


Setelah semua makanan telah habis, mereka berdua segera mengolah data yang telah didaptkan.


Tak lupa Siska segera menghubungi orang - orang kepercayaannya yang berada ditanah air agar jangan sampai lengah.


Anak buah Baskoro tentunya akan menggunakan kesempatan saat Adrian dan Siska berada di negeri Jiran ini untuk berulah.


Mereka menganggap jika berhasil menarik Siska dan Adrian kesini maka kondisi di tanah air akan mudah disusupi.


Demi mengikuti permainan Baskoro, Siska dan Adrian terpaksa harus berada di negeri Jiran ini lebih lama dari yang mereka perkirakan.


Pelan tapi pasti, Siska mulai menganti beberapa orang yang dianggap tidak loyal kepadanya, terutama Abdullah dan Farhan yang sedari awal dicurigai terlibat dalam masalah ini.


Disaat Siska dan Adrian sibuk membenahi semuanya disini, Keenan yang mengetahui bahwa istrinya pergi ke negeri Jiran bersama Adrian terlihat kebakaran jenggot.


Keenan yang sudah lama menaruh rasa cemburu terhadap Adrian akhirnya tidak bisa menahan emosinya, apalagi selama disana istrinya hampir tidak pernah menghubunginya.


Akhirnya dengan membulatkan tekad, malam ini dia segera terbang kesana agar hatinya bisa merasa tenang.


Perasaan rindu akan sosok sang istri dan rasa cemburu yang sudah merasuk dihatinya membuat Keenan nekat untuk menyusul sang istri.


Meski dia tahu apa konsekuensi yang akan ditanggungnya akibat perbuatannya ini.


Berbekal informasi yang diberikan oleh Andrew, asisten istrinya, akhirnya Keenan berada di FS hotel kuala lumpur.


Keenan terlihat sedikit ragu saat sudah berada didepan kamar sang istri.


Beberapa kali dia mencoba untuk mengetuk kamar tersebut, namun beberapa kali juga niatnya itu diurungkannya.

__ADS_1


" Masuk tidak ya...", batin Keenan ragu sambil menatap nanar pintu kamar tersebut.


Kelakukan Keenan yang mondar - mandir didepan kamar Siska sambil komat - kamit tentu saja menarik perhatian beberapa penghuni hotel yang kebetulan sedang melintas di depan kamar tersebut.


Ada salah satu wanita yang berada di depan kamar Siska merasa takut dan curiga terhadap Keenan.


Tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada orang yang berafa didepan kamarnya, wanita itu akhirnya menghubungi petugas hotel karena takut dengan kelakuan Keenan yang berada didepan pintu cukup lama tersebut.


" Maaf tuan, apa ada yang bisa saya bantu ? ", tanya pretugas hotel ramah.


" Saya ingin bertemu istri saya " , ucap Keenan sedikit ragu.


" Kalau begitu saya bantu panggilkan...", ucap petugas tersebut yang langsung mengetuk kamar Siska.


Satu ketukan...dua ketukan...tiga ketukan...tapi tidak ada tanggapan membuat hati Keenan semakin resah.


Akhirnya diketukan kelima pintu terbuka dan menampilkan sosok Adrian disana.


Adrian cukup terkejut dengan kehadiran Keenan di depan kamar Siska.


Setelah petugas hotel memastikan bahwa Adrian kenal dengan Keenan, maka petugas tersebut segera berpamitan untuk undur diri.


" Siapa yang datang...", teriak Siska dari dalam kamar mandi yang sedikit terbuka.


" Kamu lihat saja sendiri ", ucap Adrian malas dan langsung menghempaskan diri diatas sofa.


Siska yang cukup penasaran dengan siapa yang datang segera menjulurkan kepalanya dari balik pintu kamar mandi.


" Kamu...", ucap Siska sedikit terkejut.


" Nggapain kamu kesini...", ucapnya sinis.


" Kebetulan aku lagi ada urusan disini jadi sekalian mampir buat ketemu istriku ", ucapnya beralasan.


"Semoga dia tidak curiga dengan kedatanganku yang mendadak ini ", batin Keenan cemas.


" Ohhh...", hanya kata singkat itu yang diucapkan oleh Siska, kemudian istrinya tersebut masuk kembali kedalam kamar mandi dan segera menyelesaikan ritualnya malam itu.


Adrian yang tahu kalau Keenan berbohong langsung menatapnya dengan sinis.


Namun hal tersebut tidak terlalu diperdulikan oleh Keenan yang tanpa rasa berdosa segera duduk di sebelah Adrian tanpa diminta.


Melihat tampang innocent suami sepupunya itu, Adrian hanya bisa menghembuskan nafas dengan kasar karena kesal.

__ADS_1


" Dasar tidak punya malu " , batin Adrian geram.


__ADS_2