Cat And Wolf

Cat And Wolf
OSPEK 1


__ADS_3

Universitas X, 22 agustus 2012. pukul 08:15 WIB.


Tampak banner-banner besar terpasang di jalan masuk besar kampus bertuliskan "Selamat datang para Maba angkatan 2012 di universitas X" sedangkan banner lainnya bertuliskan "Selamat menjalani masa pengenalan lingkungan kampus 22 Agustus 2012 - 29 Agustus 2012. "


Masa tersebut dibagi jadi 5 hari OSPEK dan 3 hari pengenalan jurusan.


Semua maba tampak antusias sekali. Terlebih, ada rasa bangga sudah menjadi bagian dari kampus impian mereka.


Ketika itu, Mereka semua memanggul tas berat dan mengenakan kemeja putih dan bawahan hitam.


Aneh sekali, suasana saat itu tidak seperti yang diceritakan dan digambarkan para alumni tentang OSPEK. Bahkan, benar-benar tampak damai ketika memasuki lingkungan kampus terlebih itu yang dirasakan Kirana sembari memanggul tas yang cukup berat di punggungnya dan tangan kanannya membawa plastik berisi sekotak nasi sesuai perintah kating. Ekspresi wajah Kirana sangat menunjukkan keheranan dan lelahnya membawa beban berat kala itu.


"Oii.. Kiranaaa!!"


Suara memekakkan telinga dengan tepukkan agak keras dibahu tiba-tiba dilayangkan kepada Kirana.


Hal itu membuat Kirana terkejut dan menoleh ke kanannya.


-"Apaaa.. Shella?! Ngagetin aja! "


Jawab Kirana ketus


"Maaf, heheheh bareng cuy! Ahh.. senangnya udah resmi jadi mahasiswi~ Btw, gua belum berani buat kenalan ama maba lain, Kenalan yuk!"


-"Dihh.. Bahasanya Loe-gua hahahah! Gak biasanya banget tiba-tiba gini, mentang-mentang udah kuliah! "


"Yehhh, suka-suka. Ini tuh namanya usaha, kan keren tuh kalo pake 'loe gua', ya gak?"


Ujar Shella sembari mengangkat dan menurunkan alisnya beberapa kali.


-"Gakkk pantesss, udah jadi dirimu yang dulu. Lagian ngapa tiba-tiba sih?   hahaha.. "


Tawa Kirana membesar karena geli mendengar itu dari Shella.


"Dih gak asik loe! literally gua pengen gitu akrab sama yang lain pake bahasa ini. Kalo loe gk mau, Udah lah, gua ngobrol sama maba yang lain aja deh! "


Ujar Shella dengan menekankan setiap kata-katanya, disisi lain ia ingin bercanda dengan Kirana.


-"Ewww.. Sana naks gahul baru kemaren! Sekali lagi ngomong pake bahasa itu kotak nasi melayang nih!"


Ujar Kirana sembari mengangkat lebih tinggi plastik berisi kotak nasinya.


"Ih cie ngambek, yaudah sih kalo loe gak suka! Which is, literally gue kan... Duh! "


Candaan Shella langsung dibalas dengan senggolan lengan dari Kirana yang membuat Shella sedikit terdorong.


"Weh, barbar kali kau!"


Ujar Shella sembari menunjuk Kirana.


Ya begitulah dua teman dekat ini kalau sudah bertemu, asik sendiri.


Bahkan candaan mereka masih tetap berlangsung hingga mereka masuk ke gedung tempat acara berlangsung.


Girang sekali mereka, terlebih sudah 2 bulan tak bertemu sejak kelulusan SMA, hal ini membuat mereka kala itu sampai lupa sikon.


"Bagussss! asik banget ya dek?"


Suara mencekam di depan mereka seolah membungkam obrolan asik mereka yang lupa sikon itu.


Sontak, Kirana dan Shella terdiam dan menoleh perlahan ke depan.


Tampak ada 6 orang kating laki-laki dan perempuan yang merupakan panitia OSPEK.  Mereka berdiri di kanan dan kiri jalan masuk dengan aura mistis tak terdefinisi.


-"Cepetan dek baris, siapa yang nyuruh ngobrol?!"


Ujar salah satu kating dengan rambut ponytail.


"M ma maaf kak!"


Jawab mereka berbarengan.


Lantas, Karena hal tadi


Mereka berdua akhirnya di taruh di barisan paling depan dan di pisah barisannya. Ada 10 barisan, Kirana dan Shella di taruh di barisan 1 dan 10.


Karena paling depan, Kirana benar-benar bisa merasakan seramnya para panitia itu. Apalagi jaraknya dekat, Seperti melihat malaikat maut di depan mata.


"selama 5 hari! Kalian semua gak boleh ada yang berubah urutan barisannya! Ingat, ada konsekuensinya kalo kalian berani pindah tempat, apalagi pindah barisan! Terutama yang depan, keliatan banget kalo kalian pindah!"

__ADS_1


Teriak salah satu panitia cowok dengan wajah sangarnya. Tatapannya seolah merujuk ke Kirana.


Kirana membatu dan terlihat seperti anak kucing disana.


-"Duh,nyesel aku, baru hari pertama udah sial. Apalagi nanti?! Bolos boleh gak sih?? "


Ujar Kirana dalam hati.


Yang membuat Kirana tambah malu adalah mereka harus pakai papan nama, dimana di papan nama itu harus di pasang foto dan nama sendiri. Apalagi ia habis melakukan kesalahan dan namanya langsung eksis di depan para kating .


"rasanya pengen ilang aja! "


Tambah Kirana dalam hati.


Kegundahannya itu ia harus tahan sebatas kata-kata dalam hati, kalau dia tampakkan di wajah.. Bisa kena introgasi langsung sama panitia OSPEK.


Kemudian, lanjut ke acara selanjutnya yaitu sambutan langsung dari Bapak Rektor. Beliau menyampaikan banyak hal dalam pidatonya.


Pidatonya tersebut pun kurang lebih memakan waktu 1 jam. Para maba takjub dengan kemampuan beliau berpidato selama itu.


Yang melelahkan adalah mereka harus mencatat banyak poin penting sembari di tatap tajam oleh para panitia.


Yaa, itu semua cukup membuat mereka seperti kehilangan separuh nyawa.


Tapi itu hanya sebagian kecil dari OSPEK itu.


Setelah pidato panjang itu, mereka semua per barisan di arahkan menuju lapangan fakultas teknik yang merupakan fakultas dengan lapangan paling besar di universitas itu. Untung saja banyak pepohonan di kanan dan kiri nya jadi membuat suasana lebih segar.


Kirana kali ini lebih bersemangat karena bisa melihat lebih lama fakultasnya. Ya, Kirana anak teknik, tepatnya prodi Arsitektur Lanskap. Sedangkan Shella, dia prodinya Ilmu Gizi.


"wow.."


Kata-kata itu muncul tanpa sadar dari mulut Kirana setelah ia membayangkan nantinya ia berkuliah di gedung itu.


-"Jalannya dipercepat dek! Jangan bengong aja!"


Ujar kating cewek di kiri Kirana yang muncul entah dari mana.


.


.


"iya, Maaf kak.."


Ya, ia kena marah kedua kalinya. Padahal ia tidak berhenti di tempat. Terlebih mereka tidak boleh menimbulkan suara langkah kaki yang besar.


Sulit untuk berjalan cepat jika begitu.


Setelah semua maba dikumpulkan di lapangan, mereka semua diminta duduk di tempat mereka berdiri.


Tak lama , seorang kating perempuan naik ke atas mimbar mirip yang digunakan kepsek di sekolah Kirana dulu saat upacara.


Gaya kakak itu benar-benar cool, rambutnya diikat satu,dengan smirknya yang tajam.


"selamat pagi. Sebelumnya, nama kakak Shesilia Dwi Korani. Ketua panitia pengenalan lingkungan kampus, atau acara ini biasa kalian sebut OSPEK. Tau kan, kalian udah ada di jenjang perkuliahan? Selamat! Tapi Itu artinya pemikiran kalian harus jauh selangkah di depan! Jangan kayak anak kecil! Disini kalian dituntut untuk cekatan, pintar, kreatif, dan tau cara memperlakukan sesama manusia. Kami mau kalian numbuhin sifat-sifat baik itu mulai sejak saat ini. Ada konsekuensi kalau kalian melanggar!. Lalu, gak usah lama-lama lagi, disini kalian semua kami kumpulkan untuk melaksanakan satu tugas. "


Ujar Ia sembari mengangkat satu jarinya.


Lalu, beberapa panitia menyebar ke sekeliling barisan dengan membawa kotak dari kardus.


" Waktu kalian cuma 10 menit, itu semua harus kalian manfaatkan untuk mengambil kertas, lalu berkumpul membentuk kelompok sesuai warna kertas. Lebih dari itu dan ada yang belum dapat kelompok, siap-siap hukuman menanti!"


Semua maba mendengar itu lantas menghela nafas. Bayangkan, 900 an maba diharuskan berkumpul dalam waktu 10 menit.


" Waktunya dimulai dari.. Sekarang! "


Ujar Kak Shesil tiba-tiba dengan nada tegas.


Sontak, para maba panik dan langsung bergerak cepat melaksanakan tugas yang bagi mereka 'gak jelas' ini.


Mereka yang sudah mengambil kertas langsung melihat dapat warna apa mereka dari gulungan kertas kecil itu, lalu berusaha mencari maba lain dengan warna yang sama. Suara sangat riuh terdengar di mana-mana.


Tak lama, seorang kating cowok yang merupakan wakil ketua panitia OSPEK  datang dan langsung mengambil alih.


"Mohon dengarkan! Jangan ada yang berisik! Pikirin caranya tanpa perlu teriak-teriak! Grup kalian seminimalnya ada 30 anak, kalo gak sesuai ada konsekuensinya, paham?! "


Perintah kating itu. Auranya benar-benar dingin, apalagi fisiknya terbilang atletis membuat ia tampak lebih 'killer'. Karena hal ini juga ia dijuluki oleh banyak orang sebagai kating 'killer'.


-" Paham kakk"

__ADS_1


Jawab mereka serentak.


Seketika, suasana langsung hening.  Hanya terdengar percakapan dengan sedikit suara antar maba.


Mereka jadi kelihatan lebih hati-hati walau cenderung lebih ke takut kena hukum kating galak satu itu.


.


.


.


Sedangkan Kirana, masih kebingungan mencari grupnya. Matanya menelusuri setiap jengkal sekelilingnya.


"duh, mana ya? Gawat!"


Ucap Kirana samar dengan wajah khawatir.


Tak lama di kejauhan, ia melihat seseorang mengangkat tangan menunjukkan kertas berwarna kuning miliknya, disusul dengan anggota lainnya ikut mengangkat kertas mereka.


"ah, syukurlah aku sedang beruntung!"


Ujar Kirana terharu.


Tak pakai lama, Kirana langsung menghampiri grupnya itu.


.


.


"Pas banget grup kita udah 30 orang. Tapi masih diragukan lebih apa gak. Udah segini aja apa ya?"


Ujar salah satu laki-laki tinggi semampai di grup itu.


-"Kayaknya udah gak ada lagi deh, mata elang gue mengatakan demikian!"


Jawab anak lainnya sembari membenarkan posisi kacamatanya.


"dih yakin banget lu?"


-"Liat aja geh, udah pada kelar bentuk kelompok tuh."


Tunjuk ia.


"iya juga! Wah mantapp!"


Ukar ia dengan suara agak keras karema excited.


Sontak, anak berkacamata itu langsung menyikut pelan dirinya.


"ssstt, pelan-pelan suaranya cuy, mau dihukum ama kating disamping kak Shesil itu?!"


Tunjuk ia kepada kating killer.


Melihat eksistensi kating satu itu langsung membuat dirinya jadi ingat sikon lagi.


-"ehm enggak deh, maap maap."


Tak lama,


Kak Shesil yang memegang stop watch langsung memberhentikan waktunya.


" Oke, waktu habis! Tolong kalian semua angkat kertas kalian sekarang! Tunjukkin ke kakak-kakak panitianya!"


Serentak semua maba mengangkat kertas yang mereka punya. Syukur, saat di periksa oleh para panitia, tidak ada yang salah grup atau belum dapat grup.


"Oke, bagus tidak ada yang gagal. TAPI... ini bukan tugas sebenarnya. Tugas kalian saat ini dan kedepannya akan dilakukan dengan kelompok itu. Lalu, tugas kalian untuk saat ini adalah.. Di setiap posnya, kalian harus menjawab pertanyaan pengetahuan umum dan kalau beruntung, akan dapat soal berhitung~  Mudah bukan? Mudahlah ya pasti, pertanyaan anak SMA kok~ Apa kalian paham?!"


Tanya Kak Shesil dengan nada ceria tapi tatapan mata tajam.


-"Siap, paham kakk~~"


Jawab semua maba secara serentak namun terpaksa.


Mau tidak mau, mereka menjalankan tugas tersebut dengan senang hati (diluarnya).


Soal yang diberikan ternyata benar-benar menjebak dan waktu yang diberikan singkat.


Ya begitulah, semua kelompok terkena hukuman karena setiap satu soal salah menjawab akan diberikan hukuman push-up atau scout jump.

__ADS_1


Hari ini para panitia ospek banyak memberi tugas-tugas yang membutuhkan kerja otak dan kerja sama kelompok.  Bagi Kirana lebih berat kena omel kating hari itu, terlebih ada saja kating-kating killer yang memantau  tanpa ia sadari, untuk mencari-cari kesalahan para maba.


Terutama kating killer yang Kirana tidak tahu sama sekali namanya siapa. Diantara semua panitia ospek, hanya kating satu itu yang tidak memperkenalkan dirinya. Hal itu membuat Kirana agak penasaran, tapi juga takut bertemu dengannya lagi.


__ADS_2