
Sore hari. Pukul 17.00 WIB.
Kirana saat ini sedang membantu memindahkan barang-barang yang tersusun dalam kardus. Beban yang ia pikul cukup berat, tetapi Kirana tetap mencoba memindahkannya satu persatu.
Ruangan tempat ia memindahkan barang ada di ujung lorong diantara 3 ruangan.
"Kamu gak apa-apa ngangkut ini? Susah gak?"
Tanya salah satu panitia kepada Kirana.
-"Oh gak kak.. Hehe bisa kokk~"
Ujar Kirana dengan tersenyum.
"Wah,semangatt yaa! Kalo gitu aku tak ngambil barang lain disana ya.."
Ujar ia.
Kirana lantas mengangguk dan melanjutkan tugasnya memindahkan barang.
Nyatanya, kardus ke 4 yang ia bawa saat ini jauh lebih berat lagi.
"Duhh.. Isinya apa sih.. Kok, berat bangett.. Batu??"
Gumam Kirana sembari berusaha keras membawanya.
Keringatnya saja sampai bercucuran dan kedua tangannya memerah.
.
.
Tiba-tiba,
Seseorang datang dan langsung membantu Kirana mengangkat kardus itu. Beban yang dirasakan Kirana di kedua tangannya menjadi ringan seketika. Ia terkejut karena orang yang datang tiba-tiba itu kuat mengangkatnya dengan mudah.
"Ehh.."
Ujar Kirana sesaat Setelah orang itu membantu mengangkat kardusnya.
Tak lama, ia menoleh ke samping untuk melihat wajah orang tersebut.
__ADS_1
Kirana agak terkejut melihat orang yang membantunya itu. Senyum khasnya tentu tak asing lagi bagi Kirana.
.
.
-"Kalo berat kenapa maksa sihh?? Pfftt.."
Ujar Kak Sean.
"Loh, kakak disini?"
Ujar Kirana dengan wajah heran.
Tak lama, Kak Sean berjalan ke depan, diikuti Kirana.
-"Ohh,karena kakak jarang keliatan ya?"
Tebak Sean.
Kirana lantas mengangguk dengan wajah agak canggung.
Sementara, Sean langsung diam beberapa saat setelah melihat respon Kirana. Sesaat, ia memikirkan jawaban apa yang tepat dan terlihat masuk akal.
.
"Ah.. 2 hari lagi penutupan festival, malamnya ada acara lepas lentera. Kamu ikut?"
-"Oh iya, acara itu! Iya pastinya. Aku belum pernah nyoba nerbangin lentera soalnya."
Ujar Kirana excited.
"Mau nyoba nerbangin bareng kalo gitu??"
-"wahh, memang Kak Sean bisa.. Maksudnya, gak sibuk?"
"Akan ku usahakan. Kalo mau ajak temen biar lebih rame bisaaa."
-"ehm, Temen-temenku gak bisa dateng."
Jawab Kirana dengan nada agak kecewa.
__ADS_1
"yaudah gak apa-apa. Kan ada 'kakak'mu ini yang nemenin."
Ujar ia sembari tersenyum.
Sementara Kirana agak terkejut mendengar itu.
"... Oh, iya ya hahaha."
Sesampainya di gudang, mereka lantas membereskan barang yang mereka bawa sesegera mungkin.
"Kamu langsung aja pulang Na, biar ini sisanya panitia yang masih disini sampe malem."
-"Eh beneran gak apa-apa aku pulang duluan?"
"Iyaa, entar biar aku yang bilang ke mereka."
Ujar sean.
-"Wah jadi gak enak aku gak bantu banyak."
"Siapa yang bilang kayak gitu? Kamu udah bantu banyak. Terimakasih ya, istirahat aja sana, soalnya masih ada acara malam penutupan."
Ujar Sean ditutup dengan tersenyum seperti biasanya.
-"Yaudah, terimakasih kak. Oh ya ngomong-ngomong kak, kenapa kakak gak ngajak temen kakak yang lain aja buat nerbangin lentera bareng?"
"Kamu gak mau bareng? Pfftt.. Sekali-sekali sama adek, tahun-tahun lalu sama temen terus bosen."
-"Yaampun, dibilang 'bosen' hahaha. Yaudah aku duluam kak."
"Iya, sampai ketemu di acara penutupan."
Jawab Sean.
Tak lama, Kirana langsung pergi dari sana.
.
.
Selama Kirana dalam perjalanan pulang, ia memikirkan kata-kata dan juga sikap Kak Sean tadi. Rasanya jadi seperti ada 'tembok' diantara mereka.
__ADS_1
"Adek ya.."
Gumam Kirana dengan tatapan mengarah ke jalan di bawah.