
.
.
-"ehm, jadi.. karena aku lagi nunjukkin semua kelas kating yang terkenal gitu kak. Maaf kami mengganggu kak. "
Tambah Hellen.
"Ohh~ Terkenal killer ya? Wahh~ berani juga kalian kemari."
Ujar Theo.
Hal itu membuat Hellen bingung jawab apa, sementara Kirana masih terdiam membisu.
Padahal, Maksud Theo bukan menyindir. Tapi hanya 'terkesan' mereka tau rumor tentang dirinya, tapi mereka tetap datang ke kelasnya dengan berani.
-"Ga Gak gitu kok Kak maksud kami. Oh ya, kakak itu wakil ketua BEM kampus kan? Ah, ini.. Temanku, dari kemarin belum tahu harus ikut kegiatan apa. Jadi, mungkin kakak bisa bantu."
Ujar Hellen sembari menunjuk Kirana.
Sontak, Kirana langsung menyenggol Hellen dengan lengannya.
"Hah? Maksud mu apa Hellen?!"
Ujar Kirana separuh berbisik.
Theo langsung terdiam beberapa saat menatap mereka berdua . Ia terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu.
Sementara, Kirana masih merasa shock dengan pernyataan Hellen yang iseng itu.
-"Tadi kita bertemu di bawah . Kenapa gak tanya langsung ? Dari pada jauh-jauh kemari."
Ujar Theo tiba-tiba.
"... Ehm, gak kepikiran kak hehe.. Ini kan temanku (menyenggol Hellen kembali) baru ngasih tau."
Jawab Kirana, super awkward.
Sementara, Theo terus berusaha menahan tawa. Sebenarnya ia sudah tahu. Mereka memang Berniat iseng lihat-lihat kelas saja.
Tapi, tak asik kalau ia tak mengerjai adek tingkatnya terlebih dahulu.
__ADS_1
" Oh, butuh kegiatan ya? Ok, mulai sekarang kamu resmi jadi panitia festival seni tahun baru nanti. Kerjanya mulai dari november. Datengin aja Kak Agus untuk info lebih lanjut, sejurusan kan kalian?"
Lantas, ia menunjukkan smirknya yang tajam. kemudian langsung beranjak pergi dari sana.
.
.
"Mampus aku.."
Ujar Kirana dengan tatapan kosong.
Lantas, Kirana langsung berbalik badan dan menemui Kating itu lagi.
"Kak, sebentar Kak.."
Cegat Kirana.
Theo langsung menghentikan langkahnya seketika.
"kak ini serius? Tapi kan aku belum pernah ikut event besar seperti itu. Mending gak.."
-"Gak apa-apa. Gak usah kaget. Kalau kamu gak mulai dari sekarang, kapan lagi? Anggep aja pengalaman baru untuk punya 'tanggung jawab besar'."
"Gimana temanku yang itu diajak juga kak, biar aku ada temannya?"
-"Maaf ya dek, kuotanya udah penuh. Kamu yang terakhir. Tenang, masih ada 9 maba lain yang ikut dari fakultas lain.
Lalu,,, udah jam segini kenapa kalian belum masuk kelas? Mau dilaporin karena bolos?"
Ujar Theo tegas.
"O oh, kami gak bolos kok. Iya kami balik ke kelas. Terimakasih kak, kami permisi! "
Lantas, Kirana langsung berbalik dan menggeret Hellen pergi dari sana dengan cepat.
Sementara Theo tersenyum karena telah berhasil mengerjai adik tingkatnya itu.
Ya, ia masih mengingat insiden di depan ruang bu elfiana. Pasti akan jadi lucu kalau ia bisa mengerjai Kirana dan mengetahui lebih lanjut kenapa dirinya selalu menghindar.
Tak lama kemudian, Theo langsung berbalik badan dan masuk ke kelasnya.
__ADS_1
________
Di kelas.
Kirana langsung duduk di kursinya dengan wajah frustasi.
"Hellen, kamu belum pernah rasain disantet ya?"
Ujar Kirana dengan pandangan lurus ke depan tak menatap Hellen.
-"Ehm.. Hehehe Kirana, sorry ya.. Ini demi menyelamatkan kita dari introgasinya dia"
"What? Aku jadi tumbal! Huwaa.. Padahal kamu bilang sendiri 'hati-hati kalau ketemu dia, menghindar kalo bisa'. Tapi kamu.. Malah ngelakuin sebaliknya ke aku."
Hellen lantas duduk di samping Kirana.
-"Ehm, itu sebenarnya rumor aja. Tenang Na, aku bakalan pantau kamu terus selama kegiatan secara diem-diem. Lagian gak mungkin Kak Theo itu jahat."
"Wahahha udah gak percaya aku padamu untuk yang satu ini bung~"
-"kalau kak Theo jahat udah di D.O pasti dia. Gimana sebagai permintaan maaf, hari ini aku beliin seblak, terus.. Entar kan kita bertiga bakalan hadirin konser George, aku yang sediain kendaraan, terus entar makan kalian aku traktir. Setuju? Makan apa aja boleh~"
" Hish.. Kamu mah nyodok pake makanan mulu. Dikira aku apaan? "
Ujar Kirana. Lantas, ia menaruh wajahnya di meja.
-" Jadi gak mau nih? "
Ujar Hellen dengan nada sedih.
"Maulah~ janji loh ya?"
-"Lah tadi katanya.. Ehmm yaudah aku janji, serius!"
Akhirnya, mereka berbaikan lagi dengan mudah. Ya sebenarnya Kirana juga bukan tipe orang yang bisa marah lama-lama. Sesuai janji, kalau ada apa-apa Hellen akan membantunya, lalu ia akan ditraktir makan.
Sebenarnya, ini sangat menguntungkan Kirana dari sisi kompensasinya.
Tapi, karena merasa tidak enak, Kirana membatalkan yang seblak.
Ya walaupun begitu, Kirana masih penasaran sekaligus khawatir dengan apa yang akan terjadi nantinya selama ia menjadi panitia.
__ADS_1
Ia hanya bisa berdoa tidak terjadi ospek untuk kedua kalinya.