
Dikarenakan para maba sedang fokus UTS, maka di kesempatan kali ini akan dikisahkan bagaimana asal mula rambut panjang nan indah menawan dari Agus, kating humoris itu.
Ini bermula 2 tahun yang lalu.
Ketika Agus di tahun pertama perkuliahan. Bisa dibilang maba.
Ia dulunya adalah laki-laki berambut pendek. Bahkan bisa dibilang saat itu gaya rambutnya terbilang keren dengan gaya cepak dan ia biasa memakai kemeja polos atau kotak-kotak.
Yang tak berubah dari dulu adalah humornya dan hobinya yang suka bercanda.
Tapi, dimata orang lain, dia adalah laki-laki yang kalem. Padahal, kalau ditanya teman-temannya, mereka pasti akan menolak habis-habisan pendapat tersebut.
Pokoknya tak selaras dengan gaya rapihnya saat itu.
"Gakkk, dia itu gak kalem! Pohon belimbing di taman kampus dia panjat tiap berbuah. Mana gak ketauan pula! "
Kata Dino,
teman dekat Agus yang sudah sangat hapal tingkah laku Agus, bahkan cenderung lelah.
-" Weh, kalo pas kerja kelompok bareng dia, pastiii adaaa aja yang dibecandain. Yaa gak garing sih, cuma saya lelah tertawa terus, tugas jadi tidak selesai-selesai."
Kata teman Agus lainnya yang sekelas, dengan wajah ngenes. Mereka pernah kena omel dosen karena tugas kelompok mereka tak tuntas pada akhirnya
"... Semua orang sama aja, berisik. "
Jawab Theo sembari sibuk mengerjakan tugas di laptopnya.
Itulah jawaban-jawaban beberapa teman Agus.
Tapi walau begitu, ia tak pernah telat datang ke kelas. Itu dikarenakan di depan kampus ada banyak kios atau pedagang kaki lima yang menjual sarapan super lezat, tapi murah meriah. Agus jadi semangat berangkat pagi.
Namun, alasannya bukan itu saja.
Dulu, Agus pernah suka dengan seorang gadis.
Gadis itu misterius. Nama dan jurusannya ia tak ketahui.
Agus hanya bisa menatap gadis itu setiap pagi dari kejauhan sembari makan bubur ayam depan kampus.
Perempuan itu menggunakan kacamata dan tampak manis sekali.
Gara-gara dia, Agus sempat cuti dari tingkah super aktifnya.
Ia jadi pemurung karena tak berani berkenalan.
Hingga, Dino,
teman dekatnya mengetahui itu dan membantunya.
"Tenang, disini ada cupid ganteng! Akan kubantu dirimu wahai jomblo ngenes! Tunjuklah mana cewek itu!"
Ujar ia dengan percaya diri.
-"Wah, gua punya firasat gak enak. Udahlah gak usah no!"
Jawab Agus dengan wajah masih murung.
"Percaya aja! Udah mana sih ceweknya?"
-"Bentar, biasanya dia lewat jalan samping pohon beringin itu."
__ADS_1
Ujar Agus serius.
"Bushet, jangan-jangan kuntilanak?"
-"Gua geplak loe bilangin dia kuntilanak!"
.
.
Tapi tak lama, gadis yang ditunggu-tunggu pun muncul diantara mahasiswi lainnya. Ia berjalan bersama 2 teman lainnya.
-"Eh, no, ituu!! Loh, tumben banget gak pake kacamata? Ah, pokoknya itu cewek yang pinggir kanan, pake baju putih!"
"Mana? Baju putih semua deh."
-"Itu loh, yang wajahnya manis."
Tunjuk Agus sembari mendekatkan Dino dengan tangannya yang menunjuk gadis itu.
"Ohh ituu.. Eh cantik juga ya?"
-"kalo lu nikung awas aja."
Ujar Agus.
"iyaa .."
Jawab Dino.
Akhirnya, setelah ditunjukkan, Dino mulai melancarkan misinya.
"Ehm permisi mba-mba, saya boleh duduk disini? Soalnya udah penuh kursi lain."
Sontak, Mereka bertiga menoleh ke arah Dino.
"Boleh~"
Jawab gadis yang disukai Agus dengan lembut.
-"GAK BOLEH.. ini khusus cewek!"
Ujar temannya si gadis incaran Agus itu, yang merupakan Shesil. Dulu mereka belum saling kenal.
Sontak, Dino terdiam bingung.
"Shesil, kasian tau. Mau makan dimana coba dia?"
Ujar Gadis itu.
-"Ya kalo gue sih terserah kalian berdua aja. tapi kasian sih, mukanya liat geh. NGENES"
Ujar teman mereka yang ditengah dengan berbisik.
Setelah mendengar itu, Shesil menoleh ke sekeliling dan tenyata benar, sedang ramai sekali kantin.
"Ehem, yaudah, silahkan."
Jawab Shesil dengan agak gengsi.
-"aah serius? Terimakasih.."
__ADS_1
Jawab Dino sopan.
Ia lantas duduk di bangku depan mereka
Dino tak tinggal diam, ia mulai melancarkan misinya. Ia mengajak ngobrol mereka bertiga. Tapi, Diam-diam Dino mencari informasi dari gadis yang disukai Agus.
Akan tetapi, ternyata ada kesalah pahaman besar disini. Dino salah mengira siapa perempuan yang disukai Agus.
Lantas, setelah pertemuan itu, Dino mendatangi Agus.
-"Gus, lancar! Btw, dia ikut BEM. loe ikut aja biar ada kegiatan sama biar bisa deket!"
"Wah thank you No! Gua kira, gua akan bisa deket ama dia hehehe.. Okelah , gua daftar!"
Akhirnya, Dino dan Agus mendaftar organisasi tersebut. Setelah melalui banyak seleksi wawancara. Lalu, Dino sempat merancang pertemuan gadis itu dengan Agus.
Waktu yang ditunggu-tunggu Agus pun datang. Ia senang akan bisa bertemu gadis itu. Kata Dino, gadis itu bagian Humas.
Gadis itu suka membaca di koridor.
Lantas, Agus menemuinya.
Namun ternyata, benar dugaan awal Agus. Dino tidak benar menjalankan misinya.
Justru malah meleset ke Shesil.
Agus cukup terkejut menyadari gadis yang ia temui malah jadi Shesil. Lantas, tak lama Shesil menoleh ke arah Agus.
-"Eh.. Sebentar, loe yang dibilang Dino mau ketemu gue ya?"
Tanya Shesil sembari menunjuk Agus
"ehm, eng enggak. Gua cuma numpang lewat. Loe ngapain disini?"
-"Baca buku lah~gak keliatan tah? Btw masa sih bukan loe yang dimaksud Dino? "
Tanya Shesil dengan nada mengintrogasi walau wajahnya tak terlihat demikian.
"Gak kok.."
Tiba-tiba, Anak perempuan dari divisi lain yang baru datang untuk sekedar lewat, langsung ditarik oleh Agus.
-"Eh bentarr.. Loe yang tadi mau ketemu dia kan? Udah nunggu dari tadi noh."
Ujar Agus
"Hah, kok .... Loe tau?"
Jawab perempuan itu.
Jawabannya membuat Agus terkejut sekali lagi.
-"Ahahah tau lah, loe kan harus ngerjain tugasnya bareng-bareng. Yaudah gua cabut."
Jawab Agus dengan canggung.
Lantas, tak pakai lama Agus langsung pergi dari sana.
Rasa kecewa tentu dirasakan Agus, tapi mau bagaimana lagi, memang sudah sesuai dugaan Agus sejak awal.
(next part 2)
__ADS_1