
Pukul 8 malam. Sesuai jadwal,
saat ini adalah waktunya pulang.
Semua panitia langsung berpencar keluar dari wilayah kampus.
Sementara, Theo langsung menuju parkiran menghampiri motor besarnya dan langsung menghidupkan motornya.
Disaat bersamaan, Sean datang karena mereka memarkir motor di tempat yang sama.
".... Theo, Loe abis ini mau kemana?"
Tanya Sean
-"Pulang."
Ujar Theo singkat. Itu artinya moodnya masih buruk.
"Loe lagi kenapa sih? Cerita aja, kali aja gua bisa bantu."
-"Loe gak bisa bantu yang satu ini. gua cabut dulu."
Lantas, Theo langsung melaju pergi dari sana, pulang. Tanpa berkata apa-apa lagi.
Sementara, Sean hanya memandangi Theo yang melaju keluar dari wilayah kampus.
Ia lantas menghela nafas dan segera pulang.
.
.
.
Dalam perjalanan pulang, tak sengaja ia melihat Kirana yang baru keluar dari minimarket.
Lantas, Sean langsung menghentikan motornya tepat di samping kirana.
"Kirana..mau pulang?"
Tanya Sean.
Sontak, Kirana langsung mengenali suara itu dan menoleh
"Oh, Kak Sean? Iya, mau langsung pulang."
"Cepet naik, kakak anterin sampe depan kost."
"Gak apa-apa kak?"
"Iya.. Gak jauh juga jaraknya. Ayok, sebelum makin malem."
Kirana lantas mengangguk dan akhirnya ia diantar Kak Sean pulang.
__ADS_1
.
.
"Kak bunga kaktusnya udah mekar, walau belum sempurna sih, nanti pas sampe aku tunjukkin fotonya, apa mau aku ambilin kaktusnya juga?"
Tanya Kirana untuk memecah keheningan.
-"Oh udah mekar? Bagus lah. Tunjukkin fotonya aja biar kamu gak bolak-balik. Bagus gak?"
"Bagus banget~ Oh ya kak, makasih ya rice box sama jusnya. Kok, kakak sering banget ngasih aku makanan?"
-"hahaha Pengen aja. Biar bisa ngobrol juga."
Ujar Sean blak-blakan.
Kirana mendengar itu terkejut dan bingung harus jawab apa. Suasana jadi canggung seketika.
.
.
-"Gimana selama panitiaan rasanya?"
Ujar Sean memecah keheningan.
"Ehm, asik kak. Aku bisa dapet temen baru. Kating-katingnya juga baik. Wah kalo dari persiapannya, festivalnya bakalan seru banget ya kak?"
Sean lantas tersenyum
-"oh iya, bener. Hah~berasa liburan lagi."
"Iya."
Tutup Sean.
.
.
.
Beberapa lama kemudian,
Akhirnya, mereka sampai di depan Kost Kirana.
Kirana turun dari motor Kak Sean dan langsung mengambil ponsel dari dalam totebagnya.
Sementara, Sean melepas helmnya.
"Bentar, ini kak kaktusnya~"
Tunjuk Kirana ke foto kaktus tersebut. Bunganya mekar dengan cantik, berwarna keunguan.
__ADS_1
"Cantik banget ya kak?"
Sean lantas tersenyum .
-"Iya, cantik..banget."
Jawab Sean sembari menatap Kirana, bukannya ke arah foto kaktus itu.
.
.
"Oh, hahaha iya warnanya ungu pula! (ujar Kirana agak kaget) .. Ehmm, nanti kalau kerja bisa jadi budidayawan dong Kak Sean?"
Sean lantas langsung mengangguk.
-"pfftt.. Bisa jadi~ nantinya kalau udah lulus, kamu mau kerja di swasta atau negeri ?"
"Ehm, belum ada gambaran pasti, setiap pilihan ada baik buruknya sihh."
-"Hahah.. nanti juga tahun ketiga atau empat kepikiran. Yaudah kamu masuk dan langsung istirahat ya? Kakak mau pulang."
Lantas, Sean langsung mengenakan helmnya kembali lalu menghidupkan motornya.
Kirana langsung mengangguk
"Hati-hati kak. Terimakasih tumpangannya."
Sean lantas mengangguk kemudian ia melaju pulang dari sana.
Tak lama, Kirana segera membuka gerbang kost-annya, kemudian masuk.
.
.
Ketika ia sudah berada di halaman ,
Kirana memelankan langkah kakinya seperti agak melamun
"... Hah, Semakin dipikir semakin penasaran kenapa dia.. Begitu. Tunggu, Gak, dia memang baik ke semua orang, iya gitu! "
Ujar Kirana mengingat tentang sikap Kak Sean kepadanya akhir-akhir ini.
.
.
.
Tak lama, pandangan mata Kirana mengarah ke tasnya. Setelah teringat sesuatu, ia langsung menepuk keningnya
"Eh tunggu, baru inget! Astaga.. Lupa.. Besok masih bisa kan ya? "
__ADS_1
Ujar kirana yang baru ingat harusnya ia memberikan sesuatu hari ini kepada seseorang.