Cat And Wolf

Cat And Wolf
6


__ADS_3

Setelah makan siang tadi, Kirana dan Hellen berjalan kaki menuju ke perpustakaan sembari membicarakan beberapa hal yang terlintas di pikiran.


-"Hel, kamu daftar organisasi gak?"


Tanya Kirana


"Iya, aku daftar sendratari. Asik banget deh. Oh ya, kamu yakin gak mau ikut UKM apaa gitu?"


Tanya Hellen


-"Hemm, nah aku bingung mau daftar apa geh? Pentingkah sebenarnya daftar begituan?"


"Menurutku sebagai sarana penyalur bakat, yaa kenapa gak? Gini, aku tanya deh~kamu suka apa Gitu? Hal apa yang menurutmu menarik?"


Tanya Hellen sembari menggerakkan kedua tangannya ketika berbicara


-"Menarik ya? Sebentar... Apa ya?"


Kirana lantas berpikir mendalam mengenai hal apa yang benar-benar ia sukai selain lanskap.


Ia memikirkan aktivitas dirinya yang biasa ia lakukan dan ia senangi.


-"Ah, aku setiap di kost-an suka banget sih nonton drama dan film action, fantasy~ ada gak sih UKM yang isinya nonton film? Aku mau daftar! "


Canda Kirana


"Yah sono bikin dewek! Hahahah~ kalo gitu ikut aja di Teater. Banyak cabangnya cuy, gak harus jadi pemainnya. Kamu bisa jadi staff backstage, penulis naskah, atau sutradara! "


-" Hemm.. boleh juga, memang masih bisa ya? "


" Bisaaa... Udah daftar aja, entar aku bantu chat lewat kating kenalanku. Btw, ganteng-ganteng banget orang di sana! Hehehe. "


Ujar Hellen dengan senang hati.


-" Hahah kamu mah yang ganteng langsung~ memangnya ada gak sih yang paling kamu suka di kampus? "


Tanya Kirana penasaran kepada Hellen yang paham sekali kalau ada cogan.


" hemm, sebenarnya banyak~ tapi naksir aja hehehe..salah satunya sih~ Ketua BEM fakultas kita beuh, manis banget aku suka!!"


-" Aku sih belum pernah liat wajahnya, jadi gak tau. Tapi... kalo ternyata dia suka sama orang lain, apa yang kamu bakalan lakuin?"


"Eh, tunggu.. Masa kamu belum pernah liat dia sih? kamu kan ikut komunitas..."


.


.


.


.


-"Kiranaaa my Bestieee!!!!"


Teriak Shella dari kejauhan dengan bernada.


Sontak, perhatian Kirana dan Hellen langsung tertuju ke arah Shella.


"Eh, siapa itu Na?"


Tanya Hellen heran.


-"Oh sahabat, Shella namanya. hehhe biasa suka heboh~"


Ujar Kirana.


"Yuhuuuu!! Mau kemana kaleann?!"


Tambah Shella.


-"Sini La, aku mau ke perpus!"


Ujar Kirana kepada Shella dengan mengeraskan suara. Rasanya mereka seperti berbicara di dalam hutan.


Lantas, Shella segera menghampiri dirinya.


Untung kali ini jarak mereka tidak jauh seperti hari lalu.

__ADS_1


"Wah, ketemu lagi nih~"


Ujar Shella sesampainya di depan Kirana


-"Lah kamu mainnya jauh banget? Ngapain Shel?"


Tanya Kirana


"Masa sih? Deket deh menurutku jarak fakultas kita. "


-"Apanya yang deket? Fakultas mu disana tuh, ujungggg banget lapangan yang super besar ini."


Ujar Kirana sembari menunjuk gedung fakultas kesehatan di ujung. Rasanya kalau Kirana menunjuk halaman super besar ini jadi teringat saat ia harus bersih-bersih di terik matahari.


"Bagiku ini sih deket hehehe.. Ya sebenarnya aku disekitar sini karena abis ketemu ama temen,   beli ini.. tadaaaa~"


Shella langsung menunjukkan tiket nonton konser kepada Kirana. Sontak, Hellen yang melihat tiket itu langsung mendekat.


-"Heh, itu kan!!... Dylan George! OMG!! aku juga punya tiketnya! Whoaa!!"


Ujar Hellen superr excited karena melihat tiket tersebut.


"Serius?! Wahhh akhirnya aku punya temen baru buat kesana!"


Ujar Shella girang.


-"Hooh! Ayoklah kesana! gimana Kira..."


Hellen lantas menghentikan kata-katanya, karena baru menyadari Kirana tak mempunyai tiket itu, apalagi suka Dylan George, penyanyi asal Eropa itu. Rasanya ia jadi tak enak hati.


"Oh gak, yaudah kalian aja.. Santai!"


Ujar Kirana menenangkan.


-"Tenang Kirana, aku sudah membeli 2 tiket!!"


Ujar Shella.


"Kyaaa!! Kita bisa pergi bertiga!"


Ujar Hellen tambah excited.


Ujar Kirana tak yakin.


-"No, kamu harus ikut! Konsernya 1 bulan lagi kok~"


Ucap Shella.


Sontak, Kirana mendengar itu langsung melotot


"apa? Se sebulan?! Kok bisa tiketnya beli sekarang?"


Ujar Kirana yang belum tau soal pembelian tiket.


"Iya Na, memang gitu.. Jual beli tiketnya dilakukan jauh-jauh hari, entar konsernya masih lama hehehe. "


Jelas Hellen.


-"Iya bener, belinya juga harus gercep biar gak keabisan karena sama aja kita tempur ama ratusan bahkan ribuan orang diluar sana."


Tambah Shella.


"Oh, gitu jadi.. Yaudah mau ikut kita ke perpus gak Shel?"


-"Gak bisa, bentar lagi aku masuk huwaa! Yaudah ini aku kasih tiketnya dulu, jaga baik-baik seperti anak sendiri."


Shella lalu memberikan tiket tersebut.


-"Oke, aku balik dulu ya!"


"Iya, hati-hati Shella~awas kesasar!"


Canda Kirana.


-"Kalo kesasar telfon oppa Lee Jin Ho-ku dong hehehe, byee!"


Shella lantas melambaikan tangan, kemudian pergi segera dengan agak berlari kecil.

__ADS_1


.


.


.


Lantas, Kirana dan Hellen melanjutkan perjalanan menuju ke perpustakaan segera.


"Wah Shella suka sama banyak hal ya? Kupikir kalau udah suka artis barat, gak bakal suka sama Korea. Hal baru nih!"


Ujar Hellen yang baru tahu.


-"Ya kayak Kamu suka banyak cogan!"


Kirana lantas mencubit pelan pipi Hellen.


"Eh... Biar semangat kuliah dong! Kamu juga setidaknya sukalah satu orang. Jangan kayak aku deng, sekedar cuci mata aja, gak bener-bener suka sih~"


-"Aku udah suka kok, sama kampus ini. Dia telah memilihku sebagai mahasiswi disini. Ahh.. Senangnya!"


Ujar Kirana dengan wajah senang. Ia teringat saat berat ia belajar di SMA, hingga akhirnya ia diterima dikampus ini lewat jalur undangan.


"Beda dong! Cari lah Na, sebelum nyesel!"


-"Hemmm, gak penting sih bagi aku."


Jelas Kirana.


Baginya, kuliah itu seharusnya mencari pengalaman, skill, menambah teman, dan belajar mati-matian.


Lalu, mata Kirana yang tadinya melihat-lihat kesekeliling secara random,


tiba-tiba tertuju ke arah seseorang yang ia rasa familiar di jarak yang agak jauh.


Kirana memperhatikan secara lebih jeli, karena disana ada beberapa orang lalu lalang.


Ternyata, itu kak Sean sedang mengobrol dengan temannya.


Ia memang ramah, saat mengobrol saja ia tersenyum.


Tiba-tiba, Kak Sean langsung melihat ke arah Kirana yang dari tadi menatapnya diam-diam.


Sontak, Kirana terkejut dan spontan melambaikan tangan dengan canggung.


Kak Sean membalas lambaian tangannya, ia juga tersenyum lembut ke arah Kirana.


Lalu... Nampaknya ia juga menyebut nama Kirana walau tidak terdengar suaranya.


Teman di depan Kak Sean lantas menoleh ke arah Kirana dan disaat bersamaan,


Kirana langsung mengalihkan pandangannya dari Kak Sean karena terkejut.


Untuk beberapa saat, ada perasaan aneh yang tak dimengerti Kirana walau tidak terlalu kuat saat melihat Kak Sean tadi. Tapi yang jelas, ia senang setiap melihatnya.


Tapi tiba-tiba, ia teringat kembali kejadian tadi malam. Perasaannya langsung berubah khawatir dan merasa bersalah seketika.


"Tapi tadi wajahnya baik-baik saja tidak ada bekas kan? Benar baik-baik saja seperti yang dia bilang? Tapi kalau begitu, syukurlah. "


Ujar Kirana dalam hati.


.


.


.


-"Na, Kirana!!"


Panggil Hellen.


Kirana langsung menoleh ke arahnya.


-"Kamu ngelamun ya? Aku dari tadi cerita loh~"


"Oh maaf, iya aku ngelamun.. Maaf, bisa ulangin tadi cerita apa?"


-"Huft, yaudah aku cerita lagi, Jadi.."

__ADS_1


Hellen kembali menceritakan kejadian lucu yang pernah ia alami saat di kampus dengan sabar. Selain itu, Mereka juga membicarakan banyak hal selama perjalanan yang cukup jauh ke perpustakaan. Untung saja, jeda waktu matkul selanjutnya cukup lama jadi mereka bebas untuk berlamaama di luar.


__ADS_2