Cat And Wolf

Cat And Wolf
Spesial Episode : Agus (2)


__ADS_3

Ketika Agus pergi dari kejadian memalukan sekaligus awkward tadi,


Tak disangka, saat ia melewati taman sekitar koridor, ia melihat pemandangan yang membuatnya terkejut sekaligus membuat hatinya terasa hancur.


Gadis pujaan hatinya ternyata telah memiliki pacar.


Mereka berdua sedang berjalan bersama dan mengobrol dengan akrab. Bahkan, pacarnya itu nampak membelai kepala gadis itu saat mereka bercanda.


Karena hal ini, Agus langsung berlari pergi dari sana dan duduk termenung di bawah pohon beringin dengan gayanya yang seperti anak indie. Tampak kesedihan mendalam di wajahnya.


Tak lama kemudian, Dino datang dan menepuk pundak Agus.


" Lancar? "


-" Lancar?.. Loe itu tau gak sih, udah bikin gua... HANCUR "


-"Loe langsung ditolak? Astaga.. Gak nyangka."


Ujar Dino miris.


"Loe itu salah target, bukan Shesil woy! Huhuhu.. Tapi, sisi baiknya loe nyelamatin gua dari keterpurukan yang lebih menyakitkan."


-"Apa? Maksud loe apa?"


Tanya Dino.


Lantas, Agus beranjak dari tempat duduknya dan berjalan beberapa langkah kedepan sembari menatap langit sore yang luas nan indah.


-"Sudah gue putuskan, gue akan lebih fokus sama akademik. Biar ini jadi media gue membalas sakit hati ini!"


Ujar Agus dengan puitis.


"Agus, loe napa dah?"


Tanya Dino mulai khawatir.


Tak lama, Agus pergi dari sana tanpa mengatakan apapun.


Nah, mulai sejak itu, ia lebih fokus belajar hingga ia bisa menjadi asisten dosen.


Agus juga bertanggung jawab terhadap organisasi yang ia ikuti. Berangsur-angsur ia sangat terikat kepada organisasi tersebut, sampai seluruh anggotanya seperti keluarga.

__ADS_1


Karena kesibukkannya itu, ia sampai tak memperhatikan dirinya. Rambutnya tak pernah ia potong.


Namun, suatu ketika saat ia berkaca di depan salon. Ia merasa rambutnya sangat tidak terurus.


Dengan tekad bulat, ia langsung masuk ke salon tersebut.


Agus melakukan perawatan creambath, sedikit merapihkan bentuk rambutnya, dan membeli beberapa produk kesehatan rambut.


-"Nah, mas nya yang rajin pakenya. Biar syantik ulala.. Eike aja juga pake itu. Recommended!"


Ujar pemilik salon dengan riasan cetar dan gaya centil.


"Oh ya, bakalan tak pake terus. Makasih ya Mas."


Ujar Agus dengan tersenyum senang.


-"APA?! MAS? Eike gak salah denger hah? Syantik manjalita gini! Dinda gak syukak!"


Ia lantas memasang ekspresi pundung.


Sementara Agus, memasang ekspresi geli.


Ujar Agus dengan terpaksa.


-"Nah begindang dong! Ngomong-ngomong nih masnya, cuma mas doang yang anak kuliahan sampe ngurus rambut gini disindang. Kenaposeh dirimu?"


Tanya ia sembari mengipas-ngipas dirinya dengan kipas tangan berbulu warna pink.


Tiba-tiba, Agus teringat kembali kenangan pahitnya 2 tahun lalu. Lantas, ia memasang ekspresi sedih kembali.


"Ah, ini bentuk move on saya ma eh mba. Saya ingin fokus ngurus diri dan membuka potensi diri saya lebih dari sebelumnya."


Ujar Agus sembari menatap langit.


Pemilik salon itu lantas ikut menatap langit juga dan memasang ekspresi bingung.


"Makasih ya mba atas sarannya. Saya pergi dulu!"


-"Oh iyes, sama-sama masnya. Sering-sering kemari yee.. Eike tunggu loh kedatangannya!"


Ujar ia dengan ekspresi senang.

__ADS_1


Agus lantas mengangguk-angguk dan pergi dari sana segera.


Mulai sejak itu, Agus punya kegiatan baru,


Yaitu mengurus rambutnya. Harga yang ia keluarkan untuk perawatan rambutnya pun tak sebanding dengan harga yang ia keluarkan untuk makan. Tapi, selama ada kantin fakultas dan kios mamang-mamang dan ibu-ibu yang mematok harga murah, tidak ada yang tidak mungkin.


Akhirnya, ia mempunyai rambut indah, halus, dan berkilau.


Banyak cowok di Kampus itu salah mengira ketika Agus duduk di kursi taman.


Dari belakang, mereka mengira Agus adalah perempuan cantik. Apalagi badan agus yang tinggi semampai.


Tapi, ketika Agus menoleh, seluruh mata yang tertipu langsung tertohok.


Beberapa ada yang sedih dan kecewa, karena ekspetasi nya tak sesuai realita.


Akan tetapi, Agus belum pernah tahu kalau itu semua pernah terjadi.


Ia jadi semakin pede dengan rambut indahnya itu.


Hal yang jarang dilakukan Agus adalah menguncir rambutnya.


Karena, ia berpikir menguncir rambutnya hanya akan menyiksa rambut indahnya dan tak menampakkan seluruh keindahannya.


Tapi sekalinya ia menguncir rambut, ia tampak maskulin.


Para perempuan jadi sering mendatangi Agus dan Agus jadi sering dikelilingi para wanita.


Bukan karena keren dirinya, akan tetapi mereka semua ingin berguru kepada Agus bagaimana cara merawat rambut yang baik dan benar.


Teman-teman Agus sempat mengira ia dikelilingi para perempuan dikarenakan Agus populer. Mereka juga sempat insecure kepada Agus karena salah paham itu. Cowok tampan di kampus saja pernah insecure kepadanya.


Tapi, itu semua tak berlangsung lama ketika Agus memberitahu mereka yang sebenarnya.


Ya jadi begitulah asal mula rambut indah Agus yang tak semua orang tahu.


Agus bertekad memotong rambutnya kalau nanti di tempat kerjanya mengharuskan rambut pendek.


Selama rambut panjang belum dilarang, Agus akan tetap mempertahankan rambut indahnya tersebut.


TAMAT

__ADS_1


__ADS_2