Cat And Wolf

Cat And Wolf
Uluran tangannya


__ADS_3

Ketika ia keluar, matanya begitu dibuat takjub melihat ramainya orang-orang. Bahkan anak-anak juga ada disana. Kirana lantas menyusuri jalan diantara banyaknya orang - orang itu.


Perhatian Kirana tertuju pada para cosplayer, kemudian ke arah panggung besar. Saat ini sedang menampilkan band kampus menyanyikan lagu Pop Indonesia.


Kirana lantas mendekat ke panggung untuk melihat lebih dekat.


"Wahh..keren banget mereka!"


Gumam Kirana mendengar penampilan spektakuler itu.


Orang-orang di sekitar juga ikut menyanyikan lagi yang sama. Antusiasme semua orang benar-benar terasa saat ini. Hal ini membiat Kirana lega, acara yang telah disiapkan berminggu-minggu ini berjalan dengan baik.


Tak lama, seorang perempuan dengan gaya necis datang untuk melihat penampilan band tersebut lebih dekat.


Namun, ia tak berhati-hati dan membawa minuman cup. Tanpa sengaja, minuman tersebut tersenggol oleh para penonton lain dan langsung tumpah mengenai baju perempuan itu.


Sontak, ia sangat terkejut dan langsung marah besar


"Hehh!! Kamu!! Kalo nonton jangan rusuh dong! Ngenain baju ku nih!! Duhhh mana baju putih baru lagi!"


Ujar ia sembari memperhatikan bajunya yang ketumpahan banyak.


"Ma maaf mba, gak sengaja. Lagian mbanya ngapain di belakang bawa minuman cup gak ditutup rapet?"


Ujar cowok yang tadi tak sengaja menyenggolnya.


Lantas, keributan itu membuat orang sekitar menoleh tak terkecuali Kirana.


-"ihh.. Kalo masnya gak rusuh ya gak bakalan gini dong!"


"saya kan udah minta maaf. Mba nya kok ngegas?"


"Apa?! "


Ujar ia tambah marah.


Tak lama, mata perempuan itu langsung tertuju kepada Kirana. Ia tahu Kirana adalah panitia setelah melihat ia mengenakan baju seragam panitia kampus ini (kemeja hitam dan rok batik lilit) juga di perkuat dengan name tagnya.


-"Eh kamu, kan panitia sih? Ambil lap dong apa tisu!"


"... Tapi saya gak ada tisu mba."


-"Duhh,, bentar!"


Ia lantas merogoh dompetnya dan langsung mengeluarkan pecahan uang 50 ribu.


-"Tolong dong beli se-pack. Tolong banget cepet ya! Aku tunggu di deket pohon sana."


Ujar ia sembari menyodorkan uang.


Sontak Kirana jadi merasa heran dengan kelakuan orang satu ini.

__ADS_1


-"Kenapa? Gak mau gitu?"


Tambah perempuan itu.


Mau tak mau Kirana lantas mengulurkan tangannya untuk menerima uang itu walau sangat keberatan.


Tapi tiba-tiba,


tangan Kirana langsung dijauhkan oleh seseorang.


Kirana agak terkejut dan langsung menoleh ke kanan. Seketika, Matanya langsung membesar ketika ia melihat Kak Theo disisinya.


.


.


Dengan wajah datar dan dingin, ia menatap perempuan itu.


-"Maaf ya mba, panitia bukan pembantu. Mbanya bisa beli di stand sana sendiri atau ke toilet di sana. Nanti ada panitia lain yang arahin."


Jelas Theo dengan nada datar.


Namun,perempuan itu langsung terdiam.


Matanya langsung terpana saat melihat wajah Theo.


"... Eh iya mas. Tapi masa iya saya jalan-jalan jauh gitu. Butuh tisu juga dong buat nutupin tumpahannyaa~"


Biasanya kalau di saat seperti ini Theo bisa saja melempar kata-kata tajam, tapi karena sedang ramai pengunjung, ia jadi menahan diri.


-"Maaf, tapi itu bukan urusan kami. Urus sendiri yaa.. Ok?"


Tegas Theo.


Tak lama, Theo melihat panitia lain dan langsung memanggilnya. Kemudian ia meminta tolong dirinya untuk mengantar perempuan aneh ini ke toilet.


Akhirnya, ia pergi dengan ekspresi jengkel sekali.


Namun Theo memasang wajah bodo amat.


Setelah semua itu, akhirnya normal kembali.


Kirana lantas Senyum - senyum melihat ekspresi jengkel Kak Theo itu.


Menyadarinya, Theo langsung menatap Kirana


"Kenapa senyum-senyum gitu??"


-"Pfftt.. Lucu aja sih. Rasa jengkel ku dibantu lampiasin oleh Kak Theo gitu. Hahhaha! "


"Yakin bukan karena cewek lenjeh itu bikin kakak kesel?"

__ADS_1


-"Bukannn.. Kali ini aku setuju banget kalo seandainya kakak tadi mau sumpah serapah juga. Tapi Makasih lohh! Hehhhe.."


Ujar Kirana masih dengan ekspresi senang.


.


.


-"Tadi masa dia nyalahin orang lain disini, padahal dia sendiri ceroboh. Ngegas banget tau marahnya kak.."


Curhat Kirana dengan mata tetap mengarah kepada Band di atas panggung.


Namun, Theo hanya diam mendengarkan dengan senyum samar. Ia sebenarnya senang kalau Kirana cerita soal kekesalannya itu.


.


Setelah band itu tampil, tak lama host acara naik ke panggung dan memberi tahu kepada semua orang disana bahwa Carissa akan tampil habis ini. Sontak, suara riuh penonton terasa membanjir.


-"Carissa.. Carissa.. Carissa!! Wooo!!"


Teriak mereka bersama-sama.


Lantas, ketika Carissa naik ke panggung, suara tepuk tangan langsung terdengar dimana-mana. Kirana langsung ikut tepuk tengan dengan ekspresi senang. Sementara Kak Theo sebaliknya, tetap datar. Setelah disenggol oleh Kirana, kak Theo langsung bertepuk tangan dengan setengah hati.


-" Selamat pagi semuanyaaa~~ Terimakasih atas undangannya dari pihak kampus X, saya suka sekali acara ini dan terimakasih juga untuk sambutannya setiap orang disiniii. Kalian siapp nyanyi bareng?!"


-"Siapppp!"


Ujar mereka semua.


-"Okee..kita nyanyi lagu terbaruku, 'semangat dalam jiwa'. Bareng-bareng okeyy??!!..1!... 2!...3!..yeaahh!!"


Band di belakang Carissa langsung memainkan alat musiknya. Kemudian Carissa menyanyi setelah intro.


Suasana makin meriah dan asik.


Apalagi lagu Carissa kali ini lebih terdengar Rock n' Roll. Tak seperti biasanya ia menyanyikan lagu Pop atau Jazz.


Setiap orang disana juga ikut menyanyi bersama. Bahkan ada yang melompat-lompat mengikuti melodi.


Tak disangka juga, Theo menyukai lagu ini. Karena terdengar nge-beat sekali.


Hari ini Carissa menyanyikan 3 lagu sekaligus tanpa jeda penyanyi lain.


2 lagi pertama sangat nge-beat, tetapi lagu ketiga lebih slow menuju jazz. semua orang sangat menyukainya.


Setelah semua lagu usai dinyanyikan, suara riuh tepuk tangan terdengar .


Kali ini Theo bertepuk tangan dengan antusias.


Sontak Kirana menahan tawa melihatnya.

__ADS_1


Namun ia tetap memilih stay calm.


__ADS_2