Cat And Wolf

Cat And Wolf
Deja vu


__ADS_3

Sore pukul 16.40 WIB


Waktu pulang.


Sebelumnya, setiap panitia sudah dikirimi foto berisi daftar pekerjaan yang harus di selesaikan setiap divisi dalam 2 kali pertemuan tersisa sebelum ujian akhir semester.


Lantas, Kirana segera menuju ke gerbang luar sembari chatting dengan Hellen dan Shella dalam grub yang sudah seminggu mereka buat.


-Hellen : "Eh, Ke Center Plaza yok, ada diskon besar-besaran loh!"


- Kirana :" Serius? Tapi aku belum mandi sore ini, baru pulang."


-Hellen :" malam aja kesana. Sekarang kita main di rumahku dulu, mumpung gak ada orang. Entar aku pinjemin baju heheh~"


-Shella :"Ah, tapi anak kost kayak kita tydack pantas belanja disana bung~~"


-Hellen : "ada diskon 50-70% cuy, aku denger ada toko ice cream baru. Aku traktir dehhh~"


-Shella :"Wah anak Sultann satu ini memang baik banget. Yoklahh hari ini?"


-Hellen :"Iyaa.. Aku jemput deh kalian. Kirana nunggu di depan kampus aja. Nah, Shella  nunggu di TPU terdekat."


-Shella :" Wehh, kamu mau aku diculik wewe gombel hah?!"


-Hellen :"Kalian kan sejenis sih?!"


Kirana lantas tertawa setelah membaca chat teman-temannya. Baginya, mereka berdua itu tiada hari tanpa 'ngelawak'.


Tiba-tiba,


Handphone miliknya direbut oleh seseorang dari belakang.


Sontak Kirana sangat terkejut .


"Ehh!! "


Ujar Kirana spontan.

__ADS_1


Ia lantas menoleh ke belakang.


ternyata, Kak Sean yang merebutnya. Ia melihat Kak Sean sedang tersenyum dan menunjukkan ponsel Kirana yang berhasil ia rebut.


-"Wah-wah.. Main hape itu jangan sambil jalan. Nanti jatoh lagi, bahaya."


Ujar ia sembari mengangkat-angkat handphone Kirana.


"Iyaa kak.. Maaf. Aku lagi asyik ngobrol soalnya , sini kak hapenya."


Kirana lantas mengulurkan tangannya untuk mengambil handphonenya dari Kak Sean.


Tetapi, tiba - tiba Sean langsung mengangkat tinggi handphone Kirana .


"Kak Sean, Jangan iseng gitu dong. Aku mau hangout. Sini kak!"


-"ambil coba, katanya tinggi, masa gak nyampe.."


.


.


Seperti ia pernah mendengar ini sebelumnya.


Ingatannya samar-samar menayangkan kejadian masa kecilnya di depan seorang anak yang lebih tua darinya .


Tetapi, sayang sekali ingatannya hanya sampai situ.


Melihat Kirana yang tiba-tiba terdiam, Sean langsung melambaikan tangan di depan wajah Kirana.


-"Na, Kirana.."


Panggil ia.


.


.

__ADS_1


".... Kak, kapan aku ngomong kayak gitu?"


Ujar Kirana dengan wajah serius bercampur heran.


.


.


Sean lantas baru teringat, seharusnya ia tak mengatakannya, karena itu masa lalu.


-"...ehm, oh tadi itu cuma candaan. Hah~ yaudah nih ambil. "


Sean lantas langsung menyerahkan kembali handphone Kirana.


"Serius Kak? Candaan?"


Ujar Kirana dengan ekspresi serius.


Lantas, Sean terdiam karena bingung.


-"Yaa..kenapa memang?"


Kirana lantas menggeleng dan langsung mengalihkan topik pembicaraan


" Heheh, aku janji gak chattan sambil jalan lagi~ Yaudah aku permisi, selamat sore Kak!"


Ujar Kirana dengan ramah.


-"Iya, hati-hati.."


Jawab Sean.


Lantas, Kirana melambaikan tangannya, kemudian berlari kecil menuju ke luar gerbang kampus. Sementara Kak Sean beranjak pergi ke tempat parkir.


Ketika itu, Kirana menoleh kembali ke arah Kak Sean yang berjalan menjauh.


Ia lantas menunduk dan memelankan langkah kakinya.

__ADS_1


"Rasanya aneh tadi, deja vu banget. Tapi siapa dia? Pasti ada sesuatu. Ckkk, lagi-lagi aku cuma bisa mikir-mikir aja. Kapan aku bisa taunya kalo Kak Sean kayak nutupin gitu?"


Gumam Kirana


__ADS_2