Cat And Wolf

Cat And Wolf
Festival seni


__ADS_3

Festival seni budaya dan bakat akhirnya diselenggarakan di pertengahan bulan januari.


Ada banyak sekali orang berdatangan di festival dalam kampus ini. Apalagi, karena dibuka untuk umum dan penyelenggaraannya pun tidak setengah-setengah.


Di festival hari pertama ini, ada banyak tamu undangan penting seperti gubernur, wakil gubernur, tokoh-tokoh kesenian, beberapa influencer dan masih banyak lagi.


Di hari pertama ini pertunjukkan yang akan diselenggarakan adalah tari dari berbagai daerah, pertunjukan musik akustik dengan alat musik tradisional, dan ada band kampus serta ada penyanyi terkenal.


Untuk itu, hari pertama ini para panitia sangat sibuk sekali. Terutama hingga jam 12 siang nantinya.


Sekarang sudah menunjukkan pukul 9 pagi dan Kirana masih sibuk mondar-mandir.


Di sela-sela itu, notifikasi pesan masuk berbunyi di ponselnya. Kirana lantas menyempatkan diri sejenak untuk membaca dan membalasnya.


Pesan tersebut dari teman-temannya.


-Shella :"Kirana.. Kamu bisa hangout gakk?"


-Hellen :"Wah asik banget tauu acaranya! Keren sih kaliam para panitia bisa bikin acara seasik ini!"


-Kirana :"Huhuu.. Aku pengen, tapi lagi gak bisa T_T "


- Hellen :" Yahhh~~~ kami paham sih, pengen kami culik kamu, tapi takut ketauan kating killer!"


-Shella :"Bener tuh, apa kita suruh Kirana keluar bentar, terus kita culik diem2?"


-Kirana :" Hhahahah udah guys. Aku masih sibuk. Entar kalo udah lowong aku kasih tau ya!"


-Shella :"Okee bestiee!! Langsung yuppp!"


-Hellen :" iya bener sist. Yaudah kamu nunggu kamu ya disini!"


-Kirana :"Jangan ditunggu, menunggu itu gak enak! Hehehe yaudah byee.."


Tutup Kirana.


Kirana lantas menunjukkan ekspresi agak murung karena tak bisa menikmati acara ini dengan leluasa.


Tiba-tiba,


Tak lama seseorang menghampiri Kirana dan mencengkram pergelangan tangan Kirana.

__ADS_1


Yang tak lain adalah Kak Shesil.


-"Kirana,help me!! Temenin kakak nyambut Carissa sama nunjukkin ruangannya juga."


Ujar ia agak tergesa-gesa.


"A apa? Carissa? Penyanyi solo terkenal ituu?! Serius ini kak? Ehm, tapi kok aku? Aku kan maba.."


Ujar Kirana ragu.


-"Udah gak apa-apa , kakak gak menerima penolakkan dan gak mau cowok yang nyambut. You know lah, cowok~ ayokkkkk!"


Ujar Kak Shesil. Ia lantas menarik tangan Kirana agar Kirana ikut bersamanya.


Akhirnya, Kirana mengikutinya.


Rasanya nervous sekali akan bertemu public figure dan melihatnya langsung.


Saat itu mobil Carissa masuk lewat gerbang khusus yang tidak ramai orang.


Kak Shesil dan Kirana lantas menunggu di depan pintu masuk. Disaat itu lah beberapa asisten Carisaa masuk dan membawakan pakaiannya yang dilapisi plastik bening. Tampaknya ia akan menggunakan gaun batik setungkai berwarna ungu.


Sampai tak sengaja ia tersenggol oleh Mereka, untung Kirana tak sampai jatuh.


Sementara Kak Shesil langsung menunjukkan tempat rias yang sudah disiapkan kepada para asisten.


Tak lama, Carissa pun datang dengan 5 body guard di sekelilingnya.


Ia tampak cantik sekali. Uniknya ketika ia datang, ia menggunakan busana sederhana, kaos putih dan celana training juga sepatu kets.


Dengan sopan dan agak gugup Kirana lantas mengarahkan Carissa


"Kak Carissa, mari ikut saya~"


Ujar ia dengan tersenyum.


Carissa lantas mengangguk kemudian mengikutinya beserta para body guardnya.


.


.

__ADS_1


Ketika dalam perjalanan, tiba-tiba Carissa mengatalan sesuatu kepada Kirana


-"Kamu tadi gak apa-apa?"


Sontak Kirana terkejut.


-"Tadi aku liat pas keluar dari mobil , kamu gak sengaja ke senggol asisten ku kan? Maaf ya.. "


Tambah Carissa dengan ramah.


Mendengar itu Kirana semakin tak percaya, Carissa orangnya seramah itu. Kirana jadi merasa ada banyak sekali orang ramah di sekelilingnya.


"Oh gak masalah Kak. Saya gak apa-apa kok.


Oh ya Kak, ini ruangannya~"


Tunjuk Kirana.


Kemudian Carissa mengangguk sembari tersenyum. Ia lantas masuk ke ruang rias tersebut.


Setelah itu pun Kirana rasanya masih nervous sekali sekaligus senang.


("wah jadi gini rasanya ngobrol sama penyanyi?")


Ujar Kirana dalam hati.


Setelah itu, Kirana menunggu hingga ada konfirmasi dari Kak Shesil.


Setelah beberapa lama, akhirnya Kak Shesil keluar dari ruangan tersebut dan langsung menghampiri Kirana.


"Oh Kirana, maaf lama nunggu ya? ini udah selesai, kayaknya tugas lain bisa diurus sama panitia lain. Kalo kamu mau keluar, bolehh~ tapi sekalian cek ya keadaan diluar, kayak patroli gituuu dehh, kalo ada kendala tolong hubungi kami, Oke?"


Ujar Kak Shesil. Tapi kali ini dengan nada lebih santai, tak seperti biasanya.


-"Wah, Oke deh. Makasih kak~ kalo butuh bantuan lagi chat aja!"


"Okeee!!"


Ujar Shesil. Ia lantas mengacungkan jempol.


Setelah diberi izin, akhirnya Kirana bisa pergi keluar dan menikmati festival seni dengan leluasa sembari menjalankan permintaan Kak Shesil tadi.

__ADS_1


__ADS_2