Cat And Wolf

Cat And Wolf
Peka


__ADS_3

Setelah mereka selesai menghabiskan jajanan, Kirana dan Kak Theo lantas melihat - lihat sekitar. Pengunjung tampaknya agak berkurang karena saat ini sedang jam istirahat (pukul 12 siang) . Acara akan mulai lagi jam  1 siang nanti.


Tiba-tiba , Kirana baru menyadari satu hal.


-"Kak,tunggu..ini kan baru istirahat, kenapa kakak udah istirahat dari tadi?"


Tanya Kirana dengan mata agak membesar.


Lantas,  Theo terdiam beberapa saat karena bingung mau menjawab apa. seharusnya ia masih panitiaan sampai jam 12.


"Lah.. Kamu sendiri kenapa gak panitiaan? Wah, maba gak bertanggung jawab~"


Ujar ia malah melempar pertanyaannya balik.


-"Aku mah udah diizinin sama kak Shesil. Lah Kak Theo kan wakil ketua, kenapa disini?"


Ujar Kirana dengan ekspresi menghakimi.


"pekerjaanku udah dikerjain sampe tuntas. Sisanya anak buah yang laksanain tugas masing-masing. Itu kalo mereka gak bingung lagi sih."


Jelas Theo dengan ekspresi cuek.


-"Yakin tah lancar tanpa ada Kak Theo disana? "


Ujar Kirana dengam ekspresi remeh.


"Kenapa gak percaya? Gak ditelfon berarti 100% lancar."


-"hemm.. Iya percayaaa dehhh~"


Ujar Kirana dengan setengah hati.


Sementara Kak Theo tersenyum samar.


.


.


.


Tak lama, Mata Theo tertuju ke arah lain. Ia langsung mengenali 2 orang perempuan teman Kirana dari kejauhan. Nampak Shella berwajah pucat sementara Hellen menertawainya.


"Itu temen-temenmu. Sana ke mereka."


Ujar Kak Theo yang tak lama mengalihkan pandangan ke arah Kirana.


Lantas,Kirana langsung menoleh ke arah teman-temannya.


-"Oh iyaa! .. Kak, abis ini gak ada kerjaan lagi kan?"


Kak Theo langsung merespon dengan anggukan.


-"Yaudah. Aku tinggal ya kak.. Makasih udah nemenin jajan!"


Ujar Kirana dengan ekspresi senang.


Kemudian, Ia langsung berlari ke arah teman-temannya.


.


.

__ADS_1


.


Saat ia sampai di hadapan teman-temannya, mereka langsung menyambut Kirana dengan ekspresi senang. Walau Shella masih tampak lemas karena mules-mules habis makan pedas.


Interaksi diantara mereka langsung terlihat akrab dan asyik sekali. Bahkan ada candaan..


Tanpa sadar, Theo masih berdiri di tempat dan memperhatikan Kirana yang sedang mengobrol asyik dengan teman-temannya.


Hingga, akhirnya ia menyadarinya sendiri.


"Ckkk.apaa sihh!"


Ujar Theo sembari memutar bola matanya. Kemudian, ia pergi dari sana.


_____


Hellen tak lama menyadari keberadaan Kak Theo saat ia beranjak dari sana. Untuk beberapa saat, Hellen terdiam berpikir hubungannya dengan Kirana.


-"Kirana, kamu tadi sama Kak Theo ya?"


Tanya Hellen.


Tak lama, pandangan Shella dan Kirana langsung tertuju ke arah Hellen.


Kirana kemudian mengangguk.


-" KOKK BISAAA??!!"


Ujar Hellen dan Shella bersamaan dengan wajah sangat kaget.


Sementara,Kirana juga ikut terkejut karena suara mereka.


-"Apwahhh?!! Eh, masa iya maba bisa akrab ama dieee?? Dia kan kating judes, dingin, dan penguasa organisasi di kampus!"


Ujar Shella heboh.


"Kak Sean gimana dong terusan?!"


Tambah Hellen.


Sementara Kirana langsung menunjukkan ekspresi meringis.


"Satu-satu dong~ mending ngomongnya sambil jalan aja. Panas disini!"


Akhirnya, mereka segera beranjak dari tempat berdiri menuju ke tempat teduh, dibawah pohon.


-"Kirana. Lanjut dong ceritaa.."


Ujar Shella dengan cepat.


"pemaksaan~ Iya iyaa! Hemm.. Aku sama Kak Theo b aja kayaknya deh. Namanya juga panitiaan. Terus Kak Sean, kenapa memangnya tiba-tiba bahas dia?"


Ujar Kirana yang lantas mengangkat sebelah alisnya.


Sontak, Shella dan Hellen menarik nafas panjang dan menepuk kening. Tak percaya dengan pernyataan di luar ekspetasi mereka.


" Aku sebenernya agak kaget sih akhirnya kamu berhasil nunjukkin Kak Theo gak sebengis itu. Tapi, kamu harus jaga jarak! Aku Tim Sean-Kirana!"


Ujar Hellen dengan wajah serius. Lalu ia menepuk-nepuk pundak kirana.


-"hemm, aku tahu kita berdua jomblo dari lahir, tapi bukan berarti itu menjadikanmu tidak peka wahai bestiekuuu~"

__ADS_1


Tambah Shella.


"wow,kalian berdua jomblo dari lahir? OMG, aku udah pacaran 2 kali dari SMA. Wah, Tapi kalian keren sih!!"


Ujar Hellen sembari menepuk-nepuk bahu Kirana dan Shella.


-"Hiks, sudah.. Jangan dibahas."


Jawab Shella dengan wajah seolah sedih.


.


.


.


-"Ehm,kamu inget kan pembicaraan kita pas taun baruan lalu? Coba di buktikan aja dulu Kirana. Gak mungkin banget hubungan kating-dekting sedekat ituu.. Mana dia dari ceritamu orangnya perhatian bangett!! ~"


Ujar Shella dengan gaya lebaynya yang khas.


"Bener tuhh.. Memang kamu gak ngerasa ada somethingg gituu??"


Tambah Hellen.


Lantas,Kirana langsung terdiam, ia sedang berpikir dan mencerna topik pembicaraan ini. Tak lama, ia mengerutkan dahinya .


"Hemm..mungkin aja kan ada orang yang memang sosoknya kakak-able?"


Ujar Kirana dengan wajah serius.


.


.


-"OMGG!! Shella!! Memang Kirana dari dulu beginii?!"


Ujar Hellen sembari menggenggam tangan Shela karen merasa shock.


"Gakk Lenn.. Gak separah ini!! Dulu dia orangnya agak peka. di campakkan satu cowok langsung berefek parah begini huhuhu.. Disini ada pembimbing konseling kan? Coba bawa dia ke beliau! "


Ujar Shella dengan wajah prihatin.


-"Loh, kamu kira mau konsul masalah kampus Shel?"


Jawab Hellen. Ia lantas tertawa kecil.,


"Kalian napa sihh?? Aku normal kok~ pfft.. Udah-udah.. Urusan mereka biar aku aja yg urus yaa.. Gak baik asal peka gitu. Hehehe.. Udah yuk, pergii!"


Ujar Kirana sembari mendorong Hellen dan Shella pergi.


"Iya-iya! Kami jalan nih! aku yakin kamu sembunyiin sesuatu Kirana dari kami!"


Ujar Hellen sembari menoleh ke belakang, ke arah Kirana.


-"Ah,masa sih? Perasaan udah aku ceritain semua~"


Ujar Kirana sembari tersenyum.


Sementara Hellen dan Shella kembali menggerutu kesal.


Kirana memang sebenarnya sudah merasakan ada sesuatu dengan Kak Sean semenjak ia sering menemui Kirana dan memberikan sesuatu. Tapi ia sendiri memang tak ingin terlalu cepat mengambil kesimpulan. Bagi Kirana, pengalaman orang lain dan pengalaman masa lalu diri sendiri adalah pembelajaran untuknya.

__ADS_1


__ADS_2