Cat And Wolf

Cat And Wolf
Festival seni day 2


__ADS_3

Hari kedua Festival Seni dan bakat.


Hari kedua ini dan seterusnya akan diwarnai dengan perlombaan.


Ada banyak sekali peserta yang ikut. Ada kategori SMA, Kuliah, dan Umum.


Nantinya juara akan diambil berdasarkan kategori masing-masing.


Suasana hari kedua ini tak kalah ramai, bahkan jauh lebih ramai. Bus sampai mobil dari berbagai Sekolah, komunitas, dan kampus datang membawa peserta lomba.


Kirana dan beberapa panitia lainnya mengarahkan para peserta menuju ruang runggu kemudian diberi arahan mengenai sistem perlombaan nanti. Setelah itu, para peserta diantarkan ke ruangan yang sangat luas untuk mereka bersiap-siap.


Lombanya ada banyak, mulai pukul 09:00 - 10:00 adalah perlombaan tari, mulai dari tari tradisional sampai tari kreasi.


Semua penari menggunakan kostum yang sangat indah dan terbilang kreatif karena mereka menggunakan kreatifitas untuk membuatnya.


Setiap penonton dibuat berdecak kagum menonton semua pertunjukkan itu.


Lalu pukul 10:15-12:00 adalah lomba akustik dengan alat-alat musik tradisional.


Keren sekali para peserta bisa mengaransemen lagu. Selain lagu daerah, ada juga lagu pop Indonesia.


Setelah itu, waktu istirahat sampai jam 1 siang.


Kirana cukup lelah hari ini. Ia langsung duduk di kursi terdekat dengan pendingin ruangan.


Ia pikir hari ini ia dapat banyak waktu free. Ternyata tidak.


Ia mengirim pesan kepada teman-temannya kalau ia hari ini tak bisa jalan dengan mereka.


Untungnya Shella dan Hellen dapat mengerti itu.


.


.


"Kiranaa..."


Panggil Erika dari pintu masuk.


Lantas,Kirana langsung menoleh ke arahnya.


"Waktunya makan siang. Udah dipanggil sama yang lain. Yuk kesana!"


Ujar ia kepada Kirana.

__ADS_1


-"Ohh oke! Ayok bareng kesana."


Jawab Kirana.


Ia dan Erika lantas berangkat ke ruangan yang disiapkan untuk makan para panitia.


Ruangan tersebut ada di lantai 3 dan cukup luas.


Ada banyak panitia disana, beberapa sudah mulai makan duluan.


"Aku ambil jatah makan kita ya, kamu cari tempat duduk aja."


Ujar Erika.


-"Oh makasihh.. Oke aku cari dulu!"


Ujar Kirana sembari mengacungkan jempol.


Kemudian, ia memilih duduk di dekat jendela.


Karena ini di lantai 3, ia bisa melihat pemandangan indah dari jendela. Ia tak menyangka ada spot sebagus ini di kampusnya. Tentu ini jadi penyegaran mata baginya.


Beberapa lama kemudian, fokus Kirana teralihkan saat ia tak sengaja mendengar suara Kak Sean.


Ia sontak menoleh ke asal suara.


Nampaknya membahas soal acara hari ini. Bahkan saat istirahat pun ia terlihat sibuk.


.


.


Setelah ia selesai mengobrol, Kirana langsung memanggil dirinya.


"Kak Sean!"


Ujar Kirana sembari melambaikan tangan.


Tak lama, Sean langsung menoleh dan menyapa Kirana. Lalu, ia duduk di kursi depan Kirana.


"Kenapa? apa ada hal sulit?"


-"Oh enggak.. Aku tadi pengen nyapa aja. Semenjak hari terakhir persiapan, kan kita gak ketemuan. Kakak lagi sibuk banget?"


Lantas, Sean mengangguk. Namun ia kali ini terlihat lebih canggung mengobrol dengan Kirana.

__ADS_1


"Ya.. Tapi pasti kamu juga. Semangat~! Yaudah kamu makan cepetan, kakak juga baru mau makan. Kamu sendirian?"


Kirana kemudian menggeleng


"Aku sama Erika. Dia lagi ambil makan."


-"Ohh gitu. Yaudah kalo gitu kakak tinggal ya.. Kalo ada hal sulit kamu tanya sama kating manapun bisa~"


Ujar Sean.


Ia lantas tersenyum. Kemudian beranjak dari kursinya.


Kirana menjawab dengan mengangguk. Setelah itu, Kak Sean langsung pergi dari sana.


Tentu hal ini membuat Kirana agak merasa aneh. Tak biasanya ia begini. Seperti ada hal mengganjal.


Tak lama, Ericka datang sembari membawa nampan berisi dua porsi makanan untuk mereka berdua juga minuman dan camilan.


.


.


"Ngantrinya lama ya?"


Tanya Kirana dengan nada agak khawatir.


-"Ehm.. Aku bingung mau ambil makan apa. Soalnya prasmanan hehhe..aku ambil sayur sama lauknya ini. Kamu suka?"


Kirana langsung mengangguk sembari tersenyum.


"Makasih yaa.."


Kemudian, Kirana memakan camilan terlebih dahulu. Tetapi selama itu, Ekspresi wajahnya tampak sedang memikirkan sesuatu.


Tentu karena respon Kak Sean tadi. Erika langsung paham. Sebenarnya ia tadi sempat menunggu Kak Sean dan Kirana selesai mengobrol. Ternyata tak selama yang ia pikirkan.


"Na,kamu baik-baik aja?"


Tanya Erika.


"Yaa tentu. Kenapa?"


Ujar Kirana dengan ekspresi penasaran.


"Gak..soalnya kamu keliatan lagi banyak pikiran."

__ADS_1


"ohh iya jelass, karena panitiaan melelahkan banget. Tapi abis makan pasti langsung seger lagi! Yaudah ayok makan jangan mikirin yang lain-lain!"


Kirana lantas tersenyum.


__ADS_2