Cat And Wolf

Cat And Wolf
One step ahead


__ADS_3

Pukul 17.20


Waktu istirahat.


Semua panitia akhirnya dibolehkan istirahat.


.


.


"Dek,hari ini karena tempat makan biasa kita delivery lagi tutup, jadi kita beli masing-masing dulu ya? Jugaan waktunya mepet banget mau nyari tempat lain~"


Ujar Kak Yuli, dari divisi Kirana


-"Iya kak~"


Jawab beberapa dari mereka serentak.


Suasana jadi lebih ramai seketika dengan obrolan setiap orang disana.


Setelah mendengar itu, Erika langsung menghampiri Kirana yang sedang menggunting-gunting kertas warna-warni.


"Kirana, mau keluar makan bareng gak?"


Kirana lantas menoleh ke arah Erika dan langsung mengangguk.


"Oke, bentar ya~"


Kirana lantas meregangkan tubuhnya setelah lama duduk dalam posisi tak berubah.


Kemudian, ia mengambil tasnya dan merogoh ponselnya dari dalam tas tersebut.


Ketika ponselnya dihidupkan , barulah ia sadar Kak Sean ternyata mengirimkan pesan.


Kirana segera membalas pesannya.


"Maaf kak, aku baru cek hape. Tapi, aku udah terlanjur janjian sama temenku."


Balas Kirana.


.


.


.


Tak lama kemudian, Kak Sean langsung membalas


"Oh ya sudah. Kamu bisa nunggu gak? Kakak mau ke ruangan divisimu."


Setelah membaca itu, mata Kirana seketika membesar.


"Eh, kenapa tiba-tiba?"


Ujar Kirana.


-"Ada apa?"


Tanya Erika.


"Ada kating mau nemuin aku. Tunggu bentar bisa?"


Tanya Kirana.


Lantas Erika mengangguk.


Kirana langsung membalas dengan meng-iyakan pesan Kak Sean.


Akhirnya, Kirana dan Erika duduk di kursi yang tak jauh dari pintu keluar sembari menunggu.


.


.


Beberapa saat kemudian, Kak Sean benar-benar datang.


Beberapa orang seangkatannya langsung menyapa, begitu juga dengan adik tingkatnya.


Tapi, Sean justru langsung menghampiri Kirana.


"Kirana.."


Panggil ia berdiri di dekatnya.


Kirana langsung menoleh ke arahnya setelah mendengar itu.

__ADS_1


-"Eh, iya Kak? Ada apa?"


Tak lama, Sean langsung memberikan sebuah paperbag berisi sesuatu.


Kirana yang agak bingung lantas menerimanya


"Loh apa ini kak?"


-"Gantinya gak jadi makan tadi."


Jawab Sean


Seketika, Kirana makin bingung.


Tetapi, teman-teman Sean langsung berisik, heboh ketika melihat perlakuan Sean .


Saat mendengar kebrisikan itu, Kirana menoleh ke sekelilingnya, karena bingung dengan apa yang terjadi.


"Tapi kak, kenapa..."


-"Udah terima aja. Oh ya, itu ada double jusnya, kamu bisa bagi ke temenmu."


"oh makasih banget kak.. Besok gantian aku deh yang neraktir."


-"Gak usah. Yaudah, kakak balik ya."


"Iya.. Terimakasih kak~"


Ujar Kirana lagi.


Lantas, Sean langsung tersenyum ke arahnya, kemudian ia beranjak pergi .


.


.


.


Sontak , hal itu langsung jadi perbincangan kating disana.


-"Woah, Ada apa itu Sean tiba-tiba?"


"Berita besar, kasih tau temen di sebelah . Yok lah sekalian ngajak yang lain makan bareng~"


"yuk!"


.


-"Kirana, jadi gimana? Mau makan dimana kita?"


Tanya Erika


"eh? ,ayok di... Warung Bu vivi aja."


-"Apa gak kejauhan?"


"Gakk..  biar gak ketemu para kating lagi. Udah yok, langsung berangkat~"


Ujar Kirana yang langsung menarik tangan Erika.


Mereka lantas segera pergi ke tempat tersebut.


____


"APAAA?? serius??"


Ujar Shesil yang mendengar langsung dari teman-teman sedivisi Kirana.


Mereka semua sedang mengobrol di rumah makan terdekat .


-"Iyaaa.. Wahh, ada apa ini??"


"apa ya yang bikin dia jadi begini ke adek tingkat itu?"


Ujar Dino yang ikut nimbrung.


".. Duh, makin susah nih! "


Ujar Shesil sembari memegang kepalanya dengan tangan kanannya.


-"Wihh kenapa loe? Suka ama Sean?"


Ujar Yuli.


Sontak, Dino yang mendengar itu langsung terkejut.

__ADS_1


"Ya kali! Gebetan gua beda uy. Ini masalahnya soal integritas tim shipper gua."


Jawab Shesil.


Setelah mendengar itu, Dino kembali tenang. Ia memang masih menyukai Shesil sampai sekarang.


-"Ohh gua maksud.. Tapi cocok kok Sean.."


"Ssssttt.. Orangnya disini woy!"


Ujar salah satu teman mereka yang melihat kedatangan Sean dengan Agus.


.


.


.


.


Agus lantas menyapa mereka semua sembari tersenyum lebar


"Hei para gadis dan cowok satu ikut2an nimbrung, lagi gibah soal apa?"


Ujar Agus, menyadari ada Dino diantara ke 4 perempuan itu.


Lantas, Dino seperti memberi bahasa isyarat kepada Agus agar ia peka.


Agus hanya membalas dengan ekspresi heran.


-"Gak ada pembahasan julid diantara kami. Tumben sama Sean, si Theo mana?"


Ujar Shesil.


"Kayaknya lagi gak mood kesini. Yaudah gua mesen dulu ya. / Eh Dino, sini gabung.. Malah sama cewek-cewek, kenapa lu? "


Ledek Agus.


-"Gak ngapa-ngapa kok Agus ~ yaudah gua gabung bareng kalean ye??"


Ujar Dino dengan nada ditekan.


Akhirnya, ia terpaksa ikut dengan mereka.


Kemudian, para perempuan itu melanjutkan obrolan mereka kembali


"Tapi dia kan famous banget sih terutama di jurusannya sendiri? Wah bakal banyak yang heboh nih~"


Ujar salah satu dari mereka dengan berbisik.


-"Iya sih.. Wah bayangkan~"


"Hei, udah sist jangan dibahas lagi. Mungkin aja gak sesuai pikiran kita tadi."


Ujar Yuli.


-"Iya bener tuh, mending bahas festival nanti jadi ngundang musisi terkenal apa gak, ye gak?"


Ujar Shesil sembari menaik turunkan alisnya.


"Gua setuju undang Dermaga Band!"


-"No, Themasif Band aja, penyanyinya cute gitu lohh~"


Lantas, mereka menjadi lebih heboh lagi saat membahas itu. Kebrisikan itu membuat Sean, Agus, dan Dino menoleh ke arah mereka.


"Wah.. Gitu ya cewek?"


Ujar Agus.


-"Kenapa loe heran? Biasanya juga sering dikerubungin mereka."


Ujar Dino sembari memakan bakwan.


"Beda, pas itu mereka cuma minta tips rambut indah kayak gua. Hemm.. Apa gua rilis buku tips n' trick aja ya?"


-"emang bakalan laku ?"


Ujar Dino tajam


"Entar, Gua paksa loe beli! "


"hey, udah-udah.. Pesen makanan gih, cepet."


Ujar Sean.

__ADS_1


"Iya sorry Sean~ heheh"


Ujar Agus.


__ADS_2