Cat And Wolf

Cat And Wolf
OSPEK 3 - Unexpected


__ADS_3

Setitik sinar mulai terlihat di depan mata. Awalnya kabur, Lama-lama titik itu mulai jelas dan terlihat terang Di sekelilingnya.


Samar, terlihat plavon ruangan tak terlalu besar. Lalu dindingnya berwarna biru muda.


Di kirinya Kirana melihat ada tiang, tiang infus(?)


Pikir ia.


Sesaat pikirannya menjelajah ingatan terakhir kenapa ia bisa disini. Ia sempat bingung,


Kepalanya mulai terasa sakit.


"Oh iya!"


Ingatannya kembali.


Spontan, ia langsung bangun dalam posisi duduk di atas kasur Klinik kampusnya.


-"Eh nak, tiduran aja! Jangan bangun tiba-tiba!"


Ujar salah satu perempuan berpakaian rapih yang merupakan perawat di klinik itu. Ia langsung menghampiri Kirana setelah melihatnya bangun tiba-tiba.


"Duh, udah jam berapa sekarang bu?"


Tanya Ia lirih sembari memegang kepala.


-"sebentar lagi waktunya pulang. Sudah berbaring lagi saja."


"tapi kan sudah mau tutup kampusnya."


Mendengar hal itu, ibu Itu langsung tersenyum lembut.


-"Gak nak.. Selama masa ospek mah kampus tutupnya jam 9,kadang jam 10! Banyak kegiatan yang diurus kating. Nyiapin ini itu. Kadang ngejer tugas juga."


"Sampai semalam itu?"


Ujar Kirana agak kaget.


-"Iya, entar kamu pas udah tahun-tahun tua juga ngerasain kayak mereka. Jaga kesehatan loh ya! Ini minum vitamin. "


Ujar ia sembari memeriksa Kirana dan memberikan beberapa vitamin yang tidak diketahui Kirana apa saja.


"Iya, terimakasih bu."


Lalu, ia segera meminum vitamin-vitamin yang diberikan ibu itu.


-"Kamu maba tapi kelihatan sudah kekurangan asupan gizi. Makan nya dijaga. Ibu tau, kamu makan mie depan kampus terus ya?"


"Lah, kok ibu tau?"

__ADS_1


Wajah Kirana berubah heran.


-"Halah, langganan para mahasiswa yang mager masak! "


Ujar ia dengan nada bercanda.


" Hehehe iya sih bu... Oh ya kalau boleh tahu, tadi yang bawa aku kemari siapa bu?"


Tanya Kirana penasaran.


-"Kenapa memangnya nak?"


"untuk jaga-jaga aja kalau ketemu orangnya. Takut di omongin. Heheheh"


-"Hahaha kok kamu overthinking? Kalau mau tau, masih di depan kok orangnya, nungguin tau~. Tadi pergi sebentar sih ngurus acara. Yaudah istirahat lagi ya, ibu urus anak yang lain dulu."


Ujar ia sembari tersenyum lalu menepuk lembut pundak Kirana.


Kemudian, ia pergi mengurus anak yang lain, sepertinya ada selain Kirana yang sakit.


Sedangkan Kirana kembali berbaring dan terdiam beberapa saat menatap langit-langit. Suasana hening sekali sampai suara denting jam terdengar.


"..ngurus acara? Pasti Panitia, kating dong? Pengen bilang makasih, tapi gak tau orangnya. Yaa.. Mungkin lain kali kalo udah tahu deh~"


Ujar Kirana samar.


.


.


Ujar Kirana lagi yang tiba-tiba teringat janjinya.


Seblak seperti mengalihkan pikirannya.


" Hah.. Yasudahlah ikhlaskan.."


Ia lantas menghela nafas.


Lama kelamaan, Kirana tertidur dengan sendirinya.


Kirana begadang tadi malam hanya untuk mengerjakan tugas dari kating. Namun, tak sangka sudah mengerjakan pun tetap dapat hukuman. Tapi ia tidak marah sih, soalnya dulu MOS SMA juga sistemnya begini walau di perkuliahan lebih keras.


Sementara, setelah mengurus maba lain yang sakit, ibu itu langsung cek keadaan Kirana. Namun, Kirana sudah terlelap.


Kemudian, ia pergi ke depan klinik menengok seseorang.


-"Nak, pergi saja tidak apa-apa. Kan ibu jagain."


Tak lama, orang itu menolehkan pandangannya dari ponselnya.

__ADS_1


Yang tak lain wakil ketua panitia itu.


"tidak apa-apa, sudah selesai juga tugasku . Terimakasih ya bu."


-"Iya sama-sama. Nak Theo, masih ada kegiatan lagi?"


"Oh, untuk hari esok gak ada persiapan khusus sih bu. Sudah dipersiapkan kemarin. Oh ya, anak itu belum bangun?"


-"Tadi udah sih, tapi tidur lagi. Keadaannya memang kurang fit dari awal. Memang kalian gak sadar?"


"... sudah kami perhatikan setiap maba sebelum mulai setiap acara. Tapi ia , tidak terlihat sama sekali kalau sedang tidak fit."


Ujar ia yang tiba-tiba menunduk.


-".... Ibu paham. Beberapa orang keliatan sehat diluar. Kamu khawatir ya nak? "


Ledek ibu itu


"ah, Gak kok. Yasudah saya pamit pulang ya bu. Oh iya, satu lagi.. Jangan kasih tau dia siapa yang udah bawa dia kesini ya bu. "


Ujar kating itu, Theo dengan nada agak canggung.


-" iyaa.. Ibu paham. Yaudah, hati-hati.."


Jawab ia. Ibu ini paham, Theo memang bukan orang yang suka banyak interaksi dengan adik tingkat. Apalagi Theo, anak itu berpikir sisi lembutnya kalau ketahuan justru akan merusak imej tegas dan dinginnya itu sebagai panitia OSPEK.


Lantas, Theo segera mengambil tasnya yang ia taruh di bangku sampingnya. Kemudian, ia beranjak pulang segera.


Sementara, ibu itu menggeleng pelan mengingat tingkah Theo.


.


.


Tapi tiba-tiba, baru beberapa langkah Theo pergi, ia langsung menghentikan langkahnya dan berbalik badan.


"Telfon ya bu kalau dia ada butuh apa gitu."


-"Yaampun, pulanglah nakk.. Klinik ibu lengkap, sana!"


Tegas ia.


"Iya-iya saya pulang.."


Barulah , ia benar-benar pulang dari sana.


-"yaampun, baru kali ini liat sisi dia yang seperti ini~ "


Ujar Ibu itu gemas dengan suara samar .

__ADS_1


__ADS_2