Cat And Wolf

Cat And Wolf
Missing


__ADS_3

Sesampainya di kost-an,


Kirana segera membereskan barang-barang kuliahnya hari ini, kemudian pergi mandi.


Setelah melakukan semua itu, ia mengistirahatkan tubuhnya diatas kasur sembari mengecek agenda yang ia buat di ponselnya.


.


.


"Hemm.. Besok minggu lagi~ ngapain ya?"


Ujar Kirana sembari berpikir.


Tak lama, pandangan Kirana beralih ke tanaman kaktus dari Kak Sean yang ia taruh dekat jendela.


Ia sudah tak sabar untuk melihat bunganya mekar dengan sempurna dan menunjukkannya.


Tapi, tiba-tiba ingatannya kembali flashback ke pembicaraan ia dan Kak Sean sepulang dari mencari buku dan makan.


Kak Sean menanyakan tempat tinggal Kirana saat kelas 3 SD, lalu ia juga tahu setelah itu Kirana pindah.


Hal ini membuatnya menjadi seperti teka-teki.


.


.


"Hahhh.. Apa ya? Apa dia kenal orang tua ku? Aku juga belum pernah cerita apapun. Apa sih sebenarnya yang aku lupain??"


Gumam Kirana sembari tetap memandang kaktus tersebut.


"Ah, tanya mama!"


Dengan segera, Kirana  mengambil ponselnya dan mengetik pesan.


'Ma, mau tanya.. Dulu sebelum kita pindah pas aku lulus kelas 3 SD, aku punya temen deket yang tetanggan sama kita gak sih? Atau mama punya kenalan yang anaknya sekolah di kampusku gak?'


Lalu, Kirana segera mengirimnya,setelah itu, menaruh ponsel itu di sampingnya.


.


.


Tak lama kemudian, ada balasan masuk dari ibunya. Lantas,Kirana segera membuka ponselnya lagi.


"wihh cepet amat balesnya? Pasti lagi gak bisa tidur~"


Gumam Kirana.


Lalu, ia segera membaca pesan tersebut.


.


.


Mama : " kamu dulu punya banyak temen yang tetanggaan ama kita. Mama gak ingetlah namanya. Terus gak ada kenalan mama yang sekampus anaknya sama kamu."


Sontak, Kirana langsung cemberut.


" hah... Kalo kayak gini gimana aku bisa tauu??"


Gerutu ia.


Beberapa saat kemudian, notifikasi pesan masuk dari ibunya lagi berdering.


" Besok mama mau ke kost-anmu. Papa gak ikut, biasa malah mancing sama temen kantornya! Jadi besok mama sendiri."


Sontak, Kirana terkejut.


-" Yakin ma sendirian? Kontrakan sama rumah kan jauh~"


.


.


-Mama :"Udah, gak usah dipikirin. Jangan pergi-pergi kamu yaa..Udah ya nak, mama mau tidur."


Tutup beliau.


Sementara, Kirana langsung menghela nafas panjang.


"Duh, alamat diceramahin. Cucian baju ku yang kemarin sama hari ini masih numpuk di keranjang!.. Ah, besok pagi-pagi banget bawa ke laundry deh!"


Ujar Kirana dengan tekad bulat.


__________________


Hari senin.


Seperti biasa, Kirana akan kuliah terlebih dahulu dari pagi hingga siang khusus hari senin .


Di sela-sela itu, Kirana, Hellen dan Shella berkumpul bersama dan duduk di gazebo dekat pohon agar lebih sejuk.


.


.


-"Hahhh.. Benciii, setiap hari senin ketemu dosen killer!"


Keluh Hellen.


"pffft.. Beliau perhatian loh ke kamu, makanya sering di notice~"

__ADS_1


Goda Kirana.


-"Woahhh ada dosen killer di hari senin? Keren! Killer kayak mana?"


Tanya Shella sembari memakan camilan.


.


.


-"Ngasih test tiba-tiba, galak,jutek..yaa gitu deh~ aku pernah ngumpul tugas, cuma kan aku agak keliru ngerjainnya, langsung di coret abis-abisannn udah kayak bimbingan skripsi dahh!!"


Jelas Hellen dengan wajah frustasi.


"Nih, permen, mau?"


Tawar Shella kepada mereka.


-"Wihh permen apa ini? Belum pernah liat!"


Ujar Kirana. Ia lantas mengambil satu dari dalam toples lalu memakannya.


Hellen lantas juga demikian.


.


.


"Enak gak? Ini hasil eksperimen aku di kelas loh~"


-"kamu campurin apa ini ke permennya?


Tapii... Kok enak ya?"


Ujar Hellen sembari merasakan permennya.


" gula yang aman untuk penderita diabetes sama sari buah jeruk dan stroberi. Keren gak, keren gak?"


Ujar Shella bangga.


-"hahaha iyaaa dehh. Kok dosennya bolehin kamu bikin-bikin?"


Tanya Kirana.


"Boleh dong~ udah izin. Bapaknya baik banget, kan ada sisa setengah jam sebelum istirahat, kami dibolehin make bahan-bahan disana buat praktek makanan .. Bla bla bla.."


Shella lantas menjelaskan segalanya dengan panjang × lebar.


Kirana dan Hellen hanya melongo menyimak.


.


.


" Nah jadi gituuu Hehhe... Btw, gimana perkembangan kamu nge-panitia? "


-" Wow, sepanjang jalan kenangan ceritamu Shel. oh ya gimana jadi Kirana?"


Ujar Hellen penasaran.


-"Eh? Yaa biasa kayak panitiaan pas SMA. cuma.. Bedanya kalo di kuliahan jauh lebih dituntut mandiri dan aktif. Asik pas kuliah sihh~"


Jelas Kirana


" Heheh asik juga ya ketemu kating killer?? Oh ya cerita gih!"


Tanya Hellen lagi.


-"ih apaan dah? kepo.."


Jawab Kirana sembari membolak-balik halaman novelnya.


"Yahh cerita aja dikiiiitttt."


Ujar Shella dan Hellen bersamaan.


-"Gak mau. Kalian ngeledek entar!"


"Ohh berarti Kirana menghindari lagi pas liat dia~"


Ujar Shella menduga-duga.


-"Hooh ya? Ledekin yok!"


Goda Hellen.


-"Hilih, Baik kok dia, aku dibantu juga, dan sisanya kayak biasanya."


"Kayak psikopat gitu? Kalo di drakor psikopat aja ganteng heheeh~  kak Theo gitu juga sih."


Ujar Shella, sembari senyum-senyum meledek Kirana.


-"Ssstt udah-udah. Mending ke perpus aja yok, aku pengen minjem buku nih!"


Ujar Kirana agak tegas.


"Wah, lama-lama jadi kutu buku nih anak.


Boleh deh, aku pengen wifi-an heheh"


Lantas, Shella langsung mengambil tasnya dan bersiap pergi.


-"Dasar, yang gratisan cepet ya?"

__ADS_1


Ujar Kirana.


_________


Di waktu yang bersamaan.


Di gedung A, yang berisi ruangan para dosen.


Saat ini Sean baru selesai mengumpulkan tugas.


Ia langsung keluar dari ruangan tersebut menuju ke tangga.


Disaat yang bersamaan, ia melihat Theo yang sedang menaiki tangga tersebut.


".... ada urusan apa loe?"


Tanya Sean dengan agak canggung.


-"Bimbingan judul skripsi."


Ujar Theo singkat. Ia lantas berhenti di depan Sean.


"bimbingan? Ngejer target 4 tahun juga?"


-".... Yahhh, bukan urusan loe."


"Organisasi gimana?"


-"Biarin Shesil yang urus, dia kan ketuanya. Loe sendiri, sama aja kan mau pergi?"


Ujar Theo sembari menaruh lengannya diatas tangga


Sean lantas menyunggingkan senyum.


"Pfffttt.. gua pikir cuma gua."


-"Udah ya, gua ada urusan.."


Theo lantas beranjak pergi dari hadapan Sean.


"Bentar, ini gua udah dapetin sponsor lain buat acara. Loe liat-liat sendiri daftarnya. Oh ya, yang kali ini lebih baik dibicarain bareng Agus coba."


Ujar Sean dengan cepat sembari memberikan sebuah map biru berisi catatan dan perjanjian sponsor.


Theo berbalik badan dan menatap Sean dengan agak malas. Lantas, ia menerima map tersebut.


" Hah.. Kenapa harus gua sih? "


Ujar Theo sembari menimbang-nimbang map tersebut.


-"Hei, bro.."


Ujar Sean heran.


"Pfftt.. bercanda. Memang jam segini  Agus dimana?"


-"Nongkrong di deket pohon beringin perpus."


Ujar Sean datar.


Theo mendengar itu langsung menunjukkan ekspresi seperti merasa hal itu lucu, Agus+pohon beringin, apalagi kalau pakai baju putih.


Setelah itu, Theo lantas bergegas menyelesaikan urusannya dengan pembimbing, kemudian ia pergi menemui Agus.


.


.


.


Saat ia sudah tak jauh dari tempat nongkrong Agus,


Tiba-tiba seseorang yang berjalan terburu-buru langsung menyenggol tubuh sebelah kanan Theo dengan lumayan keras.


Hal itu membuat map yang ia bawa di tangan kanannya langsung terjatuh.


Tetapi, Theo berekspresi datar dan langsung menatap laki-laki yang menabraknya itu.


Setelah dilihat, orang itu adik tingkatnya.


Ia anak arsitektur, terlihat dari kertas desain bangunan besar yang dilipat sedemikian rupa juga buku yang ia bawa.


Sontak, anak itu langsung terkejut setelah mengetahui siapa yang ia tabrak.


"Ma..Maaf kak! Saya gak sengaja! "


Ia langsung mengambilkan map yang terjatuh kepada Theo.


-"santai, loe gak apa-apa?"


.


.


".... Apa ? Oh.. Gak apa-apa . Maaf kak, lagi buru-buru tadi."


Ujar anak itu canggung juga agak kaget melihat Theo justru tidak memarahinya.


-"Yaudah cepetan, katanya buru-buru."


"i. Iya.. Permisi kak~"


Lantas, ia langsung pergi dari sana.

__ADS_1


Sementara, Theo juga langsung pergi untuk menemui Agus. Karena waktu istirahat hanya tinggal 15 menit lagi.


Tanpa disadarinya, sesuatu juga jatuh dari kantung Theo. Yang tak lain adalah sebuah jam tangannya yang jatuh dekat pot di sana.


__ADS_2