Cat And Wolf

Cat And Wolf
Wisata Kuliner!


__ADS_3

Seusainya, Kirana dan Kak Theo lantas pergi dari sana. Walau, pertunjukkan di panggung masih berjalan.


-"Wahh asik banget! Untung Kak Shesil berhasil ngundang dia ya kak?"


Kak Theo lantas mengangguk.


"Iya sih. Mau liat bazar makanan gak? Udah mau jam 12 juga."


"Bolehh.. Eh bentar, tapi temen-temenku ngajak aku janjian kak."


-"Hah.. Kebiasaan cewek kemana-mana harus bareng ya?"


Julid Kak Theo.


"Dih suka-suka dongg.."


Kirana lantas mengirim pesan kepada teman-temannya.


___________


Beberapa lama kemudian, Hellen membalas


-"kami lagi di toilet. Sumpah deh Shella gak kelar-kelar setornya! Sok-sok an makan cilok kuah level 10 sihh~ wkwkwk."


-Kirana : "pffttt.. Gak biasanya perut dia bermasalah. Yaampun, GWS Shella~ semangat Hellen~ yaudah aku cari makan dulu ya~"


-Hellen :" Okeyy!! Nanti aku chat deh."


Tutup Hellen.


__________


Kemudian, Kirana langsung menunjukkan ekspresi agak sedih.


"gimana? Mereka gak bisa?"


Tanya Kak Theo


-"Ho'oh. Yaudah lah langsung kesana aja Kak. Aku pengen seblak."


Ujar Kirana. Ia lantas berjalan mendahului Kak Theo karena tidak sabar mengunjungi mamang seblak.


.


.


Setelah mereka sampai, mereka lantas memesan 2 porsi seblak dan makan di bawah sebuah pohon.


-"Aih sumpah, enak banget seblak itu!!"


Curhat Kirana tanpa jaim.


"Lebih enak sate."


Balas Kak Theo.


-"Itu juga enak. Tadi kenapa gak beli sate aja kak? Beli samaan pula."


Ujar Kirana. Ia lantas menyeruput kuah seblaknya.

__ADS_1


"Kalo ditinggal bentar pasti orang kayak kamu langsung ilang di tengah kerumunan orang."


-"Memang kenapa kalo aku ilang? Tinggal umumin aja langsung pake toa kayak di pantai-pantai ituu. Pfftt.."


Canda Kirana.


"dasar."


Respon Kak Theo sembari mendengus karena merasa itu lucu.


.


.


Setelah selesai makan seblak, Kirana langsung tergoda untuk wisata kuliner. Sementara Kak Theo entah kenapa jadi seperti anak kucing mengikuti Kirana terus dan ikut tergoda jajanan disana.


Hampir setiap pedagang jajanan tradisional sampai modern disana dikunjungi mereka.


Tanpa sadar, mereka seperti 'mabuk jajanan'.


"Wah, mang satu porsi kerak telor komplit!"


Ujar Kirana dengan gaya agak tomboy.


-"Siap neng."


Sementara Theo terdiam memperhatikan mamang kerak telor.


"Aku juga mau.."


Gumam ia tanpa sadar


"Kan bisa barengan kak? Ini aku beliin."


-"Cukup tah?"


"iyaaa.. Besar ini porsinya, dijamin!"


Theo lantas mengangguk.


Setelah dapat, mereka langsung mencari es teler dan juga es cincau.


Akhirnya, setelah semua dapat, mereka menyantap itu di gazebo kampus.


Theo baru sadar mereka sudah membeli banyak sekali jajanan hingga mejanya hampir penuh.


-"Hahha akhirnya bisa wisata kuliner!"


Ujar Kirana riang gembira.


"Kamu abis sebanyak ini? Kayak abis nguli."


Tanya ia dengan ekspresi heran.


-"kan kakak juga mesen ini. Wah tanpa sadar bilangin diri sendiri heheheh.. "


Sontak, Theo langsung menunduk dan menutupi wajahnya dengan satu tangan. Ia baru sadar  imejnya telah hancur karena tergoda jajanan disana. Apalagi sekarang  'adik tingkat' satu ini mulai ceplas ceplos ke Theo, tak segan lagi.


-" Pfftt.. Kenapa sih kak? Aku gak bakal gossipin kakak lah~ santaii.. Semua orang juga bakal gini kok! cumaaa kita itu versi kuli bangunan aja hahahah!!"

__ADS_1


Canda Kirana lagi.


"bisa diem gak??"


-"Iya maap.. Ini loh kak kerak telornya. Enak pasti!"


Ujar Kirana sembari membuka bungkusnya kemudian menyodorkannya kepada Kak Theo.


Lantas, Theo mencicipi kerak telor tersebut. Ia langsung mengangguk setuju kalau itu memang enak.


-"enak kan? Oh ya, sebelumnya juga aku pernah diajak temen kakak, ituuu Kak Sean makan di tempat-tempat makan baru. Dia aja gak malu-malu kok~"


Sontak, Theo langsung terdiam.


"Bareng dia? Kenapa?"


-"Kenapa?"


Tanya Kirana balik.


"Ehmm...Yaa cuma nanya aja. Kan dia temenku, kenapa bisa kalian deket?"


-"Oh itu, aku sering ketemu pas ikut komunitas sama panitiaan. Terus lama-lama jadi bahas tempat-tempat umum baru disekitar kampus. Bentar, Ohh aku tauu... Kakak ituu iri yaa karenaaa.."


Sontak Theo langsung menunjukkan ekspresi agak terkejut.


-"... Gak pernah diajak pergi-pergi kesana kan? Pfftt.. Bercandaa, Tapi kalo kakak ngomong pasti diajak. "


Ujar Kirana. Ia lantas ikut mencicipi kerak telornya.


Sementara Theo terdiam mendengar itu. Ia merasa aneh sendiri setelah mendengar semua itu dari Kirana. Tapi ia sendiri tak paham kenapa.


"... Kamu jangan terlalu mudah deket sama cowok loh. Gak semua cowok itu baik."


Ujar Theo tiba-tiba.


-"ehm? Iya aku tau. Kalo misal kak Theo gak baik gak mungkin tadi aku mau wisata kulineran bareng hehehe.."


"Ck.. Maksud kakak bukan gituu. Duh, tapi memang bener sihhh ."


Ujar Theo kesal.


Kirana lantas terdiam beberapa saat, hingga ia berani bertanya


-"sebenarnya aku pengen nanya ini sih.. Maaf kalo agak lancang, kakak lagi musuhan sama Kak Sean?"


"Kok bilang gitu?"


-"Gak.. Keliatannya aja sihhh. Tapi ya firasatku bisa aja salah.."


Setelah mendengar itu, Theo baru sadar akhir-akhir ini ia memang bersikap agak dingin kepada Sean. Terutama terakhir saat Kirana membantu Theo menyelesaikan tugas kepanitiaan tapi Sean malah mencoba menggantikan Kirana. Saat itu Sean dan Theo memang berdebat dan jadi tak bertegur sapa lagi.


(-" Iya juga, kenapa aku marah? Tapi rasanya kenapa memang ngeselin?")


Ujar Theo dalam hati.


Ia memang peka kepada orang lain, tapi tak begitu kepada dirinya sendiri.


Setelah semua itu, akhirnya mereka menyantap jajanan yang telah mereka beli tadi.

__ADS_1


Tanpa sadar mereka berdua bisa menghabiskan sebanyak itu. Tetapi 3 makanan terakhir karena Theo sudah tak kuat, ia berikan kepada anak kecil yang lewat.


__ADS_2