
Di hari libur yang hanya sehari ini, Kirana sudah menjadwal apa saja kegiatan yang akan ia lakukan di hari yang super berharga ini.
Pagi ini, pukul 06.00 WIB Kirana keluar kost-an untuk lari pagi. Tak lupa ia membawa persediaan air minum sendiri.
Ketika ia keluar dari gerbang, ia sedikit meregangkan persendiannya lalu menghirup segarnya udara, rasanya benar-benar bebas sekali. Seolah beban di kepala hilang sebagian.
Kemudian, ia segera memulai lari paginya.
Pertama ia akan lari di sekitar kompleks. Kemudian akan lanjut ke pinggir jalan. Ia juga berencana untuk pergi ke kampusnya karena taman kampusnya cocok sekali untuk lari pagi.
Ia dapat saran dari Hellen, si tour guide kampus. Katanya banyak mahasiswa/i yang sering kesana untuk lari pagi juga.
Namun,baru 15 menit lari, Kirana sudah kelelahan. terpaksa ia lanjut dengan berjalan.
15 menit kedua , Kirana justru tergoda dengan pedagang bubur ayam yang tak jauh darinya. Tak pakai lama, ia langsung menyambangi mamangnya dan memesan satu mangkuk dengan topping lengkap.
-"Ini buburnya.. Oh ya Mbanya, Lari pagi ya? Kok jam segini udah selesai?"
Ujar mamang tersebut sembari memberikan semangkuk bubur ayam.
Lantas, Kirana langsung tertohok dengan pernyataannya.
"Ehmm..terlanjur tergoda Hehhe, sebenarnya aku juga heran mang, kenapa gak pernahhh bisa nahan diri untuk kulineran. Beneran deh!"
Lantas, Kirana memakan buburnya.
-"Bagus deh, sering-sering aja lari pagi mba, entar makannya disini hehehhe~"
"Yahh malah nguntungin mamang mah.."
-"mamang itu sebenarnya S3 permarketingan. Keren gak tuh?!"
Canda mamang bubur.
"hahaha Iyaa deh mang, basing."
Jawab Kirana singkat.
Lantas,Kirana melanjutkan makan kembali.
.
.
Setelah usai menikmati bubur ayam tersebut , Kirana segera membayar.
"12 ribu kan mang?"
Ujar Kirana sembari memberikan uang.
-"Iyaa.. Makasih mba~"
Ia langsung menerimanya.
Disaat bersamaan, tiba-tiba terdengar suara letupan disertai suara seorang perempuan yang terdengar panik.
.
.
"Eh! ehh! .. Kok gini?! Duhh!! "
Ujar ia sembari mengendalikan sepedanya yang agak oleng. Ia kesulitan mengendalikannya.
Tak lama, sepeda yang ia goes dengan cukup kencang sebelumnya itu tiba-tiba menukik dan akan jatuh.
Sontak, mamang bubur dan Kirana melihat itu langsung terkejut dan spontan menghampiri.
Tetapi, sesaat kemudian
Orang itu langsung mengerem dan menyagak sepeda itu dengan kakinya agar tidak jatuh dalam tempo yang singkat. Akhirnya ia tak jadi jatuh.
Untuk sesaat mereka semua hening, merasa seperti spot jantung karena kejadian nyaris tadi.
.
.
"Astagfirullah.. Uwah, jantungkuu! Fiyuhh~ untung aja."
Ujar ia.
-"Ah, Mba gak apa-apa?"
Tanya Kirana.
Mereka terpisah jarak sekitar 5 langkah.
Lantas, perempuan berhijab itu menoleh dan tersenyum, senyumnya manis sekali.
Membuat mamang bubur untuk sesaat seperti melihat bidadari.
__ADS_1
"Tenang, gak apa-apa."
Jawab ia dengan nada ramah.
Setelah kejadian menegangkan itu, akhirnya perempuan itu duduk bersama Kirana di tempat jualan bubur itu.
Kemudian, penjual bubur itu memberikan segelas air kepadanya.
"Ini neng, gratis hehe.."
-"Makasih mas, maaf ngerepotin.."
"oh gak apa-apa neng , santai aja~"
.
.
-"Oh ya, mba tadi kok bisa ngelaju cepet banget?"
Tanya Kirana.
"hehhe hobi ngebut. Bahaya banget tadi ya keliatannya? Mana bannya tiba-tiba pecah."
-"Kok bisa ya ada paku di jalan? Oh ya, Gak jauh dari sini ada bengkel sepeda mba. Bisa ganti ban disana."
"Serius? Dimana itu? Mba orang baru disini. Kesini karena main tempat saudara. Jadi gak paham letaknya."
-"Owalah gitu, Yaudah aku anter aja kalo gitu, aku juga lagi lari pagi (tadinya). Sekalian aja ~"
Kirana lantas tersenyum.
.
.
Akhirnya, Kirana mengantar mba itu ke bengkel sepeda terdekat. Mereka berjalan santai sembari mengobrol.
-"Oh ya, kita belum kenalan. Kamu bisa panggil aku Mba Rahma, kalo namamu?"
"Aku Kirana. Salam kenal Mba Rahma."
Ujar Kirana sembari tersenyum.
"Keliatannya kamu mahasiswi ya? Kuliah di kampus sini kah?"
Ujar ia sembari tetap menuntun sepedanya.
Jawab Kirana dengan sopan.
"Ohh, begituuu.. Pantas keliatan masih cute gituu wajahnya, hehehe. Oh ya, mba juga punya sodara disana. Seumuran gitu~ kami sama-sama tahun ketiga."
-"Beneran mba?"
Ujar Kirana agak terkejut dengan kebetulan itu.
Lantas, Mba Rahma mengangguk.
-"Oh ya kalo boleh tahu, sodara Mba Rahma itu jurusan apa?"
Tanya Kirana lagi.
"Hemm.. Teknik sipil. Tapi kayaknya walau aku sebutin namanya kamu gak kenal~ orangnya tertutup."
-"Ohh begitu.. kalo boleh tau, apa dia juga tertutup sama keluarga?"
".. Hemm, antara ya dan gak.Sebenarnya dia itu gak begitu sifatnya, cuma.. Ada alasan besar yang buat dia berubah. Yaa.. Mba bisa maklum sih. Tapi sodara yang lain belum, duh.."
Keluh Mba Rahma.
-"Jadi rumit ya Mba? Coba kalau mereka mau melihat dari sisi lain. "
" Nahhh~bener itu.. Oh ya dek, itu bengkelnya ya?"
Tunjuk Mba Rahma ke bengkel di depan yang baru saja buka.
-"Nah, Iya itu bengkelnya, sini aku bantu dorong biar cepet nyampe mba. "
Kirana lantas berdiri di belakang sepeda dan membantunya mendorong sepeda tersebut.
" Eh, Gak usah, berat sepedanyaa. "
-" Gak apa - apa Mba.."
Lantas, mereka berdua akhirnya mendorong sepeda itu sampai ke bengkel tersebut.
Sesampainya disana, sepeda itu langsung diganti bannya dan ditangani dengan cepat dikarenakan mereka pelanggan pertama pagi ini.
Setelah usai, Mba Rahma lantas membayar kemudian mencoba menggoes sepedanya.
"Gimana mba, pas?"
__ADS_1
Tanya karyawan bengkel itu.
-"Iya, makasih ya mas."
.
.
"... Oh ya , abis ini Mba Rahma mau lanjut atau gimana?"
Tanya Kirana.
-"hemm.. Bareng aja yuk, kamu mau kemana?"
"Keliling Kampusku."
-"Okee, bagus deh!"
Lantas, mereka lanjut pergi ke kampus Kirana untuk berolahraga pagi. Ternyata disana juga ada beberapa orang yang berolahraga. Sebagian mahasiswa, sebagian lagi masyarakat umum.
Selama disana, Mereka mengobrol banyak hal. Terutama soal kampus Kirana. Mereka juga menceritakan pengalaman kuliah masing-masing dan terkadang pengalaman lucu yang dialami.
____
pukul 08.30,
Mereka berdua hendak pulang dari sana.
Sebelum itu, Mba Rahma tiba-tiba mengeluarkan handphonenya
-"Kirana,minta pin BBM mu, boleh?"
"Boleh~"
Lantas, Kirana memberikan pinnya segera.
-"...oke, udah mba add, bentar.. Mba chat."
Lalu, ia mengirim kata 'halloo' kepada Kirana agar ia bisa menyimpan kontaknya juga.
"Udah beres~ wah bisa ngobrol lebih lama nih jadinya sama Mba heheh."
-"Iya dongg~ oh ya, kost-anmu gak jauh dari sini kah?"
Kirana lantas mengangguk
"iya, gak terlalu jauh dari sini."
-"yaudah, hati-hati ya~ makasih juga untuk bantuannya hari ini. yaudah see u later ~"
Ujar Mba Rahma sembari tersenyum dan melambaikan tangannya.
"Iya,hati-hati juga mba~"
Balas Kirana, ia juga melambaikan tangan.
Setelah itu, mereka berpisah disana.
___
Tak lama, terdengar suara telfon masuk berdering di ponsel Mba Rahma.
Ia lantas menerima telfon tersebut.
"Halo~ iya ada apa Welda?"
-"MBA RAHMA KEMANA?! KOK PAGI-PAGI NGILANG?!"
Ujar Welda dengan suara keras.
Mba Rahma sontak menjauhkan ponselnya dari telinga karena suara memekakkan tersebut.
"Duh, iya maaf.. Pelan-pelan dong!6 Ini mba lagi sepeda-an. Bentar lagi pulang."
-"Owalah, kok bisa Mba Rahma tau jalan?"
"Oh itu, ceritanya panjaanggg banget heheh.. Hari ini mba ketemu perempuan baikkk banget. Nanti sampe rumahmu mba cerita deh. Dia Satu kampus sama sodara kita yang 'tsundere' itu."
-"Serius mba?!! Wahh.. Kebalikan banget pasti ama 'kak jutek' hahahh.. Dia kenal gak?"
Ujar Welda dengan nada terkejut.
"Kurang tau sihhh Tapi dari ceritanya, harusnya kenal. Mba gak sebut nama jadi dia gak tau kalo mba sodaranya, biar bisa ngobrol sama dia leluasa gituu heheh.. Eh stop manggil dia kak jutek deh, entar kalo tau diplites kamu ama dia."
Ujar Mba Rahma sembari tersenyum.
-"Hhahaha iya mba. Mba sendiri manggil dia sodara tsundere. Yaudah cepetan pulang mba. Aku tadi cerita ke kak jut.. Eh kak Theo kalo mba Rahma dateng. Kayaknya dia bakalan kesini."
"Waduh! dia mah dateng mau nagih jaket sama speaker yang mba pinjem."
-"Hahha kan mba bawa sih? Balikin lahh.. Udah sebulan gak dipulangin.. Yaudah aku tutup telfonnya mba~ "
__ADS_1
Tutup Welda. Lantas, mba Rahma bergegas pulang ke rumah welda.