
Setelah dari gazebo depan gedung jurusannya, Kirana dan Hellen memutuskan pergi berkeliling karena bosan.
Mereka pergi ke beberapa gedung jurusan lain.
"Eh beneran gak apa-apa ini Hel? Nanti kalo di pelototin sama mereka gimana?"
Ujar Kirana masih dengan suaranya yang terdengar lucu karena pilek.
-"Serius, kan ada aku."
"Maba boleh keliling kesini toh?"
-"Siapa juga yang ngelarang. Aku mau nunjukkin kamu sesuatu. Yok masuk!"
"Ngapain ke gedung teksip?"
-"buat ngasih tau kamu banyak spot disini dong~ kuylahh~"
Ujar Hellen sembari menarik tangan Kirana paksa.
.
.
"Eh, kok auranya mencekam sihh?"
Ujar Kirana sembari menahan dirinya ditarik masuk Hellen, tetapi justru tenaga Hellen lebih kuat darinya.
-"semua gedung jurusan sama-sama berhantu kok. Santai aja~"
Akhirnya, Kirana terpaksa masuk bersama Hellen ke gedung tersebut.
Hellen sebenarnya mengajak Kirana kemari karena sebelumnya ia pernah kemari untuk berkeliling bersama kakaknya. Lagi, ia juga ingin menunjukkan beberapa tempat.
Ya ada banyak orang juga disana. Beberapa ada yang memerhatikan mereka juga.
"Wuihh kayaknya maba, tumben ada yang kesini "
Ujar salah satu laki-laki diantara kerumunan temannya yang melihat
-"wesss udah, jangan ganggu bro!"
Ujar teman disebelahnya.
"Yaelah, tanyain aja sih mau ngapain disini, kali aja kesasar. Gua bisa bantu~"
Ujar ia dengan tersenyum.
-"Dih sok iye banget lu. Eh, kalo si itu liat bahaya sih lu."
Ujar teman lainnya, ia mengenakan kaus abu-abu.
"hahaha justru malah bahaya ketemu selain gua. Hahaha!! Udahlah, gua samperin."
-"Walah, semoga selamat ya bro hahahah."
Ujar yang lain.
Lantas, laki-laki itu berjalan menghampiri mereka.
Ia langsung mencegat di depan mereka berdua tanpa lama.
"Hai maba ya? Ngapain kesini?"
-"Buset dah.. langsung ketemu preman. Kan aku bilang apa hel?!! "
Bisik Kirana dengan penekanan.
"Hah, Maba? Sok tau banget ."
Ujar Hellen dengan nada santai seolah sudah tau bagaimana cara mengatasi orang seperti itu.
-"Wajah-wajah lugu sama asing kayak gini kok, Maba lah~ nyasar ya? Mau tak bantuin kemana gak?"
__ADS_1
Paksa ia.
"Makasih atas pujiannya, memang kita baby face banget. Btw, kami anak tahun kedua sih. Jurusan lain. Jadi maklum loe gak pernah liat kita. Permisi, kami ada urusan lain."
Lantas, ia menarik tangan Kirana untuk beranjak pergi dari sana.
-"Weii, sombong banget, gua tahun ketiga. Adek tingkat aja,sombong ~Kenalan kek apa gimana, buat nambah kenalan aja."
"Maaf 'kakak' , tapi kami buru-buru."
Ujar Hellen tetap kekeh.
Ia sebenarnya mengajak Kirana kemari karena sebelumnya ia pernah kemari tapi kebetulan tidak bertemu mahasiswa resek. Lagi, ia juga ingin menunjukkan beberapa tempat.
-"Buru-buru mau kemana sih?? Hati-hatiloh, di lantai atas banyak yang ganas katingnya~"
Ujar ia dengan masih berdiri di depan mereka.
Sementara, Kirana dan Hellen lanjut berjalan begitu saja, tak peduli.
"Heh, dek.. Yaampun sok jual mahal bangett! Ati-ati loh entar..."
Sontak, ia terdiam sesaat karena tiba-tiba merasa ada yang menepuk pundaknya.
"Apa sih bro! Ganggu... "
Ia tiba-tiba menoleh dan langsung terdiam.
"oh loe.."
Kating itu tak bisa berkata-kata lagi setelah melihat seseorang yang berdiri dihadapannya itu.
.
.
Sedangkan Kirana dan Hellen dengan damai naik ke lantai 2.
-"Whoa.. Gak sangka gedung jurusan anak teksip bagus banget! Lebih besar banget sih dibanding jurusan kita. Beda dari bayanganku!"
"hahaha.. Bisanya kamu ngira gitu. Nah, ini nih dulu ruang kelas yang sering dipake sama sodaraku sebelum di rolling ruang kelasnya."
Jelas Hellen dengan antusias.
-" Pernah masuk juga gak?"
"Hohoho.. Tentu saja, tidak. Ada alesan tersendiri."
-"Yahh kukira. Tadi lantai bawah untuk apa ya?"
"Oh dulunya ada lab teknik, tapi alih fungsi jadi gudang penyimpanan. Lab tekniknya pindah ke gedung baru sana. Ada kelas juga tapi cuma 2 di lantai 1. Oh ya, aku mau tunjukkin satu kelas lagi, lantai 3."
-"Mending langsung pindah ke gedung anak ilmu gizi aja deh yang safety untuk kita."
"Kejauhan atuhh.. Bagai ujung samudra pasifik ke ujung samudera hindia. Yaudah sekali ini aja deh, biar kamu tau sesuatu. "
Ujar Hellen sedikit memaksa.
-"Lebay .. Yaudah tapi melipir aja terus langsung turun lewat tangga lain. Jangan yang tadi, serem! "
"Tenang, aman!"
Jawab Hellen.
Akhirnya, Kirana diajak ke lantai 3 oleh Hellen.
Saat mereka sampai,
tampak ada wajah-wajah mahasiswa tahun tua. Rata-rata adalah laki-laki. Rambut mereka banyak yang gondrong dengan wajah kusut stress banyak tugas.
Bahkan, mereka di luar kelaspun masih sibuk mengerjakan tugas di laptop dan dibuku besar.
Saking sibuknya, tak ada yang menyadari keberadaan maba diantara mereka.
"eh, kok yang dibawah tadi gak sibuk kayak mereka?"
__ADS_1
-"Mahasiswa malesan itu~ keliatan lah ya agak berandal. Nah stop.. Ini dia kelas yang mau aku tunjukkin. Ini hasil aku searching ke kating yang udah kayak temen sama aku."
"Perasaan kamu sehari-hari di kuliahan jalan ama aku, kapan nanya nya?"
Ujar Kirana heran sekali kepada Hellen.
-"kan ada hape chat aja jadi wkwkw.. Aku udah berjanji kan sama kamu satu semster ini bakalan tunjukkin banyak tempat biar up to date. Nah.. By the way, ini tuh kelasnya....
Kating galak itu, Kak Theo !"
Sontak, Kirana langsung berkeringat dingin. Ia membeku seketika.
"...... Mampus aku.. Hellen!! Ngapa kamu ajak aku kesini! Huwaa.. Ayok balik! Sengaja ya? "
Ujar Kirana panik sembari menarik-narik tangan Hellen mengajak pergi.
-" Hahahah santaiii. Tuh liat, gak ada di kelas orangnya. Keliatan ya dari kaca."
Ujar Hellen sembari melongok lewat kaca jendela.
" Waduh, Hellen...baru semster pertama kamu dah cari gara-gara!"
Ujar Kirana frustasi.
-"Ih santai, gak ada orangnya kok. Biar kamu tau aja kelasnya kalo misal mau balas dendam hehehe.. Becanda kok.."
Ujar Hellen girang
"ya syukur sih gak ada. Yaudah ayok, katanya mau melipir aja. Balik!"
Kirana langsung menarik tangan Hellen.
"i iya, pelan-pelan nariknya!"
.
.
Sesaat setelah Kirana dan Hellen berbalik badan, baru beberapa langkah, mereka melihat kaki mahasiswa yang berdiri menghalangi mereka.
Tapi Kirana dan Hellen tak peduli dan langsung menepi.
.
.
-"Iya gak ada di kelas, karena orangnya lagi berdiri disini."
.
.
'DEG!!'
jantung Kirana dan Hellen seperti terkena kejutan seketika. Akibat kalimat dari suara yang tak asing itu.
Sontak, Kirana dan Hellen menatap wajah kating dihadapan mereka.
Iya, itu Kak Theo. Ia melipat kedua tangannya di depan dada dengan tatapan mengintrogasi mereka berdua.
.
.
"Ada urusan apa sampai kalian antusias jauh-jauh kemari?"
-"Oh kak hehehe.. Lagi tour karena belum jam masuk."
Ujar Hellen dengan awkward.
Sementara masih Kirana nge freeze.
"Serius? Kok berenti di depan kelas kakak?"
Ujar Theo yang tiba-tiba menundukkan badannya agar sejajar tingginya dengan Kirana dan Hellen. Ia menatap mereka berdua.
__ADS_1
Sontak, Kirana dan Hellen semakin tegang. Hal itu tampak sekali dari wajah mereka. Mereka terlihat seperti 2 anak kucing dihadapan sang serigala ganas.