Cat And Wolf

Cat And Wolf
PANITIAAN(2)


__ADS_3

.


.


"E ehh.. Maaf! gak sengaja kak, kelepasan!.."


Ujar Kirana panik menyadari hal menantang maut yang ia lakukan tadi.


.


.


("duh ngapain sih akuu?!! Tamat sudahh!! "


Ujar Kirana dalam hati)


Beberapa kating lain yang mendengar Kirana tadi, langsung menoleh ke arahnya karena terkejut.


"wah apa itu tadi?"


Gumam salah satu dari mereka.


Sementara, Kirana berusaha menahan rasa malunya itu.


.


Lantas, Kak Theo menoleh ke arah temannya, Beni


"Ben, lu bantu Dino sama Shesil angkut makananya gih, kasian mereka berdua."


-"Ck, Yahh..Ganggu orang mabar aja! Oke, bentar~ "


Jawab Beni, ia mau menolak si teman killernya itu malah sungkan dan lantas langsung berangkat melaksanakan titah.


Sebenarnya Theo hanya sedang menyingkirkan teman kompornya itu.


___


Tiba-tiba, ia langsung menoleh ke arah Kirana.


Sontak, Kirana jadi mengalihkan pandangannya ke arah lain karena terkejut Kak Theo tiba-tiba menatapnya.


.


.


"Iya dek. Liat kan lagi sibuk? sabar! "


-"i iya.. Maaf banget kak."


Ujar Kirana dengan suara kecil dan ekspresi bersalah.


"cepetan duduk di situ."


Tunjuk ia ke kursi di sampingnya.


Kemudian, Kirana langsung duduk disana.


.


.


-"ini Kak, dokumennya. Tadi kak Shesil nyampein beberapa hal juga, nanti aku jelasin."


Ujar Kirana sembari membukakan satu jilidan berisi banyak kertas.


Lantas, Theo langsung mengambil dokumen itu dan membacanya.


Kemudian , ia beralih ke laptopnya dan membuka salah satu file office words yang berisi data-data.


.


.


" Sebutin, tadi apa aja katanya? "


Ujar Theo dengan nada lebih lembut.


-"Begini Kak, yang poin pertama itu sudah benar, tapi yang kedua diganti..."


Kirana lantas menjelaskan banyak hal, sesekali ia melihat note di ponselnya sembari menjelaskan


Di sela-sela itu, terkadang Kak Theo meminta pendapatnya mengenai ide tambahan untuk acara itu.


Kirana antusias mencurahkan semua idenya tersebut . Uniknya, saat mengatakan semua itu, ia seolah lupa sedang berbicara dengan kating yang terkenal killer itu.


.


.


.


Akhirnya, semuanya tuntas dalam waktu kurang lebih setengah jam.


"Wahh, syukur sudah semua~"


Ujar Kirana senang.

__ADS_1


Lantas, saat melihat kesekeliling,


Kirana baru menyadari di ruangan itu tinggal mereka berdua.


"Loh, kating yang lain kemana?"


Tanya Kirana kepada dirinya sendiri dengan suara samar.


Sementara Kak Theo diam seperti tak peduli dengan itu semua.


.


.


Tak lama, Kak Agus masuk ke ruangan mereka.


"Gesss.. Keluar, yang lain dah pada mulai makan 15 menit yang lalu ~"


Ujar ia dengan senyumnya yang khas. Kemudian, ia keluar langsung lagi .


.


.


-"Yaudah kita kesana aja."


Ujar Theo kepada Kirana sembari menyimpan file tadi, lalu mematikan laptopnya.


Kemudian, ia beranjak dari kursinya dan berjalan lebih dahulu Yang tak lama diikuti Kirana  keluar dari ruangan tersebut .


.


.


Selama mereka berjalan menuju ke ruangan tempat semua divisi makan, Kirana benar-benar memperlambat langkahnya. Padahal ia terbiasa jalan cepat, ini karena Kak Theo jalannya santai sekali dengan tangan kanannya ia masukkan ke saku celana.


Kalau mau mendahului, ia tak berani.


Sesekali ia berhenti, beberapa saat kemudian baru jalan lagi agar ia bisa menyeimbangkan kecepatan langkahnya. Ya itu justru malah membuatnya terlihat konyol, tapi bagaimana lagi.


Lantas, Kak Theo tiba-tiba menoleh ke belakang setelah merasa ada yang aneh.


Sementara Kirana langsung pura-pura tak ada apapun yang terjadi dan mengalihkan pandangannya ke sekeliling mereka.


.


.


.


Kak Theo langsung berjalan menghampiri teman-temannya tanpa berkata apapun. Ia  langsung disambut oleh beberapa temannya .


Sementara, Kirana langsung duduk di dekat Erika, teman dekatnya selama ikut panitiaan.


.


.


"Gimana Kirana, lancar?"


-"Iya lancar kok. Kalian udah selesai makan?"


Tanya Kirana yang melihat teman-temannya tak sedang makan.


"belum aja kita makan, baru dibagi semuanya."


Ujar teman seangkatannya, Rio.


-"Baru dibagi? Wah, Kata kak Agus udah dari tadi.."


Ujar Kirana dengan suara kecil.


Lantas, Erika tersenyum


"Kak Agus bercanda kayaknya."


.


.


Tak lama kemudian, Kak Shesil menyapa Kirana, ternyata ia duduk di dekat mereka, tepatnya belakang Rio.


"Dek Kirana ,  makasih loh ya udah bantuin heheheh! Ada masalah gak?"


-"Gak kak.. Lancar, udah selesai bahkan."


Lalu, Kak Shesil langsung mengacungkan jempol.


.


.


Saat Kak Shesil berbalik, menghadap depan lagi, temannya langsung menyenggol lengannya


"gue mau cerita sesuatu yang lucu nanti, ada hubungannya ama Theo & adek tingkat yang barusan loe ajak ngobrol."


-"Serius? Kalo ini julidin adek itu, gue julidin balik loe!"

__ADS_1


Ujar Shesil yang keluar jiwa protectivenya.


"Gakk.. Pokoknya lucu deh~"


-"Yaudah oke, lewat chat aja pulang nanti~"


"hehehe oke!"


Ujar ia sembari mengacungkan jempol


___


Sementara, Kirana langsung merasakan aura aneh lagi.


"Eh, kok rasanya kayak lagi dibicarain ya?"


Ujar ia.


-"Tenang, paling juga julid-in kating laen seperti biasa~"


Ujar Rio dengan wajah tak peduli sembari makan camilan.


Sementara, Kirana tak merespon.


.


.


Akhirnya, mereka semua mulai makan malam bersama. Mereka diberikan satu kotak. Isinya ada mie ayam juga camilan serta air mineral gelas di tempat terpisah. Tapi ada juga yang kebagian mie pangsit.


.


.


Di sela-sela makan, Kirana memperhatikan sekeliling mencari keberadaan Kak Sean..


Ternyata, ia tak ada disana.


.


.


" Kenapa Kak Sean jarang kelihatan ya? Sering keliatannya pas rapat dan kadang kalo lewat aja."


Ujar ia dalam hati.


Bahkan, sampai makan selesai pun, Kak Sean masih belum kelihatan juga.


______


Akhirnya, sekitar pukul 8.20 malam, mereka bisa pulang.


Kirana lantas meregangkan persendian tangannya dan bahunya.


Suara 'krekkk' langsung terdengar.


"Hah.. Baru sekali pulang malam, udah tepar aja aku!"


Keluh Kirana.


-"Heh semangat Kirana! Oh ya, kamu pulang jalan kaki atau gimana?"


Tanya Erika.


"Oh, aku naik ojek aja. Biar cepet sampe. Kalo kamu?"


-"Jalan, kost-anku deket banget dari sini. 5 menit jalan aja~"


"Ohh kalau begitu hati-hati ya, soalnya udah malam"


-"Oke, kalau gitu ketemu hari senin ya~dadada.."


Lantas, Erika melambaikan tangan dan berpisah jalan.


"Iyaa~"


Balas Kirana dengan lambaian tangan juga.


.


Setelah itu, Kirana langsung menoleh ke arah pangkalan ojek yang tak jauh dari sana.


Namun, tak sengaja ia melihat Kak Sean berdiri di sisi lain gerbang kampus yang luas. Jadi jarak diantara mereka cukup jauh.


Kirana lantas mengangkat tangan kanannya untuk menyapa


" Kak ..."


Tapi Tiba-tiba, ia terdiam ketika Kak Sean dihampiri oleh Kak Theo yang baru saja keluar dari gerbang kampus.


Mereka lalu membicarakan sesuatu.


Sedangkan Kirana, ia lantas menghela nafas dan berbalik badan.


Kirana mengurungkan niatnya untuk menyapa Kak Sean.


Akhirnya, ia memilih untuk langsung pulang.

__ADS_1


__ADS_2