Cat And Wolf

Cat And Wolf
3


__ADS_3

Sedangkan Kirana yang melarikan diri tadi, akhirnya sampai di tempat. Ia membutuhkan waktu 10 menit dari berangkat hingga sampai di taman tadi. Waktu yang pas sekali.


"Na, kok loe keliatan kecapekan sih?"


Tanya temannya, Hellen menatap Kirana yang kelihatan kelelahan saat baru sampai, seperti habis lari marathon.


-"Oh.. Hehe efek.. naik turun tangga. Bu Elfiana mana?"


Ujar Kirana agak ngos-ngosan.


"Wah, udah cau duluan .. Eh itu tadi pesan bu Elfi katanya bukunya kasih ke asdos nanti."


-"Oh ok sipp. Siapa ya asdosnya nanti?"


Tanya Kirana sembari ia mendudukkan dirinya di atas rumput bersama Hellen.


"Kating dong. Ih pengen deh asdosnya ketua BEM fakultas itu! Pasti menyejukkan mata banget!"


-"Ketua BEM Fakultas? Siapa?"


"Oh dia itu kak..."


.


.


Tak lama, terdengar keributan dari beberapa teman di samping mereka.


-"Eh cuy, asdosnya udah dateng tuh! Kemari woy!"


Ujar teman Kirana yang lain memanggil teman-temannya yang berpencar.


Sontak, mereka semua langsung berkumpul.


Tampak, dari kejauhan seseorang berjalan mendekat.


Wajahnya tidak terlalu kelihatan karena tertutup daun-daun dari pepohonan yang lebat. Kakinya saja yang terlihat berjalan dengan sepatu trendy.


Hellen tampak sekali menunggu-nunggu dan penasaran siapa yang jadi asdos Bu Elfi.


Ia sedikit berharap yang muncul adalah salah satu kating tampan yang ia kenal.


Hingga, orang itu akhirnya berdiri dihadapan mereka.


Rambut indah menjuntai tersibak seketika.


Kesan pertama para mahasiswa


"kating cantik yang famous."


Tapi, saat wajahnya terlihat semua, ternyata..


ia hanyalah kating 'duta shampoo' dengan kumis yang lebih lebat dibanding pas jadi panitia OSPEK lalu.


Senyum lebar lantas mengembang dari wajah kating itu.


Sontak, para teman laki-laki di kelas Kirana menepuk jidat karena tak sesuai ekspetasi. Begitu juga Hellen yang wajahnya berubah jadi datar cenderung kesal.


"Ih, apalah!"


Dengus Hellen.


-"Hhehehe sabar Len."


Ujar Kirana sembari tersenyum.


.


Kating duta shampoo itu lantas menguncir rambutnya sehingga terlihat lebih ringkas.


"Hai para maba! Kenalin gue asdos bu Elfi, panggil aja Kak Agus, kating tertampan di kampus ini~"


Canda ia receh.


Beberapa teman Kirana lantas menepuk jidat. Apalagi sebelumnya Kak Agus sempat dikira mahasiswi cantik karena melihat rambutnya itu..


.


.


"Santai aja lah ya kita, tapi tetep terarah selama.... kurang lebih 40 menit kedepan. Oh ya, ada titipan buku dari Bu Elfi gak?"


-"Iya kak, ini sama saya."


Ujar Kirana sopan. Ia lantas menghampiri Kak Agus lalu menyerahkan buku itu.

__ADS_1


"Weits thank you! Santai aja ya jangan 'saya-anda', 'aku - kakak' aja heheh.."


Ujar ia dengan masih tersenyum.


-"Hehehe iya siap Kak Agus!"


Jawab Kirana ramah.


Lalu ia kembali ke samping Hellen segera.


Kating duta shampoo itu sempat terdiam memperhatikanĀ  Kirana selama beberapa saat karena teringat kejadian pas Ospek lalu berkaitan dengan Kirana.


Namun, ia tak mau membahas itu.


Lantas, pembelajaran pun ia mulai segera.


Hari itu kuliah berjalan dengan lancar seperti biasanya hingga sore.


Tapi hari itu Kirana tidak pulang bersama Shella dikarenakan Shella sudah selesai duluan jam matkulnya sekitar dua jam yang lalu.


__________


Di tempat lain, tepatnya ruang rapat BEM.


Disana ramai oleh para pengurus.


Tak lama, Agus, kating 'duta shampoo' itu langsung datang sehabis mengajar kelas Kirana menggantikan Bu Elfi yang belum sempat kembali ke kampus.


"Wuidih, ada yang abis ngajar nichhh, calon dosen masa depan nich!"


Ujar Shesil menggoda Agus.


-"Oh iya dong! Mayan dapet seseran juga hehehe. Oh ya, Hari ini rapatnya jangan lama-lama ye! Mager gue!"


"Heh, mau tak tendang dari sini kamu?"


Tanya Shesil dengan mata melotot. Ia hanya bercanda kepada teman dekatnya itu.


-"Ehmm, maaf bu ketua, bercanda kok hehehe. Yaudah mari bu!"


Jawab Agus yang kemudian mengundurkan diri dari hadapan Shesil, sang pretty savage di organisasi BEM ini.


Ia kemudian duduk di kursi depan ruangan dekat temannya, Theo. lalu ia menaruh buku matkul tadi di meja.


.


.


".. Eh loe, tadi udah kelar satu jam lebih awal ya kuliahnya, ngapain aja tuh?"


Tanya ia kepada Theo yang sedang serius mengerjakan sesuatu di laptopnya.


-"ya liat sendiri, ngerjain tugas gila-gilaan."


"Heheh rajin juga anak teksip satu ini, kalo gue sih biasa ngerjain malem. Oh ya Theo, tebak tadi gue ngajar maba mana Hayooo."


-"Bodo , gak peduli sih."


Ujar ia tanpa mengalihkan pandangan dari laptop.


"Nah gue ketemu maba yang pas itu loe tolong loh~ Cantik juga ya. "


Ujar Agus tak peduli Theo mau peduli atau tidak.


-".....terus kenapa?"


"Yaaa.. Gak apa-apa. Gak nyangka aja ketemu. Mau tau gak namanya siapa?"


Pancing Agus.


-"Ck.. Bisa diem gak sih loe?"


Ujar Theo mulai kesal.


"Yahhh gak asik lu! Btw...


anaknya kalem sama sopan banget."


Ujar Agus sembari menyenderkan tubuhnya di kursi dan meluruskan kaki-kakinya.


Tak lama, Theo langsung menoleh ke arahnya.


-"Loe serius gak salah, haha? Ketemu gua aja langsung kabur orangnya."


"Apaa? KABUR?! Pfttttt HAHAHAHAHAHHAHAH!! Maba aja serem liat lu! Hahahahah!"

__ADS_1


Tawa lepas langsung keluar dari Agus.


Tak lama, beberapa orang disana memperhatikan Agus yang tertawa lepas.


"Ada apa cuy, kasih tau gua!"


Ujar Beni, teman mereka yang langsung datang.


-"Tau gak, maba kalo liat Theo langsung kabur katanya, padahal OSPEK dah kelar pffttt!!"


"Pffttt.. Wah wahhh udah ketebak sih~ jangan serem-serem cuyy kalo di depan adek."


Mereka berdua lantas tertawa bersama-sama seolah asik dengan dunia sendiri.


-"udah puas wahai kawan-kawan budiman? Pulang Nanti kayaknya ada yang mau di cegat depan gerbang."


Ucap Theo dengan ekspresi senyum evilnya.


.


.


"Ehem ehemm, santuy broo.. Bercanda hehhee. Tapi loe ini emang serem sih, 11 12 nya Shesil. kebayang gak sih kalo kalian ...."


Sebelum menyelesaikan kata-katanya, Beni sudah keburu terdiam karena ditatap tajam oleh Theo.


Tatapan Theo itu seperti psikopat kalau kata teman-temannya. Begitulah gambaran seramnya Theo.


.


.


-" Ben, udah, nanti kita dipanggang ama dia! "


Ujar Agus.


.


.


" Hai teman-teman, lagi bahas apaa?? Ghibahin gue ya?! "


Tanya Shesil yang tiba-tiba muncul dari bekakang dan menaruh salah satu lengannya di pundak Beni.


-"Gak sil, suwer, bahas si Theo kok hehehe.. eh rapatnya mulai gih, dah jam segini."


Ujar Beni sembari menunjuk jam tangannya.


"Kebiasaan deh ngalihin pembicaraan! Btw rapatnya dimulai abis magrib aja kali ya? Sama pihak kampus masih dibolehin kok kalo kita pulang jam 9. Udah izin tadi."


.


.


-"Kenapa memangnya diundur?"


Tanya Theo.


"Bentar lagi jam 6 sore, nanggung loh, ibadah dulu guys! Makan juga."


-" Oh iya, gak sadar udah jam segini."


Ujar Agus sembari melihat jam tangannya.


"Gimana? Istirahat dulu ya wan kawan~"


Ujar Shesil.


.


"Wah gua sih setuju, yaudah gua cau ke Kost-an aja deh, entar jam 7 nyampe disini , mulai jam segitu kan?"


Tambah Agus dengan antusias sembari mengambil barang-barangnya.


.


"Pasti mau creambath lagi, abis berapa botol sih sebulan loe itu?"


Tanya Shesil geregetan dengan Agus yang sangat telaten mengurus rambutnya.


-"2 botol doang~ Kalo loe mau entar kalo loe ulang tahun gua beliin conditioner favorit gue deh! Hehehe Yaudah gue byee dulu !"


Ujar Agus. Ia lantas beranjak pergi dari sana.


" terserah. Jangan lupa balik kesini ya!"

__ADS_1


Ujar Shesil.


Agus tiba-tiba mengalihkan wajahnya menghadap Shesil dan mengacungkan jempol. Rambutnya yang indah itu terkibas dengan estetiknya sehingga menampar wajah salah satu anggota lain.


__ADS_2