Cat And Wolf

Cat And Wolf
Unbelievable


__ADS_3

Setelah acara usai, mereka semua membubarkan diri masing-masing.


Mereka semua pulang sembari membicarakan acara hari ini yang menyenangkan sekali dan juga ini merupakan pengalaman tak terlupakan.


.


.


Kirana sebenarnya juga hendak pulang, akan tetapi Kak Theo memaksa ingin mengantarnya pulang. Apalagi saat ini pukul 21.35 WIB


"Oh ya, kamu ke parkiran duluan aja. Ada barang yang ketinggalan."


Ujar Kak Theo.


Kirana lantas mengangguk.


Kemudian, ia pergi lebih dahulu ke tempat parkir. Sementara kak Theo mengambil barang yang tertinggal.


.


.


Disaat Kirana hampir sampai di tempat parkir, ia agak terkejut melihat Kak Sean berada disana sedang duduk di atas motornya.


"Kak Sean?"


Ujar Kirana.


Lantas, Sean mendengarnya dan langsung menoleh. Lalu, menghampiri Kirana dengan ekspresi tak enak.


Ketika ia sudah ada dihadapan Kirana, suasana menjadi hening beberapa saat.


Hingga Sean mengatakan sesuatu.


"Maaf, Kakak malah ngelanggar janji dan lupa hubungin nomermu."

__ADS_1


Ujar ia.


Kirana lantas terdiam beberapa saat sedang membaca situasi dan memperkirakan apa yang terjadi pada Kak Sean tadi.


"Kamu marah?"


Tanya Kak Sean lagi.


Kirana kemudian menghela nafas.


-"Gak, ngapain aku marah sama Kak Sean? Aku udah dikasih tau Kak Agus, Kak Sean lagi ada urusan mendadak."


Setelah mendengar itu, Sean menjadi lega sekali. Namun tetap saja masih ada penyesalan di dalam dirinya. Senyum lantas tergambar di wajahnya setelah tahu respon Kirana.


Sebenarnya, Sean ketika sampai di Kampus langsung datang ke lokasi acara. Akan tetapi, ia melihat Kirana sudah bersama Theo. ia tak berani mengganggu Kirana. Rasanya, ia menyesal, dirinya yang membuat janji, dirinya sendiri yang melanggarnya.


"...Kamu sudah mau pulang? Kakak antar ya?"


Tanya Sean


.


-"Sorry, Dia udah ada janji sama gua."


Ujar suara yang tiba-tiba menyahut.


Tak lama, Kirana dan Sean menoleh ke asal suara.


Theo berdiri disana sembari mencangking jaketnya dan menatap serius ke arah Sean.


Lalu, ia berdiri tepat di samping Kirana.


.


.

__ADS_1


"Theo, udah cukup sampai sini. Loe gak usah terlibat lagi."


Jawab Sean dengan ekspresi tajam.


-"Terlibat? Pfftt... Kayaknya loe harus pikir ulang."


Ujar Theo yang tiba-tiba wajahnya berubah menjadi lebih serius.


"Maksud loe apa??!"


Ujar Sean.


Seketika, suasana diantara mereka berdua menjadi tegang sekali.


Kirana sendiri bingung harus melakukan apa di situasi seperti ini. Apalagi, ia heran kenapa mereka bertengkar hanya karena ingin mengantar dirinya?


-" Gua ada urusan sama dia. Gak cukupkah selama panitiaan loe sama dia terus, hah??!! "


Ujar Sean kritis.


Kata-kata Sean tentu membuat Kirana agak terkejut. Kata-kata yang tak disangka-sangka Kirana keluar dari Kak Sean bersangkutan dengan dirinya.


Suasana hening seketika. Sean sendiri lantas menghela nafas setelah menyadari dirinya melibatkan emosi.


Kirana ingin mengatakan sesuatu, disaat ia membuka mulut, tiba-tiba Theo maju beberapa langkah hingga tepat di samping Sean, kemudian ia membisikkan sesuat


"Gua gak tau loe ada apa, tapi kalo loe kayak gini lagi...... Justru orang lain yang akan maju."


Ujar Theo. Ia lantas menepuk pundak Sean beberapa kali kemudian pergi dari sana sembari menarik tangan Kirana.


Kirana sendiri yang masih bingung itu hanya bisa diam melihat Kak Theo yang nampak suasana hatinya sedang tidak baik.


Begitu juga dengan Sean hanya bisa diam dengan wajah tak percaya dengan apa yang terjadi hari ini.


Ia memilih diam karena khawatir membuat Kirana tidak nyaman kalau perdebatan tadi terjadi lebih lama.

__ADS_1


__ADS_2