Cat And Wolf

Cat And Wolf
Missing (2)


__ADS_3

Sepulang kuliah, para panitia kembali bekerja mengurus persiapan acara.


Mereka benar-benar terlihat tak kenal lelah.


Untungnya persiapan sudah mencapai 75%.


Target hari ini 80-85% selesai karena ada test akhir semster yang menghadang sekitar 1 minggu lagi.


Sebelum itu, mereka semua dikumpulkan untuk melakukan evaluasi lagi.


Theo yang kali ini menghandle semuanya.


Ia lantas menjelaskan target penyelesaian hari ini dan untuk kedepannya.


Sebagian besar dari mereka langsung mengiyakan, sisanya mengangguk.


Setelah itu, mereka semua kembali mengelompok mengerjakan tugas di divisi masing-masing.


.


.


.


" Kirana, lembur lagi gak ya hari ini? "


Tanya Erika.


-" ehmm menurutku bisa jadi~ . Oh ya kenapa memangnya?"


"Ohhh, aku ada tugas yang belum selesai sih."


-"Entar kalo beneran lembur, nyambi ngerjain tugasmu aja. Kemaren-kemaren aja ada beberapa yang kayak gitu aku lihat."


"Okee~"


Ujar Erika sembari tersenyum.


-"Hem.. Bentar, kayaknya aku lupain sesuatu deh.. Apa ya?"


"Ada tugas juga kah?"


Ujar Erika.


-"bukan.. Apa ya? Ah yaudah, abaikan dulu. Kita selesaiin tugas kita!"


Ujar Kirana dengan semangat yang on fire.


__________

__ADS_1


Kirana lantas kembali sibuk mengerjakan dekorasi, tugas barunya.


Di tengah-tengah kesibukkan tersebut, tiba-tiba notifikasi pesan masuk muncul dari handphone Kirana.


Pesan dari Kak Sean yang mengajaknya makan bersama nanti ketika jeda istirahat.


Tetapi, Kirana tak menyadari ada pesan masuk tersebut.


.


.


.


Di tempat lain, Sean sedang menyimak teman-teman lainnya yang mengajukan pendapat dan mengatur perencanaan acara.


Sebenarnya, ia juga sedang menunggu-nunggu balasan pesan dari Kirana. Tapi tak kunjung mendapat balasan.


Tak lama, fokus Sean agak terpecah ketika Theo yang duduk disampingnya mulai menunjukkan sikap agak gelisah seperti mencari sesuatu.


Ia menunduk mencari di bawah mejanya, kemudian di dalam tasnya.


-"Ada yang ilang?"


Tanya Sean.


"Gua pergi dulu ya."


Ia langsung beranjak dari kursinya, kemudian dengan agak berlari keluar ruangan menuju ke suatu tempat.


.


.


Agus yang melihat itu juga langsung bertanya


"Ada apa ini?"


-"Gak tau. Kayaknya ada yang ketinggalan."


Jawab Sean datar.


"Baru kali ini gua liat dia ekspresinya cemas kayak gitu."


Tambah Agus.


Kata-kata Agus membuat Sean juga berpikir, pasti ada sesuatu yang penting hilang dari Theo.


____

__ADS_1


Sementara, Theo saat ini sedang berlari menuju ke depan perpustakaan, tempat ia sebelumnya ditabrak oleh seseorang. Feelingnya mengatakan pasti Disanalah tempat ia kehilangan.


.


Saat sampai, ia langsung mencari 'benda berharga ' tersebut.


Ia menyusuri bagian halaman depan perpustakaan yang sudah tutup itu dengan teliti.


Di sekitar pot, di gorong-gorong, ia perhatikan baik-baik setiap bagian tempat tersebut.


Sampai akhirnya, ia frustasi karena tak ditemukan juga padahal ia sudah lama mencari.


"apa udah diambil orang?"


Ujar Theo dengan tatapan masih melihat-lihat sekitar.


Tak lama, ia langsung mengambil ponsel dari saku celananya kemudian menelfon seseorang.


Beberapa lama kemudian, akhirnya diangkat panggilan telfonnya.


"Ah halo Pak Junaidi, ini Theo pak... Iya, begini Apa hari ini ada yang nitip barang hilang? Jam tangan warna silver?"


Theo terdiam saat ia mendengar jawaban pak Junaidi, staff keamanan di kampus itu, sekaligus pusatnya barang-barang hilang.


Wajah Theo yang awalnya harap-harap cemas, menjadi muram.


" Oh begitu, baik pak.. Kalau misalnya nanti ada yang menitipkan, tolong hubungi saya lagi ya pak?.... Yasudah, terimakasih banyak pak."


Tutup Theo.


Ia langsung menghela nafas panjang.


Setelah itu, ia memasukkan lagi ponselnya ke saku celananya dan langsung kembali ke ruang panitiaan tempatnya lagi sembari sedikit mengacak-acak rambutnya karena frustasi.


Moodnya seketika menjadi jelek karena hal ini.


Tetapi ia mencoba menyembunyikannya dan tetap bersikap biasa.


.


.


Theo kembali dan duduk di kursinya lagi, ia kembali sibuk mengetik di laptopnya.


"Apa loe kehilangan barang? Mau gua bantu cari?"


Tanya Sean.


-"Gak usah."

__ADS_1


Jawab Theo singkat dan datar.


Sean hanya bisa diam kalau sudah begini. Ia memahami betul sikap teman dekatnya itu , karena mereka sudah saling kenal sejak SMP.


__ADS_2