Cat And Wolf

Cat And Wolf
First Day


__ADS_3

3 hari setelah OSPEK, adalah masa pengenalan jurusan .


Dalam 3 hari ini hanya ada benar-benar pengenalan, termasuk pengenalan dosen wali. Tapi juga ada pengenalan UKM, BEM dan komunitas disana termasuk pembukaan pendaftarannya.


Disini lah Kirana mendaftar komunitas pecinta botani universitas X . Ia sudah membayangkan bertemu banyak orang dengan minat yang sama dengannya dan belajar lebih mengenai botani.


Perkuliahan pun dimulai setelah 3 hari tersebut.


Hari-hari diisi dengan semangat belajar 45 oleh Kirana. Apalagi ia benar-benar berada di prodi yang cocok dengannya. Ambisiusnya terhadap belajar kambuh seperti biasa.


Sementara, Kegiatan-kegiatan organisasi pun diizinkan dimulai setelah sebulan masa kuliah aktif, itu kebijakan Rektor baru, agar para maba tak langsung terlena oleh kesibukkan organisasi.


Setelah lewat sebulan, barulah semua kegiatan organisasi ataupun komunitas dalam universitas tersebut boleh diikuti oleh para maba.


Tentulah ini organisasi pertama yang diikuti Kirana. Ya, ini sebenarnya komunitas gabungan prodi arsitektur lanskap, teknik lingkungan, biologi, dan prodi terbaru di universitas itu yaitu proteksi tanaman.


Acara penyambutannya pun dilaksanakan di kebun raya kampus tersebut, letaknya dekat rumah kaca yang seperti di negeri dongeng.


Menyenangkan sekali rasanya ada di organisasi tersebut.


Para kating di organisasi tersebut lantas mengenalkan diri.


Mereka tampak 'ramah lingkungan' sekali dan murah senyum.


Lalu, part yang paling menarik adalah saat mengunjungi rumah kaca. Ada banyak sekali spesies flora disana.


Berjalan di dalamnya membuat Kirana serasa di negeri khayalannya saat kecil.


Selama Kirana melihat-lihat flora di sana, Ada sebuah bunga yang sangat menarik perhatian Kirana,  spontan ia langsung mengeluarkan ponselnya untuk memotret bunga tersebut. Warnanya merah muda dan indah . Bunga itu mekar dengan megahnya diantara bunga di sekelilingnya.


Lantas, Kirana memotret bunga tersebut beberapa kali dan melihat hasil potretannya.


Senyumnya mengembang seketika.


-"ini Peony, bagus ya?"


Ujar seseorang yang tiba-tiba mendatangi Kirana.


Kirana agak terkejut mendengar seseorang berbicara tiba-tiba disampingnya.


lalu, ia menoleh dan melihat Kak Sean, ketua komunitas tersebut sekaligus kating, jurusan teknik lingkungan tahun ke 3. Orangnya berwajah manis tapi gayanya sangat cool, juga kating paling ramah di kampus ini.


.


.


".. Oh kak Sean! hehe iya bagus banget. Ini pertama kalinya aku liat yang sebagus ini."


Ujar Kirana sembari tersenyum.


-"Serius? Sayang banget. kamu udah pernah coba nanem ini belum? "


"iya, dulu aku dan ibuku pernah sih nanem bunga ini di halaman depan rumah , tapi tumbuhnya gak sebagus ini eh terus malah mati."


-"Oh, tenang aja nanti kamu disini bakalan diajarin nanem sekalian. Jadi bakalan berguna sih. "


Kirana lantas mengangguk.


" Oh ya kak, katanya setiap bunga ada makna dan filosofinya ya? Apa itu bener? "


Tambah Kirana.


-"katanya sih begitu. Heran, siapa ya yang memaknai setiap bunga ?"

__ADS_1


Ujar ia dengan ekspresi agak heran.


"Hahah iya, juga. Ehmm.. Kalau bunga ini, tau gak kak apa maknanya?"


Tanya Kirana sembari menunjuk peony tersebut.


-"Oh Ini.."


Kak Sean tiba-tiba terdiam beberapa saat seperti teringat sesuatu sampai akhirnya ia berbicara


-".... Peony, lambang Cinta dan kebahagiaan. Itu yang kutahu setelah baca salah satu buku Di perpustakaan."


Ujar ia dengan agak canggung.


"Oh, gituu. Wahh Kakak baca itu juga? Kapan-kapan kalo butuh rekomendasi buku belajar bisa ke kakak dong?"


Tanya Kirana antusias.


-"Pfftt.. Kakak gak se rajin itu. Tapi mungkin apa yang kubaca bisa kakak rekomendasi nanti. Ya bilang aja, disini bisa saling minta tolong kok soal ini."


"Oke siapp!"


Jawab Kirana semangat.


-"Oh ya, Kamu ikut organisasi apa aja disini?"


" baru ini, belum kepikiran mau ikut apalagi."


-"Kalau gitu coba ikut . Nanti di awal tahun baru artinya sekitar 4 bulan lagi akan ada acara besar di kampus. Festival bakat dan kesenian daerah gitu. Kalau kamu mau nanti kakak bisa bantu ajuin."


"Kepanitiaan? aku takut gak bisa karena belum pernah ikut."


Ucap Kirana ragu.


Kirana kemudian mengangguk


" aku coba pikirin lagi. Kakak sendiri pernah ikut begituan juga? "


-" Pernah makanya paham. Kalau mau ikut organisasi, saran kakak BEM juga bagus~ "


Ujar ia yang lantas tersenyum.


" Kenapa dengan BEM Fakultas kak? Aku takut aja sih ikut gituan. "


-" gak kenapa - kenapa sih, asik kok kegiatannya sama anggotanya juga. Kalo ketuanya baik dan ramah, yang lain juga ramah pasti~ "


Ujar ia dengan tersenyum .


Senyum kating satu ini memang selalu membuat teduh hati dan pikiran.


" pfftt gituu. Memang ketuanya siapa kak? Kasih spoiler gitu. "


-" Serius gak tau ? Hemm.. Cari tahu sendiri ya dek heheh~ yasudah kakak harus kesana. Ikut nimbrung sama yang lain, jangan sendirian kayak gini."


Ujar Kak Sean sembari mengacungkan jempol. Ia lantas pergi dari sana untuk menemui pengurus yang lain.


" iya kak."


Ujar Kirana samar mengiyakan kata-kata kating itu tadi.


Ya walau Kirana sedikit heran kenapa ia tak mau memberi tahu.


.

__ADS_1


.


Sementara Sean setelah pergi dari hadapan Kirana langsung menunjukkan ekspresi berpikir.


"Beneran itu dia kan? Gak mungkin salah."


Gumam ia samar. Ekspresi wajahnya lantas berubah jadi yakin.


.


.


Pukul 3 sore. Jam kuliah Kirana sudah usai dan ia bergegas pulang menuju ke kost-an nya.


Ia tak sabar untuk memasak udang yang dikirim ibunya pagi tadi lewat jasa antar. Sebagai penggemar makanan, tentu hal ini tak boleh ditunda-tunda juga.


Tak lama, dari kejauhan, ia melihat seseorang melambaikan tangan kepadanya,walau ia tak yakin.


Kirana menyipit-nyipitkan matanya untuk mengetahui siapa orang itu.


-"Kirana, OOYYYY!! Udah pulang kahh dirimuu?!!"


Suara ngegas itu terdengar.


Ya, siapa lagi kalau bukan Shella.


Ia langsung berlari ke arah Kirana seperti anak kecil.


"Heh, ngapa lari-lari kamuu? Ditinggal tunggu aja disitu entar aku kesana!"


Ujar Kirana dengan suara agak keras agar terdengar.


Sementara Shella tak mempedulikannya dan akhirnya sampai di hadapan Kirana dengan ngos-ngosan.


"Huftttt... Huwaaa ini lapangan bola atau halaman depan univ seh?!"


-"Hahah ya aneh kamu deh tinggal tunggu disana. Loh kamu juga udah kelar?"


"Yoiii.. Weh tumben banget sihh kita bareng! Kuylah pulang, ke kost-anmu yaaaa Hehehe!"


Ujar Shella ada maunya.


-"Heleh, bilang aja kalo laper. Yaudah, ayok aku kasih makan. Ibuku bawain udang tadi pagi."


"Wuidih.. Lah ibuku kok gak pernah ngirim apa-apa ya? Udang mateng atau mentah tuh?"


-"masih sibuk mungkin? Btw Itu udang mentah jadi harus masak dulu."


"Yaaa bisa jadi sih, Yaudah kuy aku bantu masak!"


-"Bisa toh? Aer aja gosong."


Canda Kirana dengan ekspresi savage.


"Heh, Baku hantam yok di prosotan TK deket sini!"


Jawab Shella dengan tersenyum manis lalu menepuk pundak Kirana.


-"Ayok, nanti kamu langsung aku tinggal."


Balas Kirana.


Yaa sepanjang perjalan mereka menuju ke Kost-an Kirana hanya penuh dengan candaan yang terkadang hanya mereka yang mengerti.

__ADS_1


Kirana dan Shella itu sudah seperti saudara kedekatannya, jadi mereka bisa saling mengutarakan pikiran tanpa ada yang merasa sakit hati karena bisa saling mengerti satu sama lain.


__ADS_2