
"Yaa Tuhannn.... " Dinda bersyukur dirinya bisa lulus test. Kabar yang sangat membahagiakan.
"Ayunda." Panggil seorang pria dengan suara has yang sudah berusia.
Dinda mendongak dan menatap Pria yang telah memanggilnya.
"Pak Eric. " jawab Dinda
"Bagaimana? apa kau lolos? " tanya nya
"Iyaa pak. Ayu lolos... terimakasih pak " jawab Dinda.
"Bapak sudah menduga. kau pasti lolos dengan nilai terbaik." ucap Pak Eric
"Pak Eric sendiri sedang apa di sini? " tanya Dinda
"Saya ada meeting di sini. bersama penyelenggara beasiswa." jawab Pak Eric.
"Ohh.. kalo begitu saya permisi dulu pak, harus masuk kerja. " pamit Dinda pada pak Eric
"Iyaa.. kalo butuh apa apa. kau bisa hubungi bapak. " ucap pak Eric
"Terimakasih pak. " jawab Dinda sembari membungkukkan tubuhnya.
Dinda sudah keluar dari Hotel. dan segera mengayuh sepedanya. ke rumah sakit.
...***...
Dinda sudah berada di rumah sakit. dan harus mulai bekerja.
Saat ini di waktu istirahatnya Dinda sedang membuat surat pengunduran diri. karena harus menjemput mimpinya.
"Ayu.. apa yang kau buat? " tanya teman kerjanya yang di panggil Arin.
"Aku sedang membuat surat pengunduran diriku Rin. ", jawabnya
" Apaa.. kau mau mengundurkan diri? " tanya Wulan yang mendengar pernyataan dari Ayunda
"iyaa.. Aku dapat beasiswa keluar negeri. dan itu adalah impianku. " jawab Ayunda
"Duhh.. kami kehilangan kamu dong Ay." ucap Arin. dan Wulan pun segera menghampiri mereka berdua.
"Ayu.. kalo kamu pergi dari sini. putuslah harapanku untuk mendapatkan kamu. " ucap Fahri yang sangat menyukai Ayunda. Namun belum berani mengatakannya.
"ishh.. apaan si Ri kau ini " ucap Arin. Arin sebenarnya juga sangat menyukai Fahri. namun dirinya pun hanya menyukai dalam diam.
"Kenapa?? aku menyukai Ayunda tapi aku belum berani mengungkapkannya. " jawab Fahri
"Sudah sudah.. kalian tau nggak. kalian telah menggangu pekerjaanku. " ucap Dinda
__ADS_1
"Keluar sana. biar aku yang temeni Ayunda di sini." ucap Fahri dan mengusir beberapa teman perempuan.
Namun mereka tidak mau pergi. melainkan malah duduk di kursi yang ada di depan Dinda dengan menatap sendu pada Dinda.
mereka tau jika Dinda adalah seorang single mom. makanya mereka sangat peduli sama Dinda.
"Kalian pada kenapa melihatku begitu banget.? " tanya Dinda
"Ayu... kami salut banget deh sama kamu. membesarkan anak tanpa seorang suami. dan selalu berjuang sebelum mencapai impiannya. " jawab Wulan.
"Karena aku mempunyai seorang ibu yang begitu baik. dan selalu memotivasi aku. besyukur aku bisa bertemu dengan beliau." kata Dinda pada teman teman timnya.
...***...
Satu bulan kemudian.
Kini Dinda sudah berada di negara S. dengan di temani Neni sang kakak dan putri tercintanya .
Setelah semua dokument itu siap. secara pengurusan juga begitu mudah. Dengan bantuan Pak Eric dan bu Halimah. ahirnya semua itu bisa begitu sangat mudah.
"Nak.. Ini pake uang bunda dulu. nanti kalo kamu sudah ada uang. kamu bisa mengembalikan" ucap bu Halimah. waktu itu saat Dinda begitu bingung tidak ada uang pegangan untuk hidup di sana
Dan Bu Halimah punya uang tabungan. untuk berjaga jaga jika ada sesuatu yang begitu mendesak.
"Tapi bu.. pasti akan sangat lama Ayu bisa mengembalikannya " ucap Dinda
Pagi ini Dinda jalan jalan ke taman besama Arsha. karena sang kakak sedang sibuk membuat lamaran kerja.
"Mama..", panggil Arsha
" Iya sayang ada apa? " tanyanya.
"Kapan Alsa ketemu papa " tanya Arsha
"sayang.. Papa Arsha kan sedang kerja. " jawab Dinda
"keljanya lama banget " protes Arsha. Dinda menatap sang putri. buliran hangat mulai membasahi pelupuk matanya.
"Sayang.. maafin mama. bukannya mama tidak mencari papamu. hanya saja mama tidak tau nama dan tinggal nya papamu." Gumam Dinda lirih tepat di telinga sang putri.
"Mama nangis? " tanya Arsha saat merasakan cairan hangat itu membasahi punggung Arsha. lalu segera mengusap airmata sang mama yang sudah ada di pipi nya. Arsha tidak tau apa yang sang ucapkan. yang Arsha tau setiap Arsha menayakan keberadaan sang papa pasti sang mama akan sedih.
"Maafin Alsa ma. All hanya punya mama tidak apa apa. Alsa bangga punya mama " ucap Arsha.
Dinda langsung memeluk sang putri. "Jangan nanyain keberadaan papamu lagi ya nak. jika memang Tuhan ingin mempertemukan kalian. pasti ada jalannya. " ucap Dinda. Arsha mengangguk pasrah.
Sejujurnya Arsha pun ingin sekali di manja dan bermain dengan yang namanya papa seperti teman teman yang sring bermain sama Arsha di taman.
"Mama.. Alsa mau itu. " tunjuk Arsha saat melihat ada balon dempet.
__ADS_1
"Ok mama beli in dulu yaa " ucap Dinda
...****...
Di tempat yang beda
Selama satu bulan ini Alex di buat jengkel oleh sang mama. Sang mama selalu meminta Sari untuk mengantar makan siang untuk Alex.
Berkali Kali Alex menolak. namun Sari selalu memaksa.
dan sekarang pakaian Sari pun lebih sopan. dari biasanya. karena mama Alex penah bilang pada Sari. jika putranya tidak menyukai wanita yang terlalu fullgar.
Dan Sari pun mengganti semua pakaian se*inya.
"Mas Al.. tadi mama Minta untuk mengantar makan siang mas Al. kuharap mas Al mau menerimanya. " ucap Sari yang sudah berada di kantornya.
"Sudah..? kalo begitu cepat keluar saya masih banyak pekerjaan. " ucapnya.
"Duhh kok gitu sihh mas.. Sari udah berusaha untuk membuat mas Al itu mau melihat Sari. bahkan Sari berupaya untuk merubah penampilan Sari demi mas Al. tapi app.. mas Al tetap tidak mau melihat Sari" ucap Sari yang sudah frustasi pada Alex
Alex hanya diam dan masih fokus pada pekerjaannya.
"Mas.. mas All" teriak Sari.
"Sari.. saya mohon jika mau ngobrol lihatlah situasi. kalo di kantor saya tidak bisa. jadi kalo sudah selesei urusannya cepat pergi dari sini." ucap Alex dengan nada yang sangat datar.
Sari pun kesal dan segera menjauhi Alex dan segera meninggalkan Alex. Sari menutup pintu dengan begitu keras..
BRAAKKKK..
Alex hanya menggelengkan kepalanya. Alex segera mengambil ponsel dan mencari kontak Ghani.
bukanya segera menelpon Ghani, Alex malah melihat foto foto yang baru di kirim oleh Dion. Laporan Meeting di surabaya.
Setelah di amati Alex ingin segera menghapus semua foto yang sudah memenuhi galery nya
Alex menscrol gambar demi gambar. dan bola matanya menatap Foto wanita yang selama ini dia cari.
"Dinda.. " gumamnya. Alex segera ke apk hijau mencari kontak obrolan dengan yang mengirim foto itu.
...Bersambung...
👉**Males baca kalo udah gini
👉Bikin kecewa
👉Gak suka alurnya
Kalo alurnya udah di atur gimana dong**...!!?
__ADS_1