
Derttt...
Derttt
Derttt
ponsel Dinda berdering. Saat ini Dinda tengah di rumah sakit. mengantar mama mama nya terapi.
Saat ini Dinda masih belum ingin memperlihatkan profesinya.
Dan sampai saat ini kedua orang tuanya belum tau. jika Dinda berprofesi jadi seorang dokter.
Dinda segera menggeser tombol hijaunya.
"Hallo kak.. " jawab Dinda.
"Arsha di mana Din? " tanya Alex.
"Di Rumah. Dinda sedang ngater mama di terapi di rumah sakit." jawabnya
"kenapa nggak di urus sendiri aja bu dokter, mamanya? " tanya Alex
"Dinda masih ingin menikmati kebersamaan ini kak." jawabnya.
Semenjak Alex tau nomer ponsel Dinda. Alex jadi sering telpon. Hanya sekedar menanyakan Arsha.
Saat ini Mereka tengah menggunakan Video call. "Kakak.. itu di mana? " tanya Dinda.
"Kakak sedang survei tempat." jawabnya
"buat apaa kak. kok indah sekali." tanya Dinda saat melihat pemandangan di sekitar Alex
"Buat kita liburan nanti. Setelah kakak resmi jadi suami Dinda. kakak akan ajak Dinda bulan madu." jawabnya.
Dinda menunduk. Jantungnya kembali menghangat. 'Apa semua pria akan selalu bicara seperti itu untuk meyakinkan Wanita yang di cintainya?" tanya Dinda dalam hati.
"Din.. Dinda.. kakak kan disini. di depan kamu. kenapa cari kakak di bawah? " tanya Alex.
Alex tersenyum melihat Dinda yang menampakkan pipi merona nya.
"Kak.. udah dulu. mama udah selesei." pamit Dinda
"Iyaa.. kamu hati hati yaa. kakak mungkin baru selesei besok pagi." ucap Alex.
Dinda tersenyum sebagai jawabannya.
"Maa.." panggil Dinda.
"Bagaimana Ma? Capek? " tanya Dinda
"Sedikit capek sayang. tapi kalo ada kamu mama tidak merasakan itu." jawabnya
__ADS_1
Pak Supri sopir pribadi pak Darmawan segera menghampiri majikannya.
Mama Dinda segera di angkat oleh pak Supri kedalam mobil
...**...
Di Rumah
"Bagaimana bisa.. kerugian begitu sangat banyak." gumamnya.
Rupanya Perusahaan Alex yang mampu membayar lebih tinggi semua produk Darmawan. baru dua hari Darmawan memutuskan untuk menghentikan kerja sama dengan Alex. Namun kini kerugian sudah sangat nampak.
Rasanya sangat malu pada Alex. jika dirinya bisa gulung tikar
"Very.. kita segera buat agenda meeting malam ini. Karena ini sangat mendesak dan darurat sekali." ucap Darmawan saat telpon ya berhasil tersambung
"Siap pak" jawab Very
Siapa yang sudah berani membocorkan putusnya kerjasama dengan Trav Group. batinnya
Darmawan segera menutup laptopnya dan segera memasukkan kembali ke dalam tas yang selalu di bawa.
"Pa.. papa mau kemana? " tanya Mutiara sang istri.
"Ehh ma.. papa ada pekerjaan mendadak. papa pulang nanti malam agak larut yaa." pamitnya
"Tumben pa. biasanya papa nggak ingin terlihat dengan pekerjaan lemburnya" jawab Mutiara
"Papa mau pergi pagi ma? " tanya Dinda.
"Iyaa.. papa ada kerjaan yang tak bisa di tunda. " jawabnya
"Hati hati pa." ucap Dinda dan Mutiara bersamaan
"Mama mau mandi sekarang atau nanti? " tanya Dinda
"Mama mau ketemu Arsha dulu nak. " jawab Mutiara
Arsha dan Neni sedang berada di kebun belakang bersama bik Ning. Mereka sedang mencabuti rumput rumput yang Menganggu tabanan hias kesukaan Mutiara
Dinda membawa Mama nya ke kebun belakang.
Derttt Derrttt Derttt.
ponsel Dinda, kembali berdering
"Papa Arsha. " gumamnya.
"Ada apa lagi nih kak Alex. baru saja, selesei ngobrol dengan dirinya." batin Dinda
"Arsha sayang.. sini kak papa telpon niih. " panggil Dinda pada Arsha.
__ADS_1
Arsha segera berlari menuju di nama sang mama berada
"Hallo Arsha. Arsha sedang apa? " tanya Alex. yang langsung melihat wajah cantik Arsha
"Alaa sedang membelsihkan tanaman Milik nenek. " jawabnya.
"ohh.. mama di mana nak? " tanya Alex
"iya kak.. Dinda ada di sini ada apa? " tanya Dinda
"Bisa nggak Dinda, menjauh dulu dari mereka. kakak punya kabar untuk Dinda " ucap Alex.
"Ohh iyaa. sebentar Dinda masuk ke kamar dulu." jawabnya
Dinda segera berjalan menuju kamar.
Dinda, segera menutup pintunya dan segera menyambungkan kembali obrolan ya dengan Alex.
"Ada apa kak? " tanya Dinda
"Papa di mana? " tanya Alex.
"Papa tadi sudah pulang. namun kini papa berangkat ke kantor lagi karena ada kerjaan yang sangat urgent." jawab Dinda
"Kakak tadi dapat kabar. jika ada orang yang berusaha menjatuhkan kwalitas produk dari perusahaan papa." ucap Alex
"Maksud kakak? " tanya Dinda
"Kemungkinan produk papa semua akan di kembalikan ke papa dan ini menandakan jika papa akan mengalami kerugian yang besar." terang Alex.
"Kira kira siapa kak? " tanya Dinda
"Kakak sedang mencari taunya. kamu tenang saja. kakak hanya mengabari Dinda. agar Dinda bisa menghibur mama saat mama tau nanti." ucap Alex.
Semenjak Alex denger dari Wahyu jika Darmawan di ambang kerugian. Alex harus bisa menolong untuk mengembalikan lagi kepercayaan konsumen dari produk Darmawan.
Setelah obrolan selesei. Alex segera menghubungi setiap perusahaan yang sedang bekerja sama dengan Trav group
...***...
Pagi telah tiba
Alex tengah menikmati sarapan paginya sembari menonton televisi. biasanya Alex tidak pernah berleha leha seperti ini. Namun karena mungkin di sini tidak yang bisa di kerjakan. Alex pun menikmati paginya
"Seorang keturunan Perusahaan terkenal. Telah tertangkap kamera tengah menjajakan tubuhnya pada pria hidung belang. di ketahui wanita itu keturunan Dari pengusaha yang berinisial 'D'. di duga perusahaan orang tuanya kolep. dan wanita itu nekat menjajakan tubuhnya untuk mendapatkan uang agar keluarganya bisa makan." Berikut cuplikan foto wanita itu.
tadinya Alex ingin mindahin chanel nya. namun saat ada berita di BREAKINGNEWS. Alex pun mengurungkan.
Alex menggeram..
...Bersambung 😴...
__ADS_1