CEO ITU AYAH PUTRIKU

CEO ITU AYAH PUTRIKU
Sikap Tegas


__ADS_3

"mas.. kok jempolnya bisa bergerak." ujar Neni


Dion tertawa.. "kalo jempol masih bergerak sayang. yang tidak berfungsi itu otot di kaki yang lain. mas juga tidak paham sihh." ucapnya


Setelah selesai mandi Neni segera membawa suaminya ke ruang ganti. dengan sabar Neni mengurus Dion. hingga memakaikan segala kebutuhan tubuh Dion.


Selesei. Neni segera mendorong kursi rodanya keruang makan.


"mas mau makan apa? Neni sudah masak makanan kesukaan mas semua.", ujar Neni


" Mas.. makan Nasi goreng saja deh.." jawabnya.


"Nanti siang.. Neni bawain makan siang untuk mas yaa.." usul Neni


"terserah kamu saja. mas selalu makan makanan yang kamu buat." ucap Dion.


Pak Fahri masuk untuk melihat bosnya.


"Pak Fahri.. sini gabung sini makan bareng sekalian." ajak Neni


"ngak usah mbak. saya makan di dapur saja." jawabnya


"Sudah tidak apa apa. sini saya sudah siapkan piring untuk pak Fahri." ujar Neni


"terimakasih mbak Neni mas Dion." ucap pak Fahri


Mereka tengah menikmati sarapannya. "pak saya minta tolong yaa.. Tolong pak Fahri selalu standby di dekat mas Dion. " ucap Neni


Dion menghentikan kunyahannya saat mendengar Neni mengatakan hal semacam itu.


"Apa maksudmu sayang?" tanya Dion.


"Aku bisa sendiri.. lagian jika mas butuh sesuatu bisa minta tolong pada Wahyu." jawab Dion datar. agak tersinggung pada istrinya yang berlebihan memperlakukan dirinya.


"Mas.. maafin Neni.. Neni tidak bermaksud merendagkan kemampuan mas Dion. hanya saja... mas saat ini belum bisa melakukan segalanya sendiri." ucap Neni


"berhenti menganggap mas itu lemah yang tak bisa apa apa Neni. mas masih bisa melakukan sendiri." balasnya lagi


"ok.. ok mas.. maafin Neni yang terlalu kawatir. " ucap Neni


Dion segera menyudahi sarapan nya. "pak Fahri.. kita berangkat sekarang yaa.." ujar Dion.


"Baik mas Dion. " jawab pak Fahri


Neni merasa tidak enak udah menyinggung lagi keterbatasan suaminya. "Biar saya yang dorong suami saya pak Fahri." ucap Neni


Dion membiarkan saja Neni melakukan itu semua.


"Mas.. jangan marah dong. Istrimu ini hanya menghawatirkan suaminya saja. istrimu ini begitu sangat mencintai suaminya. jadi sang istri takut jika terjadi kenapa napa lagi pada suaminya." ucap Neni yang sudah jongkok di depan suaminya


"Itu yang tidak di suka dari suamimu. sikap overprotective dari istrinya." jawabnya


"bukan begitu mas.." ucapnya


"Sudah yaa.. mas mau berangkat dulu." Pamitnya

__ADS_1


Neni segera mencium punggung tangan suaminya "hati hati ya mas.. " ucap Neni


Dion mengangguk lalu tersenyum.


...***...


Sampai di kantor.


Dion segera di dorong oleh pak Fahri.


"Selamat pagi pak.." ucapan selamat pagi yang keluar dari beberapa karyawan.


Dion hanya mengangguk. lalu segera keruangannya. "Terimakasih pak Fahri.. bapak boleh tinggalkan ruangan saya." ucap Dion.


Dion segera memanggil Sekertaris nya. yang bernama Kania.


"Kania.. keriangan saya sebentar." ucap Dion lewat telpon yang terhubung di setiap ruangan


Kania berjalan dan segera masuk keriangan Dion.


"Selamat pagi pak.. ada yang bisa di bantu? " tanya Kania


"Saya minta laporan keuangan bulan lalu. minta pada pada Pak Darmin untuk mengeceknya." ucap Dion.


"Baik pak.. saya akan segera minta dari pak Agus. ada lagi pak? " tanya Kania


"Ohh yaa.. Berkas yang dari angkasa putra apa sudah sampai? tanyanya


" Suah pak.. dan kemarin saya sudah mengecek. sebentar lagi saya akan bawa kesini. " ucap Kania


Dion mulai dengan pekerjaan nya.


sedangkan Kania segera kembali keruanganya.


jam istirahat sudah tiba. namun Dion masih sibuk dengan pekerjaan yang sudah selama kurang lebih 2 minggu tidak di sentuh.


Kania masuk. "Permisi pak.. ini sudah jam makan siang. apa perlu saya bawakan makan siang di sini?" tanya Kania


"Tidak perlu repot repot. karena saya yang akan selalu menyiapkan makan siang untuk suami saya." jawab Neni yang sudah ada di ambang pintu ruangan Dion.


"Ohh. bu Neni.. maaf saya tidak tau jika ibu akan kesini. saya hanya ingin menawarkan saja." jawabnya dengan gugup


"Terimakasih sudah perhatian sama suami saya. dan saya yang berhak memberi perhatian untuk suami saya. silahkan tinggalkan kami berdua." ucap Neni pada Kania.


Neni tau jika Kania pernah tergila gila pada suaminya. Itu karena tadi saat Neni berjalan menuju ruangan suaminya telinganya tidak sengaja mendengar berapa karyawan yang membicarakan Kania yang pernah mengejar cintanya Dion.


Neni menatap penampilan Kania dari ujung kaki hingga kepala.


Kania sudah pergi meninggalkan ruangan bosnya. dan segera menyusul yang lainnya ke kantin.


"Mas.." panggil Neni


Dion tersenyum melihat sikap tegas Nya pada karyawan wanita yang bernama Neni.


"Mas kira kau lupa." jawab Dion.

__ADS_1


"Tidak lah mas.. Neni nggak akan lupa pada suami Neni." jawabnya.


Neni segera mendekat di mana suami berada. lalu segera menghampirinya


"Makan dulu yuk mas." ajak Neni yang sudah mendorong kursi roda suaminya.


"Terimakasi ya sayang..." ucap Dion


"Mas.. istrimu ini menginginkan sekretaris nya di ganti laki laki saja." ucap Neni


"kenapaa.. kau tidak percaya pada mas.? " tanyanya


"Aku sangat percaya pada mas. tapi aku tidak prcaya pada wanita yang tadi." jawabnya


"Dia itu pekerjaan nya bagus sayang... mas tak ingin mengganti hanya karena kecemburuan istri mas. itu tidak profesional sayang." ucap Dion.


"Tapi dia itu.. " " jangan berfikir yang nggak nggak yaa.. hati mas hanya milikmu." ucap Dion.


"Mas pingin di suapin sayang.." ucap Dion.


Neni segera nyuapin suaminya. "Hari ini.. Neni akan nunggu mas sampai jam kerjanya selesei. " ucap Neni


"Tapi bakalan lama.. lihat niihh pekerjaan mas begitu banyak." jawab Dion sembari menunjuk timpukan pekerjaan.


"Tidak masalah mas.." sahutnya.


...***...


Sore.


"pak.. pak Fahri boleh istirahat di kamar. buat saya yang dorong suami saya." ucap Neni


"Baik mbak.. " jawabnya


Neni segera mendorong suaminya ke kamar.


"Mas mau langsung mandi atau mau istirahat dulu?" tanya Neni


"Mas ingin istirahat saja dulu. badan mas terasa capek sekali." jawabnya.


Neni segera membantu suaminya pindah ke tempat tidur.. sedikit keberatan karena Dion tidak membantu sama sekali.


ouhhh... Ucap Dion yang sudah berada di tempat tidur dan Neni yang terjatuh tepat di atas suaminya.


"Ma.. maaf mas." ucap Neni laku segera berdiri.


Namun Dion malah mendekap semakin erat tubuhku Neni. " mas Kangen sayang.." ucapnya


Wajah Neni merona saat mata Dion menatap nya.


"tapi mas.." Jawab Neni


"Mas sangat ingin sayang" tambah Dion. Sembari bibirnya melu*at bibir Neni. Neni pun membalas lum*tan dari suaminya.


tangan Dion menjelajahi dada Neni yang pas di tangannya

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2