
"Ahh.. nggak masuk akal kamu Dion. " gumam Alex sembari mendengkus kesal.
"Dion.. bagaimana jika Al menikah sama Sari. cocok nggak? " tanya Alisia pada Dion
Dion hanya manatap sahabatnya. dan beralih ke Alisia. Tidak tega rasanya memberi tahukan jika Sari bukan wanita yang baik. belum jadi istrinya saja, sudah sangat lancang membongkar laci bos nya yang ada di kantor. bagaimana jika sudah jadi istrinya. pasti bos nya akan sangat tertekan.
Lalu beralih ke Alisia. tidak tega mengatakan yang sebenarnya Dari Alisia.
" Kalo saya sihh.. mending nggak usah tante." jawabnya sambil menunduk.
Alex segera menatap Dion. biasanya Dion akan mengiyakan setiap ucapan sang mama. tapi kali ini kenapa tidak. batinnya.
"Kenapa Dion? apa Sari kurang cantik? " tanya Alisia.
"Bu.. bukan begitu tante. cuma saya rasa biarkan Bos Alex mengenal lebih dekat dulu saja. " jawab nya kemudian.
Alex mengangguk. "Tuhh ma.." ucap Alex
"Bagaimana kau akan mengenalnya. jika kamu saja terlalu sibuk. jika Sari mengajak ngobrol." lanjut sang mama.
Kriinggg...
Kriing..
Ponsel Alex berdering.
Alex segera menggeser tombol hijaunya
"Hallo bang. bagaimana? " tanya Alex
^^^"Kapan kau kesini. papa sebentar lagi akan di lakukan oprasi." ucap Boby dari seberang telponya^^^
"Iyaa.. sebentar ini mama malah sakit." jawabnya
^^^"Mama.. mama sakit apa? "^^^
"Vertigo bang. do'akan biar Mama bisa cepet sembuh. " ucap Al
^^^"Tentu.. ya sudah kau urus saja mama dulu. nanti kalo sudah baikan. kau cepat nyusul. " ucap Boby^^^
"Iyaa. Al pasti nyusul. " jawabnya.
panggilan pun segera di akhiri.
"Al.. mama nggak apa apa kok kamu tinggal. Mama antarkan pulang saja yaa." ucap sang mama
"Tapi kan di rumah cuma ada bibik mam. Al nggak tega." jawabnya
"Nanti mama akan minta Sari datang kerumah. " ujar mama nya.
__ADS_1
"Ya sudah. Al antar mama pulang." sahut Alex
"Nggak usah, biar Dion saja yang antar mama. kamu bersiap siap saja nyusul abangmu." ucap sang mama
"Baik tante. Dion akan antar tante. Bos saya antar tante dulu." ucap Dion. Sebenarnya Alex ngak mau di panggil bos olehnya. namun begitu lah Dion orang nya sangat keras kepala. Alex selalu menganggap Dion adalah sahabatnya sampai kapanpun.
"Ya sudah... terimakasi ya Di." ucap Alex. dan mengantar sang mama smpai parkiran.
Setelah itu Alex kembali masuk setelah Mamanya masuk ke mobil dan sudah pergi.
Alex segra menyiapkan bebrapa berkas untuk meeting di luar Negeri. Sebenarnya Alex sudah merencanakan ke luar negeri untuk mencari Dinda. sekalian dengan urusan pekerjaan. namun karena sang papa juga tengah di rawat di sana jadi sekalian.
Di perjalanan..
"Dion.. tolong bantu tante. " ucap Alisia
"Bantu apa tan? " tanya Dion.
"Bujuk Al.. agar mau menikah dengan Sari. tante hawatir Alex itu punya kelainan. " ucap Alisia
"Tante. nggak usah hawatir. Bos Alex tidak seperti itu. cuma Bos Alex itu ingin hanya ada satu wanita dalam hatinya. yaitu ibunya anaknya bos " ucapnya
"Apa kau tau. siapa wanita yang Alex cari itu? " tanya Alisia
"Gadis itu di besarkan di panti. dan sekarang tengah menimba ilmu di luar negeri sebagai dokter." jawab Dion.
"Tapi gadis itu sangat pintar tante. dia mendapat beasiswa" jawab Dion.
"Tante tetap tidak izinin Dion. gadis yang tidak jelas asal usul nya dan akan menjadi menantuku? " tanya Alisia
Dion hanya diam. karena yang Dion tau jika gadis itu hanya seorang anak panti asuhan yang sedang di cari bosnya.
Dion pernah dengar Bosnya itu mengatakan menyesal. namun Dion tidak begitu jelas pendengaran nya karena Dion berada di kemudi depan saat itu
...***...
Malam ini Dinda akan melakukan pekerjaan yang beresiko.
Semenjak di sini, baru kali ini Dinda melakukan tindakan oprasi pada pasien. dan tidak tanggung tanggung. inil adalah rujukan dari rumah sakit besar yang sudah tidak sanggup menanganinya. walaupun masih berada di bawah pengawasan dokter Senior.
Sebelum melakukan pekerjaanya. Dinda segera, mengumpulkan timnya.
Setelah Lebih dari 25 menit. Dinda beserta timnya sudah membawa pasien keruang oprasi. Dinda meminta pada Tuhan terlebih dahulu untuk kelancaran hari ini.
Dinda sudah menyiapkan segala alat medisnya.
4 jam sudah Dinda berada di ruang oprasi. Ketegangan demi ketegangan sudah di lewati. Harapanya cuma satu segera selesei dengan baik dan tidak ada komplikasi lagi.
Setelah selesei Dinda segera keluar bersama dengan timnya. si pasien sudah di bawa keruangan ICU untuk pemantauan.
__ADS_1
Dinda segera berkemas untuk pulang. setelah semuanya di nyatakan baik baik saja.
Malam ini sudah menunjukkan pukul 22.00 biasanya Dinda sudah berada di aparteman. namun karena pekerjaan ini Dinda harus pulang sedikit larut.
Jam 23.00 Dinda sudah berjalan ke luar rumah sakit
"Dokter.. bagaimana, apa semuanya berjalan dengan lancar? " tanya Boby
"Semua nya baik baik saja pak. dan tunggu 2 jam lagi papa anda akan siuman." jawabnya
"Saya permisi dulu pak." ucap Dinda. segera meninggalkan rumah sakit.
Dengan langkah sedikit cepat Dinda mulai memasuki jalanan yang masih sangat ramai. Dinda kembali teringat di malam itu dirinya yang dengan bodohnya menyerahkan Kegadisannya pada pria lain. Dan dengan bodohnya juga Dinda tidak menceritakan pada kedua orang tuanya. sehingga dirinya harus mengalami banyak hal buruk.
Tidak terasa Dinda sudah berada di depan apartemen. dan terlihat jika lampu ruangan itu masih sangat terang. jika seperti itu menandakan sang putri belum tidur.
Dinda berlari kecil melewati tangga tangga kecil di area apartement.
"Selamat malam... " sapa Dinda saat melihat sang putri tengah duduk sambil menikmati camilan.
"mama.. " panggilnya dan langsung turun.
"Kok belum bobok anak mama. " tanya Dinda
"Alsa nungguin mama" jawabnya
"Kalo begitu mama ganti baju dulu. dan kita segera tidurr.. " ucapnya.
Neni baru saja keluar dari kamar mandi.
"Ayu.. udah pulang? " tanyanya
"Iya kak.." jawabnya
"Kak.. " panggil Dinda
"hemm ada apa? " tanya Neni
"Aku punya hadiah untuk kakak. " ucap Dinda sembari menyerahkan beludru warna peach
...****...
Di bandara
Alex dan Dion baru saja turun dari pesawat dan sedang menunggu bawaanya.
Alex menatap keindahan malam di kota Boon lay. "Sudah lama sekali aku tidak kesini." gumamnya lalu tersenyum. bahagia membayangkan akan bertemu dengan Wanita yang sangat ingin Alex temui.
...Bersambung...
__ADS_1