
"mas nggak bohong? " tanya Neni
"Untuk apa berbohong pada istri sendiri nggak ada untungnya.", jawab Dion
"Terimakasih mas.." Ucap Neni.
Sebelum Dion memindahkan Kania di gudang.
Dion sempat mendengar obrolan kedua orang wanita yang berada di toilet. Sebelum karyawan banyak yang pada datang. Dion sudah lebih dulu datang karena ada sesuatu yang harus di cek.
"Kania nekat banget yaa.." ucap Seorang wanita
"Iya. kalo si bos sampai tau. bisa bahaya loh." ucap Seorang lagi
Dion semakin penasaran apa yang akan di omongin dua orang selanjutnya. Dion tetap menguping mereka dari balik dinding.
"Ini obatnya yang Kania pesan kemarin. Dia akan memberikan saat bos Dion minta kopi." jawabnya
"Kurang ajar skali Kania. sudah berani mau menjebak diriku" batin Dion.
"kira kira berhasil nggak ya? emang itu obat apaan? " tanya Seorang wanita lagi
"obat tidur. aku pesen sama adekku yang kerja di apotik. dosisnya pun tidak tanggung tanggung" jawabnya.
Dion segera keluar setelah tidak terdengar lagi obrolannya kedua orang karyawannya.
Dion masih duduk di kursi rodanya. setelah sampai ruangannya Dion segera memanggil Kania untuk ke ruangannya. Dion memberi pilihan pada Kania mau dipindah atau keluar dengan cara dipecat. pilihan yang harus Kania pilih. Kania bingung ada masalah apa dirinya akan di pecat.
Dion segera mengeluarkan rekamannya.
Kania merasa ketakutan wajahnya memucat dan tak berani menatap bosnya
"Maafin saya pak bos. saya sangat tergila gila dengan pak Bos semenjak duduk di bangku SMA dulu." jawab Kania. berharap Dion mempunyai simpati padanya karena dengan tulus sudah memendam cintanya sejak dulu.
"Itu bukanlah alasan untuk kau menjebak ku. apa dengan begitu agar Saya dan istri saya berpisah. itu kan rencanamu? " tanya Dion
"sekarang mas Dion tau sendiri kan. jika yang Neni katakan waktu itu tidak bohong." ucap Neni yang seolah mengingatkan suaminya yang waktu itu.
"Iyaa.. maafin mas. mas tidak tau jika mereka punya niat buruk."ucap Dion
...***...
Di tempat yang beda.
Dinda tengah buka praktek di klinik miliknya.
"Bu.. masih ada pasien satu." ucap asisten Dinda.
"Suruh masuk saja Fin." ucap Dinda
"Selamat malam Dokter Dinda." sapa seorang pria.
Dinda mendongak dan menatap wajah pria yang sudah menyapanya.
"Reno..", gumamnya
" Kau masih ingat Din..? " tanya Reno
Dinda tersenyum miris saat mengingat kejadian. dimana dirinya mempercayakan keselamatannya pada pria yang ada di depannya.
"Tentu.. aku masih ingat semua."
"Maaf.. jam praktek ku sudah habis." ucap Dinda
"Dinda.. tunggu sebentar.. maafin aku. selama ini aku mencarimu hanya untuk minta maaf. namun baru sekarang ini aku bisa bertemu denganmu." ucap Reno. sembari memegang pergelangan tangan Dinda.
"Lepaskan tanganmu dari tubuhku. Aku sudah memaafkanmu sejak aku di usir dari rumahku sendiri. jadi jangan pernah menemuiku hanya untuk meminta maaf." jawab Dinda
"Kau masih marah padaku.? " tanya Reno
"Maaf.. aku harus segera pulang. suami dan anak anakku sudah merindukan aku. permisii.?! " ucap Dinda. lalu segera keluar dari ruangannya.
__ADS_1
Dinda segera menuju parkiran dimana dirinya tadi menaruh mobilnya. Dinda segera masuk dan menatap dirinya di kaca spion.
Dinda segera melakukan mobilnya. menuju rumah di mana keluarganya tinggal.
Derttt... Derttt.. ponsel Dinda berdering.
"Hallo kak.. " sapa Dinda
"Sayang..udah malam. kok belum pulang? " tanya Alex.
"Ini.. lagi di jalan. sebentar lagi sampai rumah." jawabnya
"Ya sudah.. hati hati ya." ucap Alex.
Dinda segera fokus pada jalanan. namun matanya tidak sengaja melihat seorang wanita dengan pakaian se*si tengah bergelayut manja pada pria yang lebih tua.
"Kak Sari.. " gumamnya
"apa yang dilakukan kak Sari dengan pria tua itu? apa dia menjadi wanita tidak benar? " batinnya.
"Kasiann om Ardi.. Ratu.. jika kau tau kelakuan kakakmu kau pasti akan malu. Tuhan ternyata lebih sayang padamu" gumamnya Dinda.
Setelah mendengar kabar jika Ardi menceraikan Sarah. Pak Ardi kabarnya menikah lagi dengan wanita yang lebih muda.
Sedangkan Sarah. Sarah tetap mendekam di dalam penjara.
Istri pak Ardi sudah berusaha baik pada Sari. memberikan apa yang menjadi kebutuhan Sari. Namun karena Sari gadis yang sangat manja. Akhirnya pak Ardi melepas Sari. dengan harta yang dimiliki di berikan pada Sari. Dan Pak Ardi sendiri mulai dari nol segala nya
Beruntung istri pak Ardi orangnya baik. dan mau membantu usaha pak Ardi.
Dinda sudah berada di rumahnya. Dan terlihat sang suami sudah duduk di ruang tamu sembari mengoyak atik ponselnya
"Kak.. " panggil Dinda
"Sayang.. kau sudah pulang . baru saja kakak mau nelpon." ucapnya. lalu segera menghampiri istri tercintanya.
"Kakak belum istirahat? ini sudah malam lohh." ucap Dinda
Alex segera membawa istrinya masuk ke kamar.
"Kakak tadi melihat sesuatu yang bagus. lalu kakak ambil aja." ucap Alex. sembari memeluk pinggang Dinda.
"Apaan itu kak? " tanya Dinda
"Pejamkan matanya dulu." titah Alex.
Dinda segera memejamkan matanyan. Alex pun mengambil beludru yang sudah di siapkan di dalam kantong celananya. lalu segera memakaikan di leher sang istri.
"Cantik nggak? " tanya Alex
"Ini.. cantik sekali kak.. terimakasih sayang.." ucap Dinda. lalu mencium bibir suaminya
...***...
Kehamilan Neni sudah memasuki usia 7 bulan. Setiap hari Dion mengajak Sang istri jalan jalan. sesuai yang dokter kemarin anjurkan.
"capek sayang? " tanya Dion saat mereka tengah beristirahat di kursi taman.
"Sedikit.." jawabnya
"Sini biar mas pijitin." ujar Dion
"Nggak usah mas.." tolak nya
"Ya sudah mas beliin air mineral dulu ya.." tawar Dion. yang di jawab anggukan oleh Neni.
"mas.. nanti sore mama meminta kita untuk datang kerumah mama." ucap Neni
"mas usahakan yaa.. soalnya nanti malam mas ada pertemuan dengan investor dari luar negeri." jawabnya
"kalo nggak bisa. Neni aja sendiri mas yang kesana."
__ADS_1
"Tidak.. akan mas usahakan.", jawabnya
" Kita pulang yukk udah mau siangmu mas harus kerja" ajak Dion.
Mereka segera beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju jalan di mana Mereka sering melewatinya.
...***...
"Pelan pelan Buu.. jangan terburu buru.. pembukaan baru 8" ucap Seorang dokter. Saat ini neni sudah merasakan kontraksi yang sering. Dokter menyarankan untuk berdiam di rumah sakit saja. sambil jalan jalan..
Namun di pembukaan 8 Neni sudah tidak kuat lagi berdiri.
"Sayang... kamu yang kuat yaa.. sebentar lagi Dion segera sampai" ucap Riana
Hari ini Dion menjemput Mutiara sang mertua. karena Tiara ingin sekali menemani putri sulung nya melahirkan.
"Sakitt maa.. mas Dion lama sekali sihhh.." Gumam Neni
"Iya. Dion sebentar lagi sampai.. " jawabnya
Dokter kembali masuk. untuk melihat perkembangan Neni.
"wahh.. sebentar lagi kita akan mulai ya bu.. ini sudah di pembukaan 9. Persiapkan tenaganya." ucap Dokter lagi
"Dokter.. boleh saya menunggu cucu saya lahir disini? " tanya Riana.
"Boleh.. beri semangat juga untuk ibunya ya nyonya." jawab Dokternya.
"Ayo ibu.. kita mulai. Tarik nafas lalu tahan dan keluarkan pelan pelan." ucap Dokter
Neni sudah mulai mengejan Namun dokternya meminta untuk berhenti agar tenaganya tidak habis di awalan.
"Kita mulai lagi ya bu.. Sekarang mengejan yang sedikit panjang ya.." ucap Dokternya..
"Maamaaaaaa.... saakittt... Aaaaaaa..."
Owek owekk owekk.. Suara tangisan bayi yang menghiasi ruangan serba putih.
"Syukurlah.. bayinya telah lahir dengan sempurna" ucap dokternya.
Dion masuk dan melihat keadaan Bayinya. Dion begitu bahagia anak yang lahir dengan selamat dengan jenis kelamin laki laki. bobot 4kg
"Sayang.. terimakasihh.. kau telah berhasil menjaganya." ucap Dion lalu mengecup kening Neni berkali kali.
"Mas.." panggil Neni
"Iya sayang.. apa yang kau rasakan? " tanya Dion panik.
"Aku.. aku sangat bahagia mas.. kita sudah mewujudkan impian mama. untuk memiliki cucu dari kamu." jawab Neni
"Mas juga bahagia.. itu mama Tiara juga ada disini. untuk menyambut kehadiran putra kita juga ada Dinda dan anak anaknya." ucapnya Dion.
"Pak.. ini bayinya silahkan di gendong." ucap perawat yang sudah ada disini
"Terimakasihh mbak." Jawab Dion.
Mereka hidup bahagia sampai kini..
Dion dan Neni mewujudkan keluarga yang bahagia. dengan memiliki 3 anak.
begitu juga dengan Dinda dan Alex hanya memiliki 2 anak .
...TAMAT ...
Terimakasih sudah mengikuti cerita Dinda, Alex. dan juga Neni. Dion.
mungkin banyak typo dan kata kata yang kurang pas. maklum masih pemula.
semoga bisa menyajikan lagi Cerita cerita yang lebih bagus
Salam Cinta dari Author CEO ITU AYAH PUTRIKU 😍😍
__ADS_1