CEO ITU AYAH PUTRIKU

CEO ITU AYAH PUTRIKU
kue untuk mertua


__ADS_3

"Anak.?? " tanya Dion.


Neni segera berjalan memutari sang suami. "Tadi sebelum Neni ke kantor mas Dion. Neni pergi kedokter. karena beberapa hari ini Neni merasakan ada yang beda di tubuh Neni. Daan..."


Neni segera mengambil surat dari dokter yang di laci meja rias nya.


"Sebenarnya Neni akan buat kejutan di hari ulang tahun mas Dion." ucapnya


Dion segera membuka amplop dari dokter. lalu membacanya. "ini...? " tanya Dion


"iyaa.. " jawab Neni. lalu Neni mengambil tangan Dion untuk meraba perutnya. "Sebentar lagi kita akan memiliki anak. anak yang selalu kita nantikan akan hadir di tengah tengah kita." jawabnya.


"Ya Tuhan.. terimakasih kau telah menitipkan buah cinta kita pada kami." ucap Dion. "Yakinlah mas. jika setiap kesulitan yang kita hadapi. pasti ada kemudahan dibalik nya." ucap Neni


Wajah Dion seketika kembali murung. lalu menarik tangannya dari perut sang istri.


"Kenapa mas? apa mas tidak bahagia dengan berita ini? " tanya Neni


"Sepertinya mas belum siap dengan kehadiran bayi di tengah kita" ucap Dion


"Belum siap kenapa mas? bukankah selama ini kita menginginkan Dia hadir? " tanya Neni


"kau tau kan keadaan mas sekarang? bahkan memanjakanmu saja mas tidak bisa." ucap Dion.. Dion yakin orang hamil itu akan lebih manja dari sebelumnya. karena faktor hormon wanita hamil itu sangat sulit di pahami. bagaimana jika istrinya mengidam sesuatu tengah malam. sedangkan dirinya masih dalam keadaan cacat sepeti ini.


"Mas.. mungkin Tuhan akan menunjukkan kembali keajaiban pada kita. mas Dion jangan pesimis ya.. kita minta yang trbaik di setiap rencana yang Tuhan berikan." ucap Neni. lalu segera mencium tangan suaminy.


"kita besarkan anak kita dengan kemampuan kita. kita usahakan anak kita tetap bahagia hadir di tengah tengah kita. " ucapnya.


"Terimakasih sayang... kau selalu sabar menghadapi sikap mas yang terkadang masih kekanak kanakan." balas Dion


"Sekarang sudah sangat malam. mas ganti pakaian dulu yaa.. Neni sudah siapin." ucap Neni


Kali ini Dion menurut saja. karena merasa kasian kepada istrinya. harus mengurus dirinya dalam keadaan hamil.


"Ayo mas.. Neni bantu pindah ke tempat tidur." ucap Neni


"Tidak usah.. mas bisa sendiri." jawabnya


"Yakinn bisa? " tanya Neni ragu.


Dion tersenyum lalu mengangguk. Dion berusaha berdiri dari kursi roda nya. dan mulai memegang bibir ranjang. " hati hati mas.." ucap Neni


Dion masih berusaha pindah sendiri. Neni segera menangkap tubuh suaminya saat hmpir jatuh.


"Mas.. selalu nyusahin kamu. mas tak tau nanti jika kehamilanmu makin membesar. sedangkan mas masih di situasi seperti ini." ucap Dion.


"Nggak usah di pikirin mas. yang penting Neni dan anak kita baik baik saja." jawabnya.

__ADS_1


Dion sudah berusaha terapi setiap hari. tanpa sepengetahuan Neni istrinya. setiap berangkat kerja Dion selalu menyempat kan mampir ke rumah sakit untuk terapi. hanya di temani oleh pak Fahri.


Namun memang belum ada perubahan. Dion harus lebih keras lagi berlatih.


"Mas.. besok kita kerumah mama yaa.." ucap Neni


"Mas nggak mau. mas masih kecewa sama mama." jawab Dion.


"jangan begitu mas.. kita tetap harus memberi kabar baik pada mereka. " ucapnya


"Terserah kamu saja kalo begitu. mas ikut saja rencanamu. semoga mama tidak membahas perjodohan itu lagi." ucap Dion.


...**...


Pagi ini


Neni sudah berpakaian rapi. setelah menyiapkan sarapan Neni segera ke kamar untuk membangunkan suaminya.


"Mas.. mas Dion. " teriak Neni. saat dirinya tidak melihat keberadaan suaminya di tempat tidur.


"Mas.. " panggilnya lagi.


Neni mendengar air kamar mandi menyala. Neni segera masuk dan melihat suaminya di sana. Neni hanya ingin memastikan jika suaminya baik baik saja.


"Mas.. " panggil Neni


"Kenapa mas turun nggak nunggu Neni.? " tanya Neni


"Mas bisa lakuin sendiri. kalo hanya kekamar mandi." ucap Dion.


Neni segera membuka almari mencari pakaian untuk suaminya. "bisa ganti sendiri juga? " tanya Neni menggoda.


"hehe.. bisa kayaknya deh." jawab Dion. Nemun tidak sesuai dengan kenyataanya.


...*...


Setelah sarapan selesei. mereka segera berangkat ke rumah orangtua Dion. kebetulan ini adalah hari libur. Neni membawa kue buatannya untuk mertua. "Ini pasti enak." ucap Dion saat membuka tempat makanan yang Neni bawa.


"Ini makanan kesukaan mama mas." jawabnya


"kenapa kau selalu mengutamakan untuk yang menjadi kesukaan mama saja? padahal mama udah jahat sama kamu." ucap Dion


" mama tidak jahat. mama memang benar jika mama itu ingin memiliki cucu dari mas. bukan dari neni. jadi sepantasnya mama menginginkan mas Dion untuk menikah lagi. agar segera memiliki keturunan dari mas." Jawab Neni


"kenapa kau malh membela mama.? " tanya Dion.


"Tidak membela.." "sudah.. nggak usah di lanjutin lagi. ini adalah awal mas ikutin istri mas datang kerumah mama. jika mama masih memperlakukan istri mas dengan buruk. maka mas tidak akan lagi mau datang kerumah mama." ucap Dion.

__ADS_1


Mereka sudah sampai dirumah orang tua Dion. terlihat sang mama sedang menyiram bunga kesangannya. sedangkan papa Dion. kalo pagi di hari libur selalu olah raga brsama teman temanya.


"Ma.. " panggil Neni


Riana menoleh. "Dion anak mama." teriak Riana dan langsung menyambut kedatangan putra tercintanya.


"Kalo bukan karena istri Dion yang mengajak. Dion tidak mau menginjak kan kaki Dion kesini." balas Dion.


Riana segera beralih menatap Neni. Lalu tersenyum pada Neni. " terimakasih sayang.. kau masih mau datang kerumah mama." ucap Riana yang langsung memeluk Neni.


"Sama sama ma.. Neni sangat menyayangi mama." jawabnya


"Ayo masuk.. bibik sudah masak. kita segera sarapan bersama. sambil nunggu papa pulang." ucap Riana.


Dion di dorong masuk oleh pak Fahri. dan Riana merangkul tubuh Neni.


"Ma. tadi Neni bikin kue kesukaan mama. semoga mama mnyukainya." ucap Neni


Riana segera menerimanya. dan segera membukanya. "Hemmm.. baunya sangat enak. pasti rasanya juga sangat enak." ucap Riana


"Ma.. kami datang kesini. karena kami akan memberi kabar bahagia pada mama." ucap Dion


"Kabar gembira apa? " tanya Riana


"Neni sedang hamil mam. jadi mama harus memperlakukan Neni dengan baik. " ucap Dion


"apa.. benaran nak kamu sedang hamil? " tanya Riana Antusias


Neni mengangguk. Riana segera memeluk menantunya. dan bebrapa kali bilang terimakasih..


...**...


"tu kan mas.. mama dan papa sangat bahagia dengan kehamilan Neni" ucap Mei . saat ini mereka sudah berada di rumahnya.


"Semoga saja mama tidak berubah sama istri mas." balas Dion.


"Tidak mas. Neni yakin mama begitu tulus sayang sama Neni." jawabnya


Derttt... derttt... ponsel Neni berdering


"Mama mas." bisiknya.


Neni segera mengangkat panggilan dari mama mertuanya.


"Hallo sayang. besok jam 9 temenin mama yaa.. ketemu teman teman mama. sekalian mama akan kenalin ke mereka siapa istri Dion." ucap Riana dari seberang layar


Dion mengangguk. "iya ma.." jawabnya

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2