CEO ITU AYAH PUTRIKU

CEO ITU AYAH PUTRIKU
Hamil bersamaan.


__ADS_3

"Maa.. " panggil Neni pada Tiara


"Sayang.. nanti malam ada teman mama mau kesini. mau makan malam bersama kita disini." kata Tiara yang memberi tau Neni. Saat ini Tiara tengah memilih menu makan malam.


"Siapa sih ma.. kelihatan spesial banget buat mama" tanya Neni


"spesial buat kamu nak. kamu sudah dewasa saatnya kamu harus melangkah menuju masa depan bersama keluargamu nanti." ucap Tiara


"Maa.. Neni tidak mau loh di jodoh jodohin. Neni sudah punya pilihan sendiri. " sahut Neni


"Sayang.. kau kenal aja dulu nak. mama yakin kamu akan menyukainya. " jawab Tiara


"Ma.. Neni mohon. Neni nggak mau di jodoh jodohin." ucap Neni memelas.


"mama nggak jodohin sayang. mama hanya ingin kamu mengenalnya saja. Jika tidak ada kecocokan ya sudah. mama tidak akan maksa." ucapnya


"Ya sudah.. Neni berangkat kerja dulu ma. " pamit Neni lalu segera mencium punggung tangan sang mama.


...**...


Dion sedang bersiap siap.


Malam ini Dion serta keluarganya akan mengunjungi rumah Darmawan. Keperluan menyambung kekeluargaan. ( Melamar Liana Chairani. Neni)


"Sudah siap pa.. ma..? " tanya Dion.


"Sudah.. " jawab mama Dion yang sudah cantik. Riyana Dinata


sedang papanya Dion benama Zaenal Herlambang.


Savana sudah rapi juga. Namun kakak Dion tidak ikut karena harus kembali ke kotanya. sang suami sudah menjemput tadi siang.


Dion dan keluarga nya meninggalkan Apartemen milik Dion. Mereka segera masuk ke mobil yang sudah Dion siapkan.


"Jauh ya nak rumah Neni? " tanya papa Dion.


"Tidak pa.. paling cuma 20 menit saja" jawabnya.


"kata Sava Neni itu sedikit bar bar apa betul nak.? " tanya Riana


"nggak juga sih mam. cuma kemari dia sedikit marah sama Dion. salah Dion juga nggak beri kabar Neni selama 4 hari." jawab Dion.


"ohh.. mama jadi penasaran. secantik apa sihh Neni. hingga kamu menolak anak teman mama." tanya Riana


"Cantik itu relatif mam. Dion melihatnya cantik. tapi kalo mama. Dion nggak tau selera mama.'" jawabnya


...***...


Neni sudah dandan


hari ini Neni berpenampilan ala kadarnya. karena yang Neni tau. Teman mamanya yang akan datang makan malam disini.


Sedangkan Dion saat di tanya kapan mau datang kerumah dan bicara serius sama mamanya Dion selalu bilang entar aja.


"Kak.. kok Nggak dandan sihh? " tanya Dinda


"Kakak males.. kakak nggak mau di jodoh jodohin. kakak udah dewasa Din." ucap Neni


"Siapa yang mau jodohin kakak. Mama cuma ingin ngenalin kakak sama anak teman mama aja. misal tidak cocok ya udah nggak usah di lanjut" ucap Dinda.

__ADS_1


"Kakak cinta banget yaa sama Dion? " tanya Dinda


"Dion itu orang nya baik. sabar ngadepin kakak kakak mencintainya karena dia itu baik. " jawabnya


"Ganteng juga kann? " tanya Dinda


Neni tersenyum malu.


Di bawah


"Nyonya.. tamunya sudah datang." ucap Bik Ning.


"Ohh iya bik. suruh Neni ke bawah yaa.." jawabnya


Mutiara segera ke luar. di sana sudah ada Alex yang menemuinya.


"Ohh.. silahkan masuk." ucap Tiara mempersilahkan tamunya


"Terimakasih bu Tia." jawabnya


"Selamat malam tante" sapanya


Dinda segera turun ke bawah sembari menunggu Neni yang sedang bersiap.


"ini yang namanya Neni? " tanya Mana Dion.


"Bukan.. Dia istri saya. Dinda namanya tante." jawab Alex


"Ohh saya kira ini Yang namanya Neni."


Arsha ke luar dan langsung duduk di pangkuan Alex.


"Iya tante." jawabnya


Neni ke luar hanya memakai baju rumahan tanpa make-up. berjalan dengan sangat santai.


Tiara langsung masuk dan menarik tangan Neni.


"Ihh anak mama ini apa apan sihh.. pake pakaian rumahan kayak gini. malu nak" ucap Sang mama


"Ma.. Neni nggak mau di jodoh jodohin. biarkan Anak teman mama berpikir wanita macam apa yang ingin di kenalkan." jawabnya


"Ini anak.. Dia itu Dion bersama orang tuanya. kamu mau dikesan pertama melihatmu. mereka jadi mundur tidak restui hubungan kalian? " tanya Tiara


"Whaatt... Dion.. kenapa mama tidak bilang aja dari pagi." ucapnya


"Sudah sana.. cepat ganti pakaianmu. dan bedakan sedikit. biar segar wajahnya." ucap Sang mama.


Neni segera berlari kembali masuk ke kamarnya. jantungnya mulai tidak karuan. 'kenapa Dinda juga tidak bilang kalo itu Dion. ihh nyebelinnn' geruti Neni saat sudah ada di kamarnya.


'Bisa bisanya Neni itu. hanya memakai babydol kayak gitu. mana rambut hanya di cepol asal.' gumam Tiara yang kesal dengan putrinya.


Bik Ning membawa nampan berisi teh hangat. dan camilan sebagai teman ngobrol.


"Di mana Neni tante? " tanya Dion.


"Sebentar. tadi malah sibuk dengan pekerjaanya. jadi lupa untuk menyambut kalian." jawab Tiara


Tak berselang lama Neni sudah turun. kali ini Neni berpenampilan sederhana saja. hanya moles sedikit wajahnya dan memakai lipstik dengan samar.

__ADS_1


"Selamat malam tante.. om.. " sapa Neni


"Selamat malam.." jawabnya


"Ohh.. ini yang namanya Neni. manis sekali." ucap Riana


Neni segera menyalami calon mertuanya dan mengecup punggung tangan nya.


Mereka ngobrol panjang lebar. ntah sudah berapa lama obrolan itu. hingga acara makan malam pun tertunda


"ini.. sudah waktunya makan malam." ucap Tiara mengingatkan


...**...


5 bukan Sudah usia pernikahan Alex dan Dinda. Saat ini Dinda tengah menyiapkan sarapan buat suami dan anaknya


"Jangan terlalu capek sayang. kasian nih adek nya Arsha ikut kelelahan." ucap Alex. saat ini Dinda tengah hamil 3 bulan.


"Ngak papa kak.. lagian cuma nyiapin sarapan aja." jawabnya


"Sebaiknya kamu risaign saja yaa... di rumah fokus pada keluarga " ucap Alex.


"tidak kak.. kan sayang... udah banyak pasien yang terlanjur cocok sama Dinda." jawabnya.


"Ya sudah.. tapi ingat jangan terlalu capek.'


" iyaa.. kak."


Di tempat yang beda.


Neni saat ini tengah terbaring di tempat tidur. sudah dua hari ini Neni kehilangan selera makanya. dan perut terasa mual tiap pagi.


Dion yang sudah mulai mengelola perusahaan kakeknya. jadi jarang punya waktu untuk Neni. berangkat pagi. pulang sudah malam.


Sedangkan Neni semenjak menikah. langsung di bawa Dion ke kota di mana Dion dan orang tuanya tinggal


"Maaa.. kak Neni maa.." teriak Sava saat melihat Neni kembali muntah muntah. namun tak ada yang berhasil ke luar.


"kita kerumah sakit ya nak. mama nggak tega lihat kamu pucat begitu." ucapnya setelah berasa di kamar Neni.


Neni mengangguk dengan lemas.


"Apa Dion tau jika kamu setiap pagi begini? " tanya Riana


"nggak ma.. Mas Dion kan berangkat selalu pagi.' jawanya.


" Ya sudah.. kita kabari Dion jika sudah di rumah sakit." ucap Riana


Mereka segera berangkat ke rumah sakit.


Sampai rumah sakit Neni langsung di sarankan ke ruang dokter kandungan. karena menurut dokter kemungkinan Neni sedang hamil.


"Selamat ya Buu.. anda sebentar lagi akan jadi seorang ibu. usia kandungnya sudah 8 minggu." ucap Dokternya.


"Oohh benarkahhh.. " tanya Neni tidak percaya. dan langsung bersyukur Tuhan langsung memberi amanat untuk di didik.


"Selamat ya nak..mama bahagia sekali.." ucapnya


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2