
"Iyaa. itu memang kak Al harus melakukanya. " ucap Dinda.
"Bagaimana jika orang tuamu sangat membenci kakak? " tanya Alex lagi
"Kita lihat saja nanti kak." jawab Dinda
Alex semeja dengan Dinda dan juga Arsha. sedangkan Neni semeja dengan Dion.
"Neni.. sejak kapan kau mengenal Non Dinda? " tanya Dion.
"Sejak Dinda hamil. usia 4 bulan. " jawabnya.
"Apa Non Dinda tak penah menceritakan tentang keluarganya? " tanya Dion
"Tidak.. mungkin jika sama bunda iya. Sudahlah Di.. nggak usah membahas itu lagi. aku jadi sedih lagi." ucap Neni dengan memperlihatkan wajah melas nya
"Emang kenapa? " tanya Dion yang sok polos
"Dulu.. ketika Dinda akan melahirkan. Bunda sampai tidak tidur semalam.. " jawabnya
Neni teringat dan mulai menceritakan.
7 th yang lalu.
( Bundaa.. sakittt... begitulah teriak Dinda. saat dirinya akan melahirkan.
bu Halimah selalu menunggu. pembukaan jalan bayi tidak segera terbuka. masih bertahan di di angka 7. padahal sudah sehari. biasanya ibu hamil sebelum melahirkan akan jalan-jalan agar segera sempurna pembukaannya. Namun Dinda di pembukaan 5 sudah tak sanggup berjalan terlalu lama.
Mungkin karena faktor kepanikan nya . bagaimana dia tidak panik. di kehamilan pertamanya tidak ada orang yang mencintainya berasa di sampingnya.
Bu Halimah selalu menguatkan Dinda
dari pagi sudah kontraksi. biasanya 12 jam baru melahirkan. namun Dinda lebih dari waktu yang seharusnya
Di tengah malam yang orang orang masih terlelap. Dinda masih berjuang untuk bisa melahirkan bayinya dengan selamat.
Hingga siang lagi di waktu pukul 13.00 lahirlah Arsha dengan bobot 3.5 kg.
__ADS_1
setelah melahirkan Dinda harus mengalami babyblues selama 1 minggu.
Dinda tidak mau melihat bayinya. dan sangat takut. takut akan tangisan bayi nya Setiap Bu Halimah membawa Arsha ke Dinda. Dinda selalu histeris.
Hingga Bu Halimah harus mendatangkan dokter psikiater. karena takut Dinda akan mengalami stres berat yang akan menggangu kejiwaannya
Selama satu minggu Arsha tidak mendapatkan Asi. bahkan pelukan Dinda pun belum pernah di rasakan.
Dokter menyarankan agar Dinda di biarkan seperti itu dulu. Cukup di beri waktu untuk istirahat dan di ajak bicara. Bu Halimah pun tak kalah akal. Di kamar Dinda bu Halimah menaruh beberapa foto foto bayi perempuan yang sangat lucu. agar Dinda bisa, memiliki naluri keibuan seperti sebelum melahirkan.
6 hari pasca melahirkan. Dinda sudah mulai menyukai foto bayi yang lucu lucu. dan bu Halimah sangat bersyukur. Bu Halimah menggendong Arsha di depan Dinda agar naluri keibuan ya kembali normal.
Semenjak itu lah Dinda mulai begitu sangat menyayangi Arsha.
Di tambah lagi setelah mengalami baby blues Pengelola panti datang ingin mengadopsi bayi untuk adiknya. Adik pengelola panti sudah menikah selama 6 tahun. namun Tuhan belum memberi titipan anak untuknya
dan saat datang melihat bu Halimah tengah menimang Arsha. Adik pengelola panti pun tertarik ingin mengadopsi Bayi yang ada dalam gendongan bu Halimah.
Tentu bu Halimah tidak memberikannya karena bayi itu masih punya ibu.
mendengar ada sedikit suara yang saling bersahutan, Dinda segera keluar. ternyata Arsha yang sedang mereka ributkan. Dinda segera mengambil Arsha dari gendongan bu Halimah dan segera masuk ke kamarnya.
Setiap kali pengelola panti dan adiknya datang. bu Halimah selalu bilang. jika Dinda dan bayinya sudah di ambil keluarganya . )
Neni menceritakan semua tentang Dinda dan Arsha pada Dion.
"Ternyata mereka begitu sangat kesulitan waktu itu." ucap Dion.
2 jam sudah berlalu.
waktu nya untuk mereka terbang kembali ke negaranya
mereka melangkah menuju pesawat pribadinya. Alex menggendong Arsha sedangkan Dinda berjalan di samping Alex dengan membawa tas jinjingnya
Dion dan Neni berada di belakang mereka.
"Apa Arsha berat kak? " tanya Dinda saaat melihat Arsha tidur di gendongan Alex.
__ADS_1
"Tidak... Sepertinya kau kurang memperhatikan gizi untuk Arsha. " jawab Alex sedikit menggoda Dinda
"Enak saja. bahkan aku rela tidak makan. asal putriku makan dengan gizi yang cukup. " cibir Dinda.
"Buktinya Arsha begitu sangat ringan. aku menggendong Arsha seperti sedang menggendong bantal saja. " jawabnya lagi
"Ishh.. nggak lucu. " ucap Dinda dengan bibir yang mengerucut.
"Jangan menggodaku lagi Dinda " ucap Alex
"Ish.. siapa juga yang menggoda mu kak? " tanya Dinda kesal.
"Bibirmu itu yang menggoda ku. mengingatkan ku pada malam.. " sebelum Alex melanjutkan ucapanya Dinda segera mencubit lengannya.
"Ihhss.. Sakit Dinda. " desis Alex
Dinda pun tak menghiraukannya dan segera berlalu mendahului Alex.
Alex hanya tersenyum melihat Dinda berjalan di depanya
mereka sudah berada di pesawat. Alex segera membaringkan Arsha di tempat tidur pribadi Alex.
Dinda masuk untuk melihat Arsha biasanya jika banyak gerakan Arsha akan terbangun
"Dia sudah tidur. jangan di ganggu." ucap Alex memperingatkan.
"Siapa juga yang mengganggu. aku cuma mau nemenin putriku saja." jawabnya.
Dinda segera duduk di pinggir ranjang Arsha.
"Dinda.." panggilnya
"Hemm.. ada apa? " tanya Dinda
"Dulu aku pertama melihatmu. kau begitu culun masih seperti bocah yang baru pertama kali mendapat tggl merah. Tapi ternyataa kau.. "
"Ishh apaan sihh. kenapa dulu kakak.. "
__ADS_1
...Bersambung...