CEO ITU AYAH PUTRIKU

CEO ITU AYAH PUTRIKU
Kepanikan Sarah


__ADS_3

"Bu Tia.. kami pamit pulang dulu.. " pamit Pak Ardi.


"Iya Pak.. terimakasih sudah repot repot datang kesini." ucap Mama Dinda


"Sama sama bu.. kita itu sudah seperti saudara." jawab Ardi


"Ratu.. sering seringlah kesini. kalian masih berteman baik kan? " tanya Mutiara


"Iya tante. sekarang Ratu udah kerja di kantor papa. jadi hanya memiliki waktu libur cuma sedikit." jawabnya.


"Syukurlaahh.. kalo udah kerja. " jawab Mutia


Mereka segera pergi meninggalkan kediaman Mutiara.


"Mama.. kenapa tegang begitu? " tanya Ardi pada Sarah. saat ini mereka sudah berada di mobil.


"eng.. engak kok pa.. mama biasa aja sihh.." jawabnya


"Dari kehadiran Pak Alex. wajah mama terlihat memucat. papa dari tadi merhatiin mama loh." ucap Ardi


"ihh.. papa kayak baru jatuh cinta aja. merhatiin mama mulu." sahut Sarah


"Pa... tadi Dinda curhat sama Ratu." sela Ratu.


"Curhat apa? " tanya Ardi


Yaa Tadi Ratu bertanya tentang orang yang sudah memfitnah dirinya yang menyebabkan papa nya meninggal.


"Dinda bilang. Dinda tidak akan memaafkan dan akan tetap mau proses sesuai jalur hukum yang ada. katanta kalo perlu Dinda juga bilang hutang nyawa harus di bayar nyawa gitu pa. " ucap Ratu.


Uhukk... Sarah tiba tiba keselek air salivanya sendiri.


"Kalo menurut papa. itu wajar. Dinda masih sedih. dan papanya adalah tulang punggung keluarga." sahut papa Ratu


"Pa.. sudah deh tak usah membahas orang yang sudah meninggal." Ucap Sarah.


"Ehh pa.. bisa nggak sihh orang yang meninggal itu arwahnya gentayangan. dan mencari orang yang sudah membuatnya meninggal? " tanya, Ratu.


"Hahahhh... kamu ini ada ada saja Ratu " ucap Pak Ardi sambil tertawa.


"Yaa kan kali aja pa. om Darmawan masih ingin hidup. tapi karena kejadian itu pak Darmawan harus meninggalkan keluarganya. dan ingin membalas dendam pada si pembunuh." ucap Ratu lagi.


"Tidak ada nak.. tidak ada orang yang sudah meninggal dunia itu arwahnya gentayangan. itu hanya di cerita cerita horor kesukaanmu itu." ucap pak Ardi


"Lagian.. kenapa sihh ngomongin arwahnya gentayangan segala. mama kan jadi merinding." sahut Sarah


"Ohh iyaaa.. jika tiba tiba bulu kuduk kita merinding katanya sedang ada mahluk halus yang ada dekat kita. apa benar paa.? ", tanya Ratu lagi


" Iyaa.. Papa juga pernah denger itu. Atau tiba tiba ceruk leher kita merasakan ada hembusan angin yang sangat dingin. atau bau bau seperti melati. katanya sihh iya. itu tandanya ada mahluk halus di deket kita." jawab Pak Ardi


"Ihh papa.. jangan nakut nakutin mama ihh.." ucap Sarah merasa sebel saat putri dan suaminy seolah olah ingin menakut nakuti dirinya.

__ADS_1


Sampai di rumah.


Sarah segera menepi kedapur .


ingin segera menelpon Condet. namun ponsel itu tidak juga di angkat. Sarah berusaha lagi dan lagi. namun ponsel Condet langsung tidak aktif.


"Condet... kemana kamu.. awass saja sampai kamu mengatakan semuanya pada Alex. " gumamnya.


...***...


"Kak Alex sudah lama? " tanya Dinda


"Yaa sekitar 15 menit yang lalu." jawabnya


"Duduk kak. biar Dinda buatkan kopi." ucap Dinda.


"Terimakasih Din.." Jawabnya


"Mama sekalian yaa.. teh hangat.." ucap Dinda pada mamanya


"Boleh sayang.." jawabnya


Dinda segera masuk untuk mbuatkan kopi untuk Alex dan 2 cangkir teh hangat.


"Non.. biar bibik yang buatin Non." ucap Bik Ning


"Tidak usah bik. bibik istirahat saja. biar ini Dinda yang buat." ucap Dinda


"Hehe.. iya bik... makanya biar Dinda yang buatin." ucap Dinda.


"Den Alex ganteng pisan ya neng. kaya dan baik pula." ucap Bik Ning.


"Iyaa bik." jawab Dinda


"ya sudah Non.. bibik mau lanjut istirahat saja." pamit bik Ning.


Dinda hanya mengangguk dan tersenyum pada bik Ning.


"Nak Alex.. apa benar yang sudah menfitnah Dinda sudah ketangkep.? " tanya Mutiara


"Iya Tante.. Tante tenang saja. Nggak usah ikut mikirin Orang seperti itu. tante cukup jaga kesehatan Tante. jangan sampai Dinda bersedih lagi karena hal itu." ucap Alex.


"Iya Nak Alex. tante hawatir jika berita itu masih selalu di putar. semakin banyak orang akan tau." ucap Mutiara.


"Saya sudah mencegah berita itu semakin meluas tante. semua stasiun televisi sudah Alex tutup. karena itu berita palsu. " sahut Alex.


"Kak..ini kopinya." ucap Dinda lalu mengangsurkan secangkir kopi untuk Alex.


"Kak... kok bisa yaa foto Dinda ada sana. sedangkan Dinda tidak pernah berpoto seperti itu." ucap Dinda.


"Ehmm.... " Alex tak bisa menjelaskan di depan mama Dinda. malu jika harus menceritakan kejadian 7 tahun yang lalu.

__ADS_1


"Nak.. tante masuk dulu yaa.. tante mau istirahat." pamit Mutiara.


"Ohh iya Tante. silahkan." jawab Alex.


Setelah Mama Dinda masuk. Alex segera mengambil ponselnya. dan memperlihatkan galery nya


"Apa ini kak? " tanya Dinda.


"Buka saja Din. kau akan tau sendiri" jawabnya.


Dinda segera membuka galery nya. dan terlihatlah di sana foto dirinya da Alex.


"Kak.. ini? " tanya Dinda tidak percaya.


"Dinda.. maafin kakak. hanya foto ini yang bisa membuat kakak selalu teringat akan kesalahan kakak. maaf kakak telah lancang mengambil foto mu dalam keadaan seperti itu. " ucap Alex. yang saat ini tengah berlutut di depan Dinda duduk.


"Kenapa kakak.. tega mengambil foto Dinda saat tanpa sehelei benang? Bahkan Dinda malu saat mengingat kejadian itu. kenapa tidak kakak hapus saja" tanya Dinda. merasa kecewa pada Alex.


Alex sadar dirinya salah. apalagi foto itu tersimpan di galery ponselnya sudah sangat lama. Sebenarnya Alex menyimpan foto itu hanya sebagai pengobat rindu saja tidak lebih.


"kak.. ini sudah sangat malam. sebaiknya kakak segera pulang." ucap Dinda tanpa melihat Alex.


"Dinda.. kakak mohon jangan marah yaa.. kakak akan sangat merasa bersalah jika Dinda marah sama kakak." ucap Alex.


"kita lihat saja. jika kakak berhasil membuat orang yang sudah memfitnah Dinda itu tertangkap. maka Dinda akan memaafkan kakak." ucap Dinda.


"Kakak janji... kakak akan menyerahkan orang itu kepada Dinda. kakak janji Din. " ucap Alex meyakinkan..


derttt... Derttt... ponsel Alex berdering.


"Yaa bagaimana Wahyu? " tanya Alex.


Setelah berhasil merekam pengakuan Condet tadi. Wahyu di minta untuk mengadakan meeting. tidak perlu membayar orang terlalu banyak. cukup Di beri video pengakuan Condet pada Semua rekan bisnis yang bersangkutan dengan Ardi. dengan begitu mereka akan mempertimbangkan kerja samanya dengan Ardi.


"Kakak pulang dulu Din. maaf kan kakak atas semua yang sudah kakak lakuin." ucap Alex.


Mendengar Alex bicara seperti itu. hati Dinda tersayat takut akan Kehilangan Alex untuk yang kedua kali.


Alex segera pergi meninggalkan Dinda sendiri.


...***...


pagi telah tiba


Keluarga Sarah tengah berada di ruang makan. mereka akan sarapan bersama sebelum memulai aktifitas.


Derttt... Derttt..


ponsel Ardi berdering.


Pak Ardi segera mengangkat ponselnya..

__ADS_1


...Bersambung 🤭...


__ADS_2