CEO ITU AYAH PUTRIKU

CEO ITU AYAH PUTRIKU
Fitnah Yang Tidak Disangka


__ADS_3

Alex menggeram.. "Siapa yang sudah berani bermain main dengan Alexander. maka hidupnya tidak akan pernah tenang."gumam Alex yang sudah di kuasai Amarah.


Alex segera mengambil ponselnya. dan langsung menelpon pemilik saluran televisi. di semua channel.


Sepagi ini ada beberapa orang yang sudah menonton. Apalagi ini masih di waktu bersantai sambil ngopi dan makan makanan ringan..


Pertama yang Alex hubungi adalah Dion. Dion di minta untuk menelopon Bebrapa pemilik saluran televisi.


Jangan sampai orang tua nya dan orang tua Dinda melihatnya.


"Siapa yang sudah lancang mengambil foto pribadiku.?" batin Alex.


Derrttt.. Derrttt..


Alex segera menekan tombol hijaunya


"Maaf tuan Alexander.. saya baru saja menyaksikan berita itu. Akan segera saya tindak lanjuti. " ucap James salah satu pemilik saluran televisi.


"Saya minta pada anda untuk mengusut berita palsu itu." ucap Alex


"Baik tuan. saya akan segera mengumpulkan karyawan dan wartawan kami." jawabnya. Panggilan pun segera di akhiri.


Alex hanya berharap jika orang tuanya belum menyaksikan foto Dinda yang tertutup selimut itu.


dan di sana juga ada foto Alex yang sudah di blur. jadi tidak terlihat wajahnya. yang jelas terlihat adalah foto Dinda.


Foto saat Alex mencium Dinda dalam keadaan tidur menampakkan dada bidangnya.


Dion.


Alex segera menelpon Dion. di deringan Kedua baru tersambung.


"Bagaimana Di..? " tanya Alex


"Sudah saya hubungi mereka bos. dan mereka akan segera menindak lanjuti." jawabnya.


"Ok.. tugasmu sekarang. cari siapa yang sudah menyebar gosip itu." Titah Alex.


Setelah Selesei dengan Dion. Alex segera menelpon Dinda. Alex hanya brharap Keluarga dan tetangga Dinda belum melihat.

__ADS_1


Deringan demi deringan belum dapat jawaban. semakin membuat Alex panik.


Alex kembali mencoba menelpon Dinda lagi. namun lagi lagi. panggilan Alex belum di angkat.


"Dindaaa... kemana kamu.. apa yang terjadi di sana? " tanya Alex frustasi.


Alex berusaha sekali lagi. namun lagi lagi tidak diangkat.


Nggak ada pilihan lain. Alex segera membatalkan meeting terahir pagi ini. Tak peduli jika perusahaan lain akan kecewa. yang ada di kepala Alex, segera bertemu Dinda dan memastikan keluarga mereka baik baik saja.


"Bos.. " panggil Wahyu


"Bagaimana Wahyu. apa yang kau ketahui.? " tanyanya


"Bos.. Saya dapat berita jika Semua perusahaan yang bekerjasama dengan kita akan membatalkan. jika Bos masih menggandeng pak Darmawan." jawab Wahyu


"Biarkan saja. biarkan mereka keluar." jawab Alex sembari bejalan dengan tergesa gesa


"Bos.. tadi saya melihat berita itu. ternyata putri Darmawan seorang wanita pemuas Se*" ucap Wahyu.


Sontak Alex pun segera menghentikan langkahnya. kedua tangannya terkepal ingin sekali menonjok sekertaris nya yang bernama Wahyu.


Wahyu seketika terdiam. tak berani mengucapkan sepatah katapun. tubuhnya menegang. Wahyu tau jika Bos ini berbicara namun tidak melihat lawan bicaranya. Itu artinya Bos nya tengah marah dan tersinggung.


"Ma..maafkan saya pak Alex." ucapnya menunduk.


"Aku tanya padamu. apa kau tau siapa yang bersama Putri Darmawan? " tanyanya lagi.


Wahyu semakin di buat tak mengerti. "maafkan saya pak. " ucapnya sekali lagi


"Bukan itu jawaban yang aku inginkan Wahyu." geram Alex


"Maafkan saya pak. saya tidak tau." jawabnya kemudian.


"Berhenti membicarakan wanitaku sebagai wanita pemuas se*." ucapnya.


Wahyu menatap bosnya tidak percaya. Namun wajah dan nada bicara bosnya sudah menunjukkan kemurkaannya. Wahyu segera menundukkan kembali wajahnya.


Setelah itu Alex segera menuju mobilnya. kali ini yang mengemudi Wahyu. karena Dion sudah di beri tugas untuk menyelesaikan masalah yang sedang menimpa keluarga kekasih Alex.

__ADS_1


...***...


pagi Ini


Darmawan tengah ngecek laporan yang masuk. benar benar tidak percaya jika Alex sangat berpengaruh besar pada perusahaannya.


Mama Dinda tengah menemani sang suami yang sedang bekerja di ruang televisi. dengan di temani kopi hitam bersama roti panggang buatan Neni.


karena bik Ning sedang pergi kepasar. Sedangkan Dinda tengah sibuk menyuapi Arsha sarapan.


"Seorang keturunan Perusahaan terkenal. Telah tertangkap kamera tengah menjajakan tubuhnya pada pria hidung belang. di ketahui wanita itu keturunan Dari pengusaha yang berinisial 'D'. di duga perusahaan orang tuanya kolep. dan wanita itu nekat menjajakan tubuhnya untuk mendapatkan uang agar keluarganya bisa makan." Berikut cuplikan foto wanita itu.


Darmawan segera menatap berita itu dan juga Mutiara


"Papa.. ap.. apa an ini pa..? " tanya Mutiara tak percaya. poto putrinya yang begitu polos berada di layar televisi dengan berita yang sama sekali tidak benar.


Darmawan syok.. dan tak bisa berkata apa apa. Dinda yang mendengar berita itu segera masuk.


"ti.. ti.. tidak mungkin. ini.. ini bohong.." teriak Dinda.


Papa Dinda sudah tak mampu berbicara sangking syoknya. begitu juga dengan mama Dinda. hanya menatap putrinya dengan menggelengkan kepalanya..


"Katakan.. pada mama nak.. foto itu bukan kamu." ucap Mutiara yang tidak di sadari sudah bisa berdiri.


Dinda menggeleng "Din.. Dinda tidak tau mam.. Din.. Dinda. tidak pernah melakukan itu. " ucap nya dengan suara yang sudah mulai tidak jelas.


Neni keluar dan melihat Mutiara sudah berdiri di depan Dinda. Neni terkejut. "Tante.. Tante sudah sembuh.? " tanya Neni.


Saat ini tidak ada kabar yang lebih penting dari pengakuan putrinya sendiri..


"Dinda.. tidak pernah melakukan itu mam.. Ini fitnah ma.. ini fitnahh.. " tangis Dinda


"Bagaimana bisa fitnah nak. itu jelas foto kamu. " teriak Mutiara.


"Dinda.. tidak seperti itu mam... " ucapnya.


"OM DARMAWAN... " teriak Neni begitu keras . sontak Dinda dan Mutiara segera menoleh dan mendapati suaminya sudah tergeletak di lantai..


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2