CEO ITU AYAH PUTRIKU

CEO ITU AYAH PUTRIKU
Kecemburuan Neni


__ADS_3

"Hemm.. betul itu. kak Neni harus cari hiburan mungkin dengan shopping bisa fresh lagi. tidak melulu pekerjaan." tambah Alex.


Selama ini Dion serta Neni sepakat untuk merahasiakan hubungan mereka. bukan karena apa. hanya mereka akan mempublikasikan hubungannya setelah Dion dan Neni benar benar serius melangkah ke jenjang pernikahan.


Neni mengangguk lalu tersenyum dengan terpaksa.


"Aunty sama mama mau pergi? " tanya Arsha


"Iya. kita akan jalan jalan ke mall.. beli boneka Barbie kesukaan Arsha." jawab Dinda


"Arsha sudah tidak suka boneka lagi. Arsha lebih suka adek bayi ma.." ucap Arsha


Hemmm.. Dinda terpaku dengan celetukan Arsha.


"Ma.. teman teman Arsha punya adek semua. hanya Arsha yang tidak." ucapnya lagi


"Iyaa.. nanti papa buatin adek buat Arsha yaa.." sahut Alex dan langsung menggendong Arsha


"Bener paa? " tanya nya dengan wajah Bahagia


"Iya dong.. mau berapa? satu. dua atau tiga? " tanya Alex.


"Arsha mau adek bayi 2. Teman Arsha ada yang punya dek bayi 2 ." balasnya


"Ok.. papa buatin 2 yaa." ucap Alex


"Yee.. kapan jadinya paa? " tanya Arsha


"lama sayang. butuh waktu." jawabnya


"Waktunya berapa lama" tanya nya lagi


"Hemm.. bisa Satu tahun atau bahkan lebih. " jawab Alex.


Arsha menunduk sedih. "Jangan sedih dong anak papa." ucap Alex.


"Sudah yuk.. kita segera berangkat. cium papa dulu nak.", ucap Dinda.


Arsha segera mencium kedua pipi Alex. lalu segera ke luar mengikuti Neni.


" Dinda pergi dulu kak." pamitnya


"Masak gitu doang pemitnya." ucap Alex.


"Terus? " tanya Dinda


Alex segera menarik tangan Dinda kedalam tubuhnya. Alex segera memeluk istri tercintany.


"Kau tidak dengar.. Jika putri kita menginginkan adek bayi.? " tanya Alex


"Denger.. lagian kan ini di kantor. masak iya mau di sini." Jawab Dinda.


"Good.. Loveyou Darling.." balasnya. lalu mengecup bibir Dinda.


"Balas dong sayang." rajuk Alex. yang masih menahan tubuh Dinda dalam dekapannya

__ADS_1


"Kak.. ini di kantor. Dinda hawatir kakak nggak bisa mengendalikan lagi. seperti tadi pagi." jawab Dinda


"Balas lah sayang. kalo nggak... itu artinya kau sangat suka saat kakak paksa ya.?" tanya Alex.


Dinda segera membalas kecupan Alex. Cup..


"Terimakasih sayang. hati hati di jalan yaa." ucapnya


Dinda segera meraih tasnya dan segera meninggalkan sang suami tercinta.


"Lama sekali sihh mama." gerutu Arsha. saat menunggu mamanya begitu lama


"Sebentar.. mungkin papa dan mama sedang bikin adek bayi buat Arsha." ucap Neni.


"Hihii.. Yess Arsha segera punya adek." sahut Arsha


"minta yang banyak yaa adeknya. jangan cuma dua. itu sangat sedikit Sha" ucap Neni


"Kak Neni apaan sihh..? " tanya Dinda kesel.


"Hehe.. nggak papa kok. iya kan Sha? " tanya Neni


"Iya.. Aunti bilang. katanya Arsha harus punya adek banyak ma." jawab Arsha


"Aunti kapan tuu.. aunti juga punya mainan kayak adek bayi? " tanya Dinda


seketika wajah Neni berubah. Pikirannya kembali melayang ke Dion. "siaall.. lihat saja, sampai aku melihat kau. aku akan obrak abrik wajah jelekmu. " batin Neni


...**...


"Pa.. Papa jangan cerein mama dong pa.. kasian Sari paa.." rengek Sarah


"Aku kecewa sama kamu Sarah. Kau telah menghambur hamburkan hartaku. hanya demi memuluskan rencanamu." ucap Ardi yang kesal


Selama ini Sarah sudah kelewatan. menghabiskan uang Ardi hanya untuk membayar preman yang di sewanya. hanya agar Dirinya aman dari kejaran Polisi


"Mas Ardi.. Sarah mohon maaf. Sarah akan berubah Sarah akan menjadi istri yang baik buat mas." rengek Sarah lagi.


"Pak saya mohon.. segera urus surat surat perceraian saya dengan wanita ini." ucap Ardi


"Siap Pak Ardi. saya akan segera urus. bapak tinggal tunggu beres." jawabnya.


Kalo masalah kemarin Ardi sudah bisa memaafkan. ini ternyata Sarah punya kebiasa. buruk yang baru Ardi ketahui.


Ardi segera meninggalkan Sarah. Sarah di vonis penjara 5 tahun. dan sedang menjalani 9 bulan.


Selama 9 bulan di rumah tahanan, Tidak ada kerabat yang mengunjunginya. Sari yang putri kandunganya saja tidak pernah datang menjenguk. ini suaminya datang datang malah ingin menceraikan dirinya.


Lengkap sudah penderitaan Sarah. Semakin hari tubuh Sarah semakin kurus. karena banyak pikiran dan makanan yang tidak ada gizinya sama sekali disini.


"Silahkan Buu.. tanda tangan disini." ucap Pengacara Ardi


"Saya tidak mau. katakan pada klien anda saya menolak perceraian ini.' jawab Sarah


" Walaupun ibu menolak. pak Ardi tetap yang akan menang. karena pak Ardi punya banyak bukti kejahatan ibu." jawab Pengacara

__ADS_1


Aargghhh... teriak Sarah. "Saya tetap tidak akan tanda tangan." ucapnya lalu segera meninggalkan pengacara Ardi.


Sarah segera masuk ke ruangannya. Sarah menangis sejadi jadinya. Meracau tidak jelas.


"Eoyyy.. wanita sinting. menganggu saja kamu." ucap Darmi orang yang paling di takuti di ruang Sarah.


"apa loo.. Aku tidak takut sama kamu. aku bukan wanita lemah seperti yang kamu kira" ucap Sarah yang mulai berani menantang.


"Ouhhh.. sekarang sudah punya nyali rupanya kamu hemm? " tanya Darmi yang langsung mencengkram rahang Sarahm.


Darmi segera menarik rambut Sarah. dan menariknya dengan dengan keras. Sarah di lempar ke dinding.


"Ouhhh.. " Pekik Sarah saat kepalanya kena benturan.


"Masih mau melawan kamu hemm? " tanya Darmi lagi.


"Aku tidak takut. silahkan bunuh saja aku. aku tidak takut." jawab Sarah.


"sayangnya aku tidak akan membunuhmu. Aku sudah lelah membunuh. sekarang aku akan menyiksamu. itu lebih menarik dan bisa jadi hiburanku" ucap Darmi.


Darmi segera menendang perut Sarah dengan keras.


ouhhh.. pekik Sarah lagi. Sarah langsung terkulai tak berdaya.


namun tak ada yang peduli. Darmi semakin membabi buta tubuh Sarah.


...**...


"Ayo kak.. kita cari perlengkapan makeup dulu." ajak Dinda.


Neni segera mengikuti Dinda


Mata neni tak sengaja melihat seorang yang tengah di rindukan bersama wanita dan seorang anak kecil berasa di deretan permainan anak anak.


Neni segera melangkah ke pria itu. lalu segera menarik tanganya.


"Kurang ajar.. kau bilang kau mencintaiku dan akan melamar ku. ternyata kau sudah memiliki anak dan istri." teriak Neni.


lalu segera memukul Dion dengan brutal. Dion. jelas kalah karena tenaga Neni cukup kuat untuk ukuran seorang wanita


Dion terjatuh di lantai. Neni segera mendudukinya dan semakin menghajar Dion.


"Kak Neni.." panggil Dinda. yang tidak menyangka jika Neni bisa sebrutal ini.


Sedangkan wanita yang bersama dengan Dion hanya melihat tanpa berkata.


wanita itu seperti sedang menahan Tawa.


"Kak.. hentikan kak.. malu.. ini di tempat umum kak. hentikan." ucap Dinda. sembari menarik tangan Neni.


namun karena hati Neni sedang di kuasai rasa cemburu. Neni tak peduli jika dirinya akan di permalukan.


Ada bebrapa orang yang berhasil merekamnya


...Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2