CEO ITU AYAH PUTRIKU

CEO ITU AYAH PUTRIKU
Di Mandiin


__ADS_3

"Mas.. " panggil Neni saat ini mereka tengah berbaring di tempat tidur. seperti biasa Neni akan menjadikan lengan mas Dion sebagai bantal.


"Hemm.. " jawabnya


"Bagaimana kalo kita berobat sama Dinda. Dinda kan juga dokter ahli syaraf mas." ucap Neni


"Nggak mau sayang.. mas malu lebih baik carikan dokter yang lain saja" jawabnya.


"besok mas sudah mulai kerja yaa.. Mas dirumah hanya tidur saja rasanya malah terasa pegal.' ucap Dion


" Tapi mas.. mas kan masih sakit. ' jawab Neni


"Tidak.. mas sudah tidak sakit. hanya belum bisa berjalan saja." tambah Dion.


Neni mendongakkan wajahnya. dan menatap sang suami. "Mas.. tidak apa apa pergi ke kantor dengan kursi roda? " tanya Neni


"Tidak apa apa.. selagi istri mas tidak malu menjadi istri mas dalam keadaan tidak sempurna seperti ini." jawab Dion yang sudah menatap Neni.


"Neni tidak malu mas.." jawabnya. lalu mengecup pipi mas Dion. "kita tidur yaa mas. besok Neni bangunin lebih pagi. " ucap Neni


"Iya.. ", jawab Dion Dion segera mendekap tubuh mungil sang istri lalu mengecup keningnya.


" Tidur yang nyenyak ya sayang.. mas tau kau sangat lelah sehari ini ngurus mas." ucap Dion lirih.


...***...


Di tempat yang beda.


" Kak.. bagaimana keadaan Dion sekarang yaa? " tanya Dinda yang sedang berada di ruang kerja sang suami


"masih sama.. belum bisa berjalan. " jawab Alex


"Aku ingin selalu menjenguknya kak." ucap Dinda


"Besok yaa.. kita sekalian aja mama. kakak akan cuty dulu 2hari" jawab Alex.


"Benarkah.. terimakasih kak.. kau adalah suami yang baik. pengertian sekali." puji Dinda


"kau juga istri yang baik. tidak pernah mengecewakan kakak dalam melayani kakak." tambahnya


"Nggak juga. kakak berlebihan." sungut Dinda


"Kakak tidak berlebihan. kaka bicara fakta." jawabnya. lalu berdiri dan melangkah kearah di mana Dinda duduk.

__ADS_1


"kakak jadi pingin kalo lihat kamu seperti ini." ucap Alex


"Dinda tersenyum. sengaja biar kakak nggak fokus. setiap malam selalu di tinggal lembur. Dinda kan juga, merindukan kakak." ucap Dinda dengan suara manja.


"Ok.." ucap Alex dan segera menggendong Dinda ke kamarnya.


" sayang apa Arsa sudah menginginkan Adik lagi? tanya Alex


" apa kau hanya ingin menyentuhku. disaat mereka menginginkan adek, kak? "tanya Balik Dinda


" Tidak.. hanya saja. jika Arsha sudah menginginkan adek lagi. kan kakak akan sering sering menyentuhmu." jawabn Alex


Mereka sudah sampai di kamar. Alex menatap baby Byan sebentar. lalu mengecupnya.


Alex segera merangkak ke tempat tidur di mana sang istri sudah menunggu


Alex mencium ceruk leher jenjang sang istri. meninggalkan tanda kepemilikannya di sana. Dan beralih bibir Dinda. Mencium dengan na*su.


Alex melepas pakaian Dinda dan mulai menjelajahi tubuhnya dengan bibir Alex.


...***...


"Kak bangun udah pagi..." ucap Dinda uang sudah menggendong Abyan


"Jam berapa sayang. badan kakak terasa pegal sekali." ucapnya


"Whatt. bagaimana bisa kau lagi bangun kakak." ujar Alex lalu segera bangun dari tidurnya


Dinda, segera menyiapkan pakaian kantor suaminya. lalu segera memberi Asi kembali Abyan


15 menit kemudian Alex sudah keluar. dengan rambut basah yang di biarkan terurai. Dinda menatap Suaminya. Dalam hatinya berkata. jika Alex itu pria yang sangat sempurna. tampan gagah penuh tanggung jawab. dan sangat menyayangi keluarga nya.


"Sayang.. ada yang salah? " tanya Alex


"Tidak kok kak." jawabnya


"kok melihat suamimu kayak nggak pernah lihat saja." ucap Alex yang sudah memeluk pinggang sang istri.


"kak.. " panggil Dinda. saat ini Dinda tengah merapikan dasi milik suaminya.


"Hemm.. " jawabnya


"Apa di sana ada karyawan kakak yang cantik? " tanya Dinda

__ADS_1


Alex melihat raut wajah istrinya lalu berfikir sebentar. "Tidak ada.. karyawan kakak sudah pada keriput. emang kenapa? " tanya Alex


"Tidak. Dinda Dinda hanya... " " jangan hawatir.. suamimu ini orang yang setia. kakak nggak ingin pernah menduakan kamu. kakak pernah jadi korban poligami, jadi kakak bisa merasakan kesedihan wanita dari kakak yang selalu melihat kesedihan mama Alisia " jawab Alex sebelum Dinda menanyakan hal yang tak seharusnya di hawatir kan.


Dinda tersenyum lalu mendekap tubuh suaminya. "Aku sangat mencintai kakak.. jadi jangan pernah mendua. karena jika sampai kakak melakukan itu. Dinda bersumpah akan pergi dengan anak anak sejauh sampai kakak tak menemukan kami lagi.' ancam Dinda


Cup.. cup.. Alex kembali memberi kecupan kecupan cintanya pada istri tercinta.


" Sudah bicaranya? " tanya Alex.


"Kakak juga sangat mencintai Dinda. jadi Dinda jangan pernah menduakan kakak. jika itu sampai terjadi. kakak juga akan membawa anak anak pergi dari kehidupan Dinda sampai Dinda tak bisa menemukan kami lagi. " ucap Alex.


"Ishh.. nggak kreatif." cibir Dinda. Alex hanya terawa.


Alex menggendong Abyan keluar Sedangkan Dinda membawa tas Alex sampai di ruang makan.


Arsha tengah duduk sambil menunggu papa dan mamanya keluar dari kamarnya.


Alex segera menaruh Abyan di keranjang babynya.


"Putri papa sudah cantik sekali." ucap Alex dan memberi ciuman pada Arsha


"Papa dan mama lama banget. Arsha kan bisa telat sekolahnya pa.." ucap Arsha sembari bibirnya memanyunkan bibirnya


"Masak lama. baru jam 07.30." jawab Alex


"Papa itu yang tidak tau. jam masuknya Arsha. Arsha itu masuk jam 8. Nanti kalo telat gimana? " tanya Arsha masih kesal.


"Tidak akan telat sayang percaya papa yaa." bantah Alex


...**...


"Mas Dion.. bangun yuk. udah siang ini." ucap Neni saat membangunkan suaminya


Dion segera mengucek mata nya. dan melihat Neni sudah duduk di bibir tempat tidur.


"Ayo Neni bantu ke kamar mandinya." ucap Neni lagi


Dion segera duduk. dengan di bantu Neni. Setelah itu Neni membantu membawa Dion ke kursi rodanya. "Maafin mas yaa.. selalu nyusahin istri mas." ucap Dion


"tidak ada yang nyusahin mas." jawab Neni. "mas mau mandi sendiri? atau di mandiin? " tanya Neni lagi


"Sekali kali boleh di mandiin istri." jawab Dion.

__ADS_1


Neni segera melepaskan pakaian Dion dengan pelan. setelah itu Neni segera mengguyur tubuh suaminya dengan air hangat. lalu menggosok dengan sabun cair dengan pelan. Neni melihat Jempol jari Dion sedikit bergerak.


...Bersambung...


__ADS_2