
"Apaa?? ya Tuhan.. kamu tenang kak. jangan panik." ucap Alex
^^^"Bagaimana bisa tenang Al.. Mas Dion belum bangun sampai pagi ini. hikzz. . "^^^
"Ok.. Al akan datang. tenang kak."
"Ada apa kak.. kenapa kak Neni? " tanta Dinda
"Dion.. kecelakaan. dan belum sadarkan diri sampai saat ini." jawabnya
"Ya Tuhan.." ucap Dinda.
"Boleh kan. kaka jenguk Dion." tanyanya.
"Pergilah kak.. Kasian kak Neni." jawab Dinda
'"jangan beri tau mama. kakak hawatir mama juga ikut panik." pinta Alex. Dinda mengangguk. Dinda tau mama nya itu seperti Neni. selalu gelisah saat terkena musibah.
...**...
"Bagaimana Dion nak? " tanya Zayn papa Dion
"Belum sadarkan diri pa.. Neni takut." ucapnya
"Kamu tenang yaa.. Dion orang yang kuat. Dia pasti baik baik saja." hiburnya
"Dion.. bagaimana keadaan Dion putraku? " tanya Riana
"Tenang maa.. Dion sedang di tangani oleh dokter." ucap Pak Zayn.
"Bagaimana Dion bisa kecelakaan.? " tanya Riana.
"Menurut saksi yang melihat. mas Dion tengah menelpon seseorang dan belum menguasai jalan baru." ucapnya
mendengar Cerita Neni. Riana merasa bersalah. Semalam Riana yang tengah menelpon Dion untuk datang kerumah. karena ada yang ingin di bicarakan. Namun Dion menolak karena Dion tidak suka rencana sang mama.
Riana marah dengan jawaban Dion. sangat kecewa. dengan sikap Dion.
Riana menunduk, air matanya menetes begitu saja. "Maafin mama.. tadi malam mama yang tengah bicara dengan Dion. mama ingin Dion datang kerumah. karena mama... " ucapnya yang langsung di potong oleh papa Dion.
"Mama.. mama masih mau maksa Dion untuk menikah lagi?? keterlaluan kamu ma.." ucap Papa Dion jengkel.
"apa... Kenapa mama tega lakuin ini pada Neni.? kenapa ma? apa salah Neni ma? " tanya Neni yang tak bisa lagi menahan air mata untuk tidak lolos.
__ADS_1
"Maafin mama. mama... mama..."
"Apapun yang mama lakukan itu salah mah. Dion sudah memiliki Neni yang dicintai. mereka saling mencintai. mama tak perlu lakukan itu lagi." ucap pak Zayn
"Mama kan sudah minta maaf pa.." ucap Riana
"Bukan masalah minta maaf nya mama... bagaimana jika Dion... " pak Zayn nggak mampu untuk melanjutkan dugaan yang buruk.
"Mama.. jika mama tidak menyukai Neni.. kenapa mama musti mencarikan wanita lain untuk mas Dion. kenapa mama tidak bicara langsung pada Neni. agar Neni bisa memperbaiki sikap Neni yang tidak mama sukai" ucap Neni.
"Maafin mama nak.. mama bukanya tidak suka padamu. hanya saja mama ingin cucu dari Dion." ucapnya
"Keluarga bapak Dion." panggil seorang dokter
"Saya istrinya dok." jawab Neni yang langsung melangkah mendekati Dokter
"Bisa keruangan saya sebentar." ucapnya
Neni segera mengikuti dokter begitu juga dengan papa Dion.
"Silahkan duduk." ucap Dokter
"Begini pak..buk.. Pak Dion mengalami patah tulang ekor. kami sudah berusaha untuk melakukan tindakan oprasi. namun efeknya dari itu pak Dion mengalami kelumpuhan." ucap Dokter yang menjelaskan keadaan Dion.
"Apa??? itu tidak mungkin Dokter." ujar Riana yang sudah berada di pintu masuk ruangan dokter.
"Sabar nak.. Papa yakin Dion akan sembuh." ucapnya
"Semua ini gara gara mama. jika saja mama tidak melakukan itu. Dion tidak mungkin seperti ini sekarang." bentak pak Zayn.
Neni tak bisa menyalahkan mamanya. Neni tau ini semua memang sudah garis yang Tuhan berikan.
"Paa.. mama udah minta maaf, mama menyesal, jangan salahin mama." bantah Riana.
Neni segera masuk keruang rawat Suaminy. tak ingin mendengar keributan kedua mertuanya. Neni duduk di kursi yang ada di samping Dion.
"Mas.. apapun keadaanmu Neni tetap akan ada di samping mas. Neni sangat mencintai mas." ucap Neni sembari mencium punggung tangan suaminya yang tak berdaya
"Kak.. " panggil Alex.
"Al...Dion Al.. Dion sakit hiksss.. " tangis Neni. saat ini Neni butuh bahu untuk bersandar. butuh seseorang untuk bisa menguatkan. jika saja Alex itu adalah adik kandungnya. sudah pasti Neni akan memeluknya dan minta untuk di kuatkan
"Tenang kak.. bagaimana keadaan Dion.? " tanya Alex
__ADS_1
"Dion.. Dion.. lumpuh Al.. Dion.. Dion hikzzz.."
Alex ingin sekali menguatkan Neni. Namun dia hanya kakak ipar. Alex hanya bisa mengucapkan kata Sabar. semua akan baik baik saja.
"Sa.. yang.." panggil Dion yang sudah tebangun
"Mas Dion.. mas sudah bangun." ucap Neni dan langsung berlari kearah Dion tidur.
"Kenapa.. kenapa kakiku.. sa.. ngat berat." tanya Dion terbata
"Hikzzz.. mas.. mas yang sabar.. mas yang kuat.. Neni akan selalu ada untuk mas." ucap Neni
"Sayang.. apa.. yang.. terjadi..? " tanya Dion lagi
Riana dan Zain masuk.
"Dion anak mama.." panggil Riana dan langsung berlari memeluk putra tercintanya.
"Mama.. "
"maafin mama nak.. ini salah mama." ucap Riana
Dion masih diam. Dion masih ingat ucapan mamanya yang mengatakan Jika Mamanya ingin Dion menikah lagi tanpa sepengetahuan Neni. jujur Dion sangat kecewa sama mamanya.
"Untuk apa mama kesini? mama masih ingin menikahkan Dion dengan wanita pilihan mama? " tanya Dion.
"Nggak nak.. mama minta maaf. mama salah.." ucapnya
Dokter masuk.
"Syukurlah.. pak Dion sudah sadar. kami akan memeriksa kembali diagnosa kelumpuhan pak Dion." ucap Dokter
"A... apa... sa.. ya.. lum.. puh...? " tanya Dion.
Dokter itu menatap semua yang ada di ruangan ini satu persatu. "iya pak Dion. pak Dion mengalami kelumpuhan." ucap Dokter.
"TIDAK.. INI TIDAK BENAR KAN DOKTER.. SAYA TIDAK MUNGKIN LUMPUH KAN DOKTER.. SAYANG.. KATAKAN PADA MAS.. JIKA INI TIDAK BENAR..? " tanya Dion
Neni menangis dan langsung memeluk suaminya
"Mas.. mas yang sabar.. mas yang kuat.." ucapnya
"Tidak.. ini tidak benar kan Neni? " tanya nya dengan mata yang mulai memerah. mencoba untuk tidak mengeluarkan air matanya.
__ADS_1
Hikzzz.. ini benar mas.. hikzzz..
...Bersambung...