
"Tolong.. Tolong.." lolongan seorang wanita yang keluar dari kontrakan.
Sari.. Sari merintih kesakitan dan perut terlihat membuncit.
Setelah Ardi dan istrinya menyerahkan semua kekayaan milik Ardi pada Sari. Sari menjadi boros tak bisa mengelola keuangan.
Sedangkan pak Ardi hidup merantau bersama istri barunya yang sangat baik.
Sari hamil dan tak tau siapa ayahnya. karena seringnya berganti ganti pasangan dengan lelaki. persis seperti yang Sarah tuduhkan pada Dinda waktu itu. mempermalukan dan mbuat fitnah pada Dinda.
"Tolong... Tolong.." lolongan Sari kembali terdengar.
"Ada apa nak?" tanya, Seorang wanita paruh baya.
"tolongin saya bu.. perut saya sakitt.." Sari berucap sembari meringis merasakan kesakitan.
Wanita itu segera menolong Sari dan membawa kerumah sakit.
Bu Halimah..
Bu Halimah yang menolong Sari. bu Halimah di ajak Dinda dan juga Alex ke kota. karena Dinda sedang berencana membangun sebuah Yayasan yatim piatu. dan Dinda meminta bu Halimah untuk mengelola.
"Buu.. tolong saya.." teriaknya
"Iya nak.. kita bawa ke rumah sakit. kamu yang tenang yaa.." ucap Bu Halimah
mereka sudah sampai rumah sakit. dan Sari segera di bawa ke ruang bersalin setelah di cek kondisinya di UGD.
Ternyata Sari mengalami kontraksi. Kehamilan baru berusia 7 bulan. namun karena keadaan sangat ibu yang stres akhirnya kehamilan itu mengalami kontraksi lebih awal.
__ADS_1
"Bagaimana dokter? " tanya bu Halimah panik
"Begini bu.. Ibu itu mengalamai kontraksi dini. dan kemungkinan Bayinya akan lahir prematur." ucap Dokter itu.
"berikan penanganan yang terbaik buat mereka dokter." ucapnya.
"Kami akan berusaha bu..' jawabnya
Dokter itu kembali masuk keriangan Sari.
" Dokter.. kepala bayinya sudah di kelihatan" ucap seorang perawat.
Dokter dengan langkah terburu buru mendekati Sari.
"Ayo bu.. jika sudah siap kita mulai sekarang." ucap dokter
Uhh uhh uhhh.. aahhhhhh... teriak Sari sambil mwngejan.
"Alhamdulillah.." ucap syukur bu Halimah saat mendengar tangisan bayi dari ruangan Sari.
"Bayinya laki laki.." ucap Dokter
Sehari setelah kelahira bayi itu. Sari tidak mau menyentuhnya. memberi Asi pun tidak mau. bukan karena baby blues. tapi Sari memang tidak menginginkan bayi nya
"Suster kemana pasien yang baru melahirkan kemarin?" tanya Bu Halimah setelah berkunjung kembali kerumah sakit.
"Ada Buu di ruang rawat nya." jawabnya
"Apa sudah pindah Sus? " tanya bu Halimah lagi
__ADS_1
"Tidak.. kami tidak memindahkan Pasien." jawabnya
Bu Halimah kembali keruangan Sari. namun Sari memang tidak ada. ternyata Sari meninggalkan bayinya di rumah sakit.
Sari semakin tidak mau melihat bayinya. setelah tau bayinya tidak memilki telinga sebelah.
Bu Halimah segera melihat bayinya. bu Halimah hanya bisa mengelus dada. melihat keadaan bayi itu.
"kasian sekali kamu nak." ucap Bu Halimah.
Seminggu setelah itu
bu Halimah kembali ke yayasan milik Dinda dengan membawa bayi laki laki milik Sari.
"Ibu.. bayi siapa itu? " tanya Dinda saat melihat Bu Halimah keluar dari taxi dengan menggendong bayi
"Ini.. ibu membawa bayi ini dari rumah sakit kasian nak Dinda dia di tinggal pergi oleh ibunya" jawabnya
...**...
5 tahun kemudian
"Papa.." panggil Alfaro. Alfaro adalah bayi yang di tinggal Sari
"Mas.. Alfa dari tadi nanyain kamu." ucap Seorang wanita ibu angkat Alfaro
"Ohh yaa.. mau kasi apa kamu sama papa Al.? " tanya Ardi.
Isteri Ardi di nyatakan tidak bisa memiliki keturunan. karena Rahimnya sangat kering. Ardi pun tak permasalahkan jika Istrinya itu ingin mengadopsi seorang bayi. dan kebetulan di yayasan milki Dinda ada bayi yang baru lahir. dan di tinggal pergi oleh ibunya
__ADS_1
Dengan senang hati Ardi dan istrinya mau mengadopsi. apalagi setelah melihat kekurangan bayi itu. Ardi dan istrinya dengan tulus ingin memberikan kasih sayang.
Kehidupan Alfa memang sangat bahagia. mereka benar benar menerima kehadiran Alfa di tengah tengah keluarganya