
Dinda masih diam, masih mencerna setiap ucapan Alex baru saja. Matanya mulai mengabur karena rasa bahagianya.
Lalu Dinda mengangguk sebagai jawabanya
"kau tidak menjawab nya? " tanya Alex
Dinda melotot.. bagaimana bisa dia tidak peka dengan anggukan ku.
"Dinda.. kau tidak mau menikah denganku? " tanya Alex. sebenarnya Alex tau jawaban anggukan Dinda. Alex hanya ingin menguji Dinda, agar mau menjawab dengan lisannya
"Ishh.. kaka tak tau dengan jawabanku apa gimana sihh.. " kesal Dinda.
"Kau belum menjawabnya Dinda." ucap Alex gemas.
"Mauu..." jawabnya lalu segera mengalihkan tatapannya.
"Sekali lagi. kakak belum denger." ucap Alex.
"Mauu kak.. Dinda mau menikah dengan kakak Alexander yang paling ganteng. dari pria yang pernah Dinda lihat." jawabnya.
"Yesss...terimakasih Dinda. terimakasih.. " ucap Alex sembari memeluk Dinda. Setelah sekian lama tidak merasakan pelukan cinta dari Dinda.
"Aku merindukan mu. aku merindukan malam itu. malam yang tidak pernah terulang lagi. Aku merindukan... " ucapan Alex terhenti saat Dinda mencubit nya.
"Mesum... " jawab Dinda.
Alex hanya tertawa. "kok mesum sihh..? " tanya, Alex
"Udah kak,buruan..Dinda nggak mau terlambat. ini adalah hari pertama Dinda kerja." jawabnya.
"Ok tuan putri. " sahut Alex
...***...
Saat ini Neni tengah di ajak meeting bersama pak Very. Karena Mutiara yang meminta agar Selalu membawa Neni kemanapun Pak Very ada meeting.
"Mbak Neni.. " panggil Very setelah keluar dari ruang meeting.
"Iya Pak.. ada apa? " tanya Neni. di kantor Neni mendapat panggilan baru yaitu nama depanya.
"Nanti malam masih ada rapat. apa mbak Neni masih bisa hadir? " tanya Very
"nanti saya tanya mama dulu pak. Tapi emang sebaiknya Neni ikut pak. bapak kirim saja lokasinya" ucap Neni
"baik mbak.. nanti saya kirim." lanjutnya
Mereka segera masik keruangan masing masing. Neni segera kembali sibuk dengan pekerjaan nya.
"Sayang.. bagaimana meeting hari ini? " tanya Tiara yang sudah memasuki ruangan putrinya
"Semua berjalan dengan lancar ma.. semua berkat doa dan dukungan dari mama. Neni jadi cepat bisa menguasai kinerja papa dulu." ucapnya.
__ADS_1
"Mama sudah menduga. kau adalah anak yang cerdas. mama bangga sama kamu sayang." ucapnya.
"ohhh iya maa.. nanti malam Ada agenda rapat. tadi pak Very memberitahu Neni. boleh nggak Neni ikut hadir ma.? " tanya Neni
"mama tidak akan memaksamu. jika kau capek sebaiknya tidak usah hadir yaa.." ucap Tiara
"kenapa maa.. Neni masih sanggup kok mam." jawabnya
"Kalo kamu masih sanggup buat mama tidak apapa. tapi... kamu juga harus memikirkan kesehatanmu." ucap Tiara.
"Ok mam.. " balas Neni.
Tiara kembali keruangannya.
"Selamat siang bu Tiara.." ucapan selamat siang dari pak Ardi.
"Selamat siang Pak.. " jawabnya
"Saya ada perlu sebentar dengan anda. apa anda ada waktu? " tanya nya.
"Ohh silahkan. mari masuk keruangan saya." ucap Tiara mempersilahkan
Sesaat setelah mereka duduk di ruang Tiara.
"Ada apa pak? " tanya Tiara
"Saya ingin menyambung lagi kerja sama dengan perusahaan anda. apa anda masih mau mempertimbangkannya? " tanya Pak Ardi
"Ohh kalo itu.. biar saya rapatkan dulu pada Pak Very dan juga bu Neni Pak. bapak cukup tinggalkan proposal di sini. biar nanti di pelajari oleh sekertaris saya" ucap Tiara.
"Semoga saja Pak.. " ucap Tiara.
Ardi segera pamit undur diri.
Sudah berapa perusahaan besar yang Ardi ajukan proposal. Namun Semuanya sudah angkat tangan. hanya tinggal satu yaitu perusahaan milik Darmawan. walau perusahaan itu sempat mengalami penurunan. namun dengan cepat pulih karena Trave group mau menggandeng lagi.
...***...
Malam sudah tiba.
Saat ini Arsha tengah belajar dengan mamanya. Belajar melukis dengan imajinasinya sendiri.
Dinda mengamati cara putrinya memegang pena dan cara menyalurkan bakatnya.
"Selamat malam mama Tiara." ucap Alex saat Tiara membuka pintu.
"Hlohh nak Alex.." sambut Tiara. Lalu muncullah Alisia dan juga suaminya dengan kursi roda nya yang di dorong oleh Boby.
"Hlohh sekalian ini.. ayoo masuk jeng Alis.." ucap Tiara.
Mereka segera masuk dan duduk di tempat yang sudah di siapkan.
__ADS_1
"Begini Tiara.. kedatangan kami kesini.. ingin melanjutkan rencana Alex yang sempet tertunda" ucap Papa Alex.
"Rencana apa ya pak..? " tanya Tiara.
"Beginii.. kami datang kesini mau melamar putri bu Tiara yang bernama Dinda untuk putra kami yang bernama Alexander." ucap Alisia.
"ohhh.. kok mendadak begini.." jawab Tiara
"Sebenarnya kami sudah merencakan dari beberapa minggu yang lalu. tapi berhubung lagi banyak cobaan kami menunda rencana ini." ucap Alisia
"Kalo begitu.. saya serahkan pada putri saya jenk Alisia.. Karena dia yang akan menjalani kehidupan di masa depannya. " jawabnya
Tiara segera masuk. namun baru saja Tiara berdiri Arsha sudah berdiri dan langsung berlari ke tempat di mana Alex berada..
"Hlohh ada Tante Alis" ucap Dinda. lalu segera menyalami keluarga Alex.
"Iya sayang.. kau bagaimana kabarnya? " tanya Alis
"Saya baik tante." jawabnya.
"Alex bilang kau sudah mulai kerja yaa? " tanya Alisia
"Iyaa tante" jawabnya
"Sayang duduk sini.. Ini tante Dan om Datang kesini ingin melamar kamu. bagaimana kamu? " tanya Tiara
Dinda menunduk mengambil nafas. lalu segara mengangkat kepalanya dan menatap keluarga Alex. "Tante, om dan mama.. Tidak ada alasan Dinda untuk menolak kak Alex. kami sudah memiliki putri dan kami ingin yang terbaik buat putri kami." ucap Dinda.
"Syukurlah nak.. Kami sangat bahagia jika itu sudah menjadi keputusan kalian berdua. kami sebagai orang tua hanya memberi restu buat masa depan kalian." tambah papa Alex.
...***...
Malam sudah kemarin larut
Neni masih berada di jalan bersama pak supri. Mobil yang Neni pakai tiba tiba mogok..
"Non.. Apa Non saya panggilkan taxi saja." ucap Pak supri.
"Tidak perlu Pak.. saya tidak tega ninggalin bapak sendiri disini " jawab Neni.
Angin berhembus dengan kencang. pertanda hujan akan mulai turun.
Benar saja bebrapa menit kemudian hujan sudah turun.
"Non masuk saja. biar bapak yang benerin" ucap Pak supri
"Tidak Pak.. bapak nanti kedinginan. lebih baik kita berteduh dulu pak" ucap Neni.
"Non saja yang berteduh" ucap Nya
"Kau ini.. malam malam begini masih di luar dan di waktu hujan pula. bagaimana jika ada pria jahat yang ingin menjahati kamu." ucap Seorang pria yang datang dengan membawa payung
__ADS_1
Neni menoleh dan menatap pria itu
...Bersambung...