CEO ITU AYAH PUTRIKU

CEO ITU AYAH PUTRIKU
Ketiduran di mobil Dion


__ADS_3

"ka.. kau..? "


"Nih bawa payungnya. dan payungin aku. aku akan membantu benerin mobilmu." ucap Lelaki itu.


Neni segera mengambil payungnya dan berjalan di belakang Dion.


"Ada masalah apa pak supri? " tanya Dion


"Ehh mas Dion. saya tidak tau mas tiba tiba saja mobil kami mogok." jawabnya.


Dion segera membantu mengotak atik mobil milik keluarga Darmawan. "Ohh.. ini harus ke bengkel pak." ucap Dion.


"Terus gi mana ini mas Dion. saya kasian sama mbak Neni jika harus menunggu disini sampai malam. mana hujan lagi." ucap Pak supri.


"gini aja pak. saya panggilkan Bengkel langganan saya. Dan biar kan Neni saya antar pulang dulu." ucapnya


"Wahh Terima kasih mas Dion." ungkapan terimakasih pak supri karena merasa tenang saat Neni sudah aman.


"Tapi bagaimana dengan pak supri? Aku tak tega meninggalkan sendiri di sini." ucap Neni


"Sebentar lagi karyawan bengkel akan ada yang kesini. sudah cepat kau masuk dulu di mobilku. udah sangat larut sekali ini." ucap Dion.


"Pak supri tak apa apa kan saya tinggal? " tanya Neni


"Tidak apa apa mbak Neni. mbak Neni yang penting sampai rumah dulu. kasian Nyonya pasti sudah menunggu." ucap Pak supri


"Ohh iyaa.. Mana ponselku mati lagi. ya udah pak saya tinggal dulu ya pak." pamit Neni.


Neni segera berlari kearah mobil Dion. karena tidak membawa payung, payung yang tadi sudah di serahkan pak Supri.


Neni dan Dion sudah berada di dalam mobil. Neni merasa gugup berada di dalam satu mobil hanya dengan seorang pria


Dion menoleh kearah Neni. lalu segera mendekat. Neni semakin gemetar saat Dion mendekat. "ka.. kaaauuu.. mauu apa? " tanya Neni dengan bibir gemetar nya.


Dion menoleh menatap wajah Neni yang merona. Melihat kegugupan Neni hati Dion geli. lalu Dion meniup wajah Neni.


"Kau bisa pake sabuknya nggak? " tanya Dion.


"Oh.. ehh.. bisa..bisa kok. biar aku pakai sendiri." ucap Neni gugup


Setelah Neni memakai sabuknya. Dion segera menyalakan mesin mobilnya


"Siaall... " umpat Dion.


"Kau tetap Di sini. jangan kemana mana. ingat tetap disini." pesan Dion.


Dion segera keluar dan segera menolong Pak supri.


"Hentikan... " teriak Dion saat ada beberapa preman yang mendatangi pak supri.


"Waii.. ada jagoan nihhh.. " ucap salah seorang preman


"pergi dan jangan ganggu sopir kami." teriak Dion.

__ADS_1


HAJAAARRR... teriak preman kampung


Bughh.. Bughhh... Beruntung Dion bisa bela diri. jadi Dion bisa melawan


Neni merasa jengah menunggu Dion terlalu lama Neni segera keluar dan melihat apa yang Dion lakukan


"Dion.. " pekikya


Toloonggg... Toloongggg.... Teriak Neni.


"Dasar menyebalkan. disuruh di dalam malah keluar." kesal Dion.


ke 4 preman itu segera berhenti. yang dua berjalan kearah Neni. Dion segera mengejar preman itu.


Namun tangan Dion di cekal oleh preman yang lainnya.


Bughh... bughh.. "menjauh dari wanitaku.. " teriak Dion asal.


Pak Supri dengan cepat mengambil kunci yang biasa ada di dalam mobil. Pak supri memukul salah satu preman agar tidak menyakiti Dion terlalu banyak.


Mobil Bengkel sudah datang. ke 4 preman itu segera pergi karena. melihat ada 2 orang dari bengkel.


"Dion.. kau tidak apa apa? " tanya Neni.


"Aku.. aku tidak apa apa." jawab Dion ngos ngosan.


"Dasar wanita.. disuruh di dalam dan jangan keluar. malah membantah." gerutu Dion.


"Aku sudah biasa berkelahi. jadi kau tak perlu menolongku." Ucap Dion kesal.


"Ya sudah.. jangan marah marah. yang penting kan aku tidak apa apa." jawab Neni yang juga nyolot


"Sudah ayo segera masuk. aku antar kau pulang." ucap Dion.


"Sebaiknya kita mampir di klinik dulu deh Dion. biar lukamu segera diobati." usul Neni


"Tidak perlu. di rumahku sudah ada obat." jawabnya.


"Pakai sabuk pengaman mu." kata Dion yang menyuruh Neni untuk memakai sabuk pengaman.


Neni segera memakainya. namun Neni kesulitan saat mengaitkan kunci nya.


"Dasar.. mengaitkan gini aja tak bisa. " gumam Dion.


"Mobilmu terlalu sulit. bukan salahku." jawabnya.


"Bisa nggak kamu tidak menjawab lagi semua omonganku. telingaku hampir budeg kalo kamu bicara terus." ucap Dion mengingatkan


"Kalo begitu kamu juga tidak perlu ngomong terus. biar aku tidak menyahut." sangkal Neni.


( Yaaa tuhann.. bisa bisa nya aku menolong wanita dengan suara petir seperti ini. mrnyebalkan sekali..) Batin Dion.


Dion segera melajukan mobilnya setelah tidak ada pertengkaran mulut.

__ADS_1


Dion melihat ke arah Neni yang sudah tidur. "Bisa bisanya tidur begitu nyenyak." gumamnya.


"Sudah dehh.. jangan mulai lagi. aku tidak tidur beneran. aku hanya menghindari agar kau tak ngajak aku bicara lagi." ucap Neni.


"Demmnn.. sialll.." Dion merutuki dirinya sendiri.


Tak terasa mereka sudah sampai di kediaman Darmawan. setelah menempuh perjalanan selama 20 menit.


"Sudah sampai.. cepat turun.." ucap Dion. Namun Neni tidak berkutik sedikitpun. "Woyy.. sudah sampai cepat turun.." ucapnya lagi.


Dion mendengar dengkuran halus dari Neni. "Ya Tuhan selain cerewet kebo juga niihh Neni." gumamnya.


Dion tak tega untuk membangunkan lagi. sepertinya Neni kelelahan.


Dari dalam Tiara mengamati mobil yang tak asing di matanya.


"Apa itu Neni.. tapi itu bukan mobilnya itu sepertinya mobil yang selalu dibawa Dion." gumm Tiara


"Ma.. ada apa? " tanya Dinda


"Itu.. ada mobil Dion. mau apa dia berhenti di sini." ucap Tiara.


Dion keluar dari mobilnya. dan hendak mencet bel rumah. Dion mengurungkan niatnya. Hawatir jika yang punya rumah sudah tidur.


Tiara keluar bersama Dinda.


"Ada apa kak Dion.? " tanya Tiara


"ohh ini Tante.. Tadi saya melihat mobil pak supri mogok. dan di sana ada Neni juga." ucap Dion.


"Teruss gimana sekarang Neni nak?" tanya Tiara panik.


"Neni aman kok tante. Saya kesini karena mengantar Neni. namun dia malah tertidur." ucap Dion.


Tiara segera melangkah melihat putrinya.


"Maafkan Neni ya nak. Dia kalo tidur emang ngebo gitu." ucap Tiara.


Dinda segera membangunkan Neni.


"Kak.. bangun.. ini dah sampai rumah." ucap Dinda berusaha menggoyang goyangkan kakanya.


ungghhhh... Lenguh Neni.


"Kakak.. kakak.. bangun." ucap Dinda lagi.


"Hemmm.. kok aku bisa disini? " tanya Neni


"Kakak tidur di mobil Dion. ayo bangun Dion udah mau pulang." ucap Dinda menjelaskan


"Haaa..." Neni ternganga. (bisa bisa nya aku tidur di mobil pria itu.") batinnya.


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2