
"Om.. om kenapa sendili. " Tanya Arsha pada pria yang tengah duduk sambil menatap ponselnya
Alex menoleh. dan terkejut melihat gadis kecil itu kembali.
'Nih anak. sok akrab banget. ' batinnya. Alex hanya menatap sebentar.
"Om sedih yaa? " tanya Arsha
"Tidak." jawabnya pendek. "Berani beraninya nanyain perasan sedhku. Dan bagaimana jika dia terlalu akrab sama pria asing. bisa bisa dia di culik dan sangat berbahaya untuk nya. " batin Alex
"Om.. kata mama tidak boleh sedih. kata mama kalo tidak punya apa apa kita tidak boleh sedih. halus tetap hadapi dan minta pada Tuhan. " ucap nya yang sok mengerti.
"Kamu ini tau apa soal orang dewasa.? " tanya Alex meremehkan dan kembali menatap Arsha
"Alsa tau. Alsa tau soal olang dewasa. Alsa seling liat mama nangis. kalo alsa tanya papa Alsa. " jawabnya
Alex tidak begitu paham apa di omongin oleh Arsha. lalu tertawa terbahak bahak.
"Kamu anak kecil. sebaiknya kamu belajar bicara yang benar. sebelum bicara tentang orang dewasa. Sebaiknya kamu masuk nanti mama kamu mencari. " ucap Alex
"Mama tidak mencali. mama Alsa sedang bekelja. dan pulang nya masih lama. " jawab Arsha lagi.
tiba tiba ponsel Alex berdering.
Dion..
"bagaimana Dion? apa yang kau tau tentang Dinda? " tanya Alex
^^^"Bos.. hari ini Dinda cuty 3 hari karena harus keluar kota." jawab Dion^^^
"Apa maksudnya. jadi kau belum menemukannya? " tanya Alex
^^^"Belum bos. dan disini tidak ada yang tau gadis itu tinggal di mana. " jawabanya^^^
Alex segera mengambil nafas lalu segera mengeluarkannya.
"Kalo Begitu.. Cepat kembali ke hotel aku ada pekerjaan. " jawab Alex
Alex segera meninggalkan taman
__ADS_1
"Om.. om tunggu. " teriak Arsha
Alex berhenti dan melihat Arsha berlari sambil memberikan dompet Alex yang jatuh saat dirinya tadi mengambil sapu tangan
"Ini.. dompet om jatuh. " ucap Arsha lalu segera menyerahkan dompetnya.
Alex pun berhenti dan berjongkok mensejajarkan wajah nya pada wajah Arsha.
"Terimakasihh.. semoga kau selalu bahagia." ucap Alex lalu mengelus kepala Arsha.
"Om.. " panggilnya.
"Ada apa lagi? " tanya Alex
"Itu di kepala om ada daunya. sini bial Alsa ambil. " ucap Arsha
Alex segera menyapu dengan tangannya. namun Arsha menggelengkan kepala. Alex kembali melakukanya. Dan Arsha tetap menggeleng.
Alex menyerah dan segera membungkuk agar Arsha yang mengambilnya
Arsha pun mendekat dan segera mengulurkan tangan mungilnya ke atas kepala Alex.
"Om.. beli Alsa sentuhan lembut tangan om di kepala Alsa " ucap Arsha pada telinga Alex.
Tanpa ragu Alex pun memberikan tanganya pada Arsha . agar Arsha melakukan sendiri.
Arsha segera mengambil tangan Alex dan segera menaruh di kepalanya. lalu di angsuran kebawah.
"Telimakasoh om. " ucap Arsha. lalu Arsha segera berlari ke apartemen nya
Neni yang menyaksikan dari jendela pun tak menyangka. jika Arsha sangat merindukan belaian kasih sayang dari seorang ayah.
Alex segera melangkah menuju hotelnya. suara Arsha masih mendengung begitu hangat di telinganya. hingga Alex memasuki kamarnya. mengingatkan Dinda yang waktu itu. "Kak.. sentuh Aku.. Aku menginginkan sentuhan itu. " Arrgghhh.. teriak Alex saat sudah berada di kamarnya.
kenapa mereka begitu sangat menginginkan sentuhannya. batin Alex.
Deringan telpon kembali terdengar kali ini dari rumah sakit
"Halo bang.. ada apa? " tanya Alex. yaa Alex memang belum berkunjung lagi ke rumah sakit setelah dari meeting.
__ADS_1
^^^"Papa Al.. papa kembali drop." jawab Boby^^^
"Ya sudah.. Al segera datang kerumah sakit." jawab Alex
Alex segera berlari ke parkiran. karena harus ke rumah sakit.
"Dion.. ayo kita segera ke rumah sakit. papa kembali drop " ucap Alex saat berpapasan dengan Dion.
Di rumah sakit.
setelah dari apartemen Dinda berkunjung terlebih dahulu ke rumah sakit. mengecek pasien yang baru tadi malam di lakukan oprasi.
"Bagaimana Dok? " tanya Boby
"Tidak ada yang perlu di hawatirkan pak Boby. semua baik baik saja. mungkin karena tadi papa anda baru merasakan efek dari oprasi." jawab Dinda.
"Terimakasih Dokter.." ucap Boby.
"Kalo begitu saya permisi dulu pak.. " jawab Dinda lalu segera memasuki kantornya.
Dinda segera menyerahkan segalanya pada Timnya. termasuk penanganan selanjutnya pada pasien. setelah itu Dinda pun segera keluar dari kantor.
karena berjalan terlalu cepat Dinda pun bertabrakan dengan pria dengan tubuh kekarnya.
"Maaf.. " ucap Dion dan segera membantu Dinda mengemasi berkas berkas yang berserakan.
"Tidak usah. pak. terimakasih sudah mau membantu" ucap Dinda dengan masih tetap menunduk. Dion segera meninggalkan Dinda yang juga sudah selesei.
"pak.. ponsel Anda " teriak Dinda.
Dion segera menoleh dan segera mengambil ponsel yang ada di tangan Dinda. "terimakasih Dokter. " ucap Dion lalu segera meninggalkan Dinda karena si bos sudah menunggu.
Dinda segera berjalan keluar dan menyetop taxi.
"Shitt.." batin Dion. "Dinda.. " teriaknya. Dion segera mengejar Dinda namun sudah tak dilihat.
Cepat sekali dia menghilang. batin Dion.
"Dion. ada apa? " tanya Alex
__ADS_1
"Dinda bos. tadi saya melihat Dinda di sini." jawab Dion
...Bersambung...