CEO ITU AYAH PUTRIKU

CEO ITU AYAH PUTRIKU
Keterkejutan Dinda


__ADS_3

"Ohh.." jawab Alex.


"Arsha mau makan? " tanya Alex


ARSHAAA...


Arsha menoleh saat ada yang menyebut namanya.


...**...


Pagi saat Neni pergi untuk membeli kebutuhan. Di lihatnya Arsha masih sangat nyenyak tidurnya. Neni segera pergi meninggalkan Arsha.


Neni sengaja tidak mengunci kembali pintu nya. karena itu akan membuat Arsha tertekan saat tau pintu nya telah di kunci dari luar.


Neni segera pergi ke minimarket terdekat. untuk membeli makanan kesukaan Arsha. biasanya kalo pagi Arsha belum mau makan sebelum ada camilan yang satu itu. walaupun makannya sehabis sarapan. Super rich chocolate truffle adalah makanan kesukaannya.


Mata Neni berbunga-bunga melihat masih ada satu porsi makanan kesukaan Arsha.


dan bertepatan dengan seorang pria yang juga ingin mengambil makanan itu.


"Eitzz.. ini milikku. aku yang menemukan lebih dulu." ucap Neni pada pria yang sudah mau ambil dengan nampaknya.


"Ini belum jadi milikmu karena kau belum mengambilnya. " jawab Pria itu. yaa pria adalah Dion. Dion di minta Alex untuk mencari Super rich chocolate truffle sebagai makanan penutup. biasanya kalo di resto atau kafe ada tapi tak selezat di tempat sebelah minimarket yang dekat dengan hotel.


"Maaf Bu.. ini Bos saya sangat menginginkannya. beliau tidak bisa fokus kerja kalo belum menyantap ini." ucap Dion lalu segera mengambilnya


"Tunggu huuhh.. " ucap Neni lalu segera menggeser tubuh Dion dari etalase


Bagaimanapun Neni tetap kalah. karena Neni belum membawa nampan untuk kuenya. Neni cemberut. dan segera pergi dari toko kue


dengan langkah gontai Neni segera kembali ke apartemen.


Sesampainya di apartemen Neni tidak melihat Arsha di dalam. dengan wajah ketakutan dan kebingungan Neni segera mencari Arsha.


Neni berlari keluar untuk mencarinya. Neni bersyukur melihat Arsha tengah duduk di taman.


"Tunggu.. siapa pria itu? " batin Neni. Neni melihat Pria itu berdiri dan hendak meraih tangan mungil Arsha.

__ADS_1


Neni segera berjalan setengah berlari.


ARSHAAA.. panggil Neni. sembari melangkah setengah berlari.


"Tante." sahutnya.


Arsha segera berlari ke arah Neni dan langsung minta gendong.


"Apa anda mau membawa keponakan saya pergi.?" tanya Neni


"Tidak.. Saya hanya ingin mengajaknya makan" jawab Alex.


"Tidak perlu. kami masih bisa memberi makanan untuknya." sahutnya.


"Bos.. Super rich chocolate truffle tinggal satu. untung saya berhasil mengambil dari wanita itu. " ucap Dion sembari menenteng papebag di tangannya.


"Dia itu.. anak buahmu. itu tadi saya yang lihat dulu. tapi dia langsung merebutnya. " ucap Neni nyolot.


Arsha hanya diam tak tau apa yang sedang di ributkan.


"Dion apa maksudnya? " tanya Alex


"Tuan.. jika tuan adalah orang baik. maka berikan itu Super rich chocolate truffle pada keponakan saya. sudah dua hari dia tidak makan itu. saya kasihan padanya. karena terus mogok makan. " ucap Neni


Alex menatap wajah polos Arsha yang masih belum tau pembicaraan orang dewasa.


"Apa Arsha menyukai makanan ini? " tanya Alex. saat mengambil papebag dari tangan Dion dan membukanya di hadapan Arsha.


"Supel Lich.. Alsa mau om. " ucap Arsha berbinar melihat makanan yang sudah dua hari tidak di jumpai.


Alex segera memberikannya. "Ya sudah ini buat Arsha.. " ucapnya lalu segera pergi meninggalkan mereka berdua.


"Terimakasih tuan. terimakasih sekali lagi. " ucap Neni yang ikut berbinar.


"Bos.." panggil Dion.


"Kita bisa cari lagi Dion." ucap Alex.

__ADS_1


Alex tau Dion pasti akan protes. karena Alex pun juga begitu, jika Dua hari tidak makan itu. selera makanya pun hilang. apa lagi di sini sangat jarang ada makanan yang menjadi kesukaannya.


Alex mengingat kembali wajah binar di mata Arsha. benar benar sangat mengingatkan Dinda saat has*at itu terpenuhi. wajahnya sangat merona karena perasan yang begitu bahagia.


"Kenapa expresi kalian selalu sama sihh..? " batin Alex.


"Atau jangan jangan Arsha adalah putriku? " tanya Alex dalam hati


"Dion.. cepat telpon bu Halimah. tanyakan nama anakku. " titah Alex


"Siap boss.. " jawabnya. Saat Dion mau telpon bu Halimah. Ponsel Dion berdering.


"Bos. dari Wahyu. " ucap Dion.


...***...


Malam telah tiba.


Di tempat Dinda.


Dinda tengah nonton televisi bersama ke 4 temannya


Sebenarnya Dinda tidak begitu menyukai acara Televisi. namun karena untuk menghabiskan sedikit rasa lelah Dinda pun mengikuti menonton televisi.


Acara yang di tonton adalah seputar berita dunia bisnis


Disana ada deretan pemuda pemuda sukses yang dapat wawancara untuk mengisi acara di stasiun televisi.


Dinda hanya melihat saja.


"Berapa lama pak Alexander ini terjun di dunia bisnis.? " tanya seorang pembawa acara televisi


"Waowwe.. ini masih muda ganteng. sukses lagi. ihhh laki laki idaman" celetuk Febri. yang di tambahi oleh Jenifer " ho'oh.. andai saja dia belum punya istri aku mau jadi istrinya." ucap Jenny


Dinda yang masih membolak balikkan kertas pun penasaran dan segera mendongak menatap wajah pria yang sedang di wawancarai.


"Pria itu... " batin Dinda.

__ADS_1


...Bersambung....


__ADS_2