CEO ITU AYAH PUTRIKU

CEO ITU AYAH PUTRIKU
ketegangan Alex dan Darmawan.


__ADS_3

PAPA.. teriak Arsha saat melihat papa nya datang. dengan memakai jacket.


Tanpa bisa di cegah Arsha segera berlari ke arah papanya.


Darmawan mengepalkan kedua tangannya serta menggigit giginya kesal.


Sedangkan dari atas, Dinda menyaksikan nya dengan rasa haru. lalu tersenyum bahagia. putrinya ternyata lebih cepat dari dirinya. batin Dinda.


Dinda segera menyusul mereka ke taman di mana mereka berada


"Anda telah merusak moment saya bersama cucu saya. Kenapa anda masih berani menampakkan wajah anda di sini.?" tanya Darmawan begitu datar. tidak menyukai kehadiran Alex yang masih pagi ini.


"Maafin saya pak Darmawan. Saya adalah seorang ayah. yang tidak bisa abai pada putri saya. dan saya tidak akan pernah membuang putri saya sendiri." jawab Alex yang terkesan menyindir dirinya.


Darmawan semakin mengepalkan kedua tangannya. "jika saja tidak ada Arsha sudah pasti akan saya buat wajah anda kembali hancur." Sarkas Darmawan


Alex hanya tersenyum. "mau anda buat hancur wajah saya. saya tetap akan selalu mengunjungi putri saya." jawabnya.


"Nak Alex.. Ayo silahkan masuk. mamanya Arsha sudah membuatkan kopi buat Nak Alex." ucap Mutiara mama Dinda yang sudah berada di teras rumah dengan kursi rodanya


Alex tersenyum lalu menghampiri nenek Arsha. "Terimakasih tante." ucapnya lalu segera mencium tangan nenek Arsha.


Darmawan di buat dongkol oleh perlakuan istrinya pada Alex. Bisa bisanya Tia lebih membela Pria brengsek itu ketimbang suaminya. batin Darmawan kesal.


"Kak Al.. Sepagi ini. sudah sampai sini." sapa Dinda yang sudah berada di depannya Alex.


"Iyaa.. karena Arsha. Aku ingin segera kesini." ucap Alex.


"yakin hanya karena Arsha? " tanya Mutiara. Membuat Dinda tersipu dengan pertanyaan yang frontal dari sang mama


"Tante bisa saja", jawabnya


Alex menatap kopi buatan Dinda. lalu mengerutkan alis nya . heran dari mana Dinda tau jika dirinya sekarang penikmat kopi susu.


" Terimakasih Din.." ucapnya lalu segera duduk di ruang tamu bersama Dinda dan Mutiara. sedangkan Arsha dari tadi tidak mau lepas dari gendongan Alex.


"Sha. turun sayang biarkan Papa Arsha Duduk. " ucap Dinda


"Al.. mau sama papa. Al kangen sama papa." jawabnya

__ADS_1


...**...


Mereka tengah berada di ruang makan. Begitu juga dengan Alex. Alex di pun di ajak sekalian sarapan pagi disini.


Tidak ada obrolan di ruang makan. hanya ada suara dentingan sendok yang mengisi ruangan ini.


Derttt..


Derttt..


Derttt..


ponsel Alex berdering .


"Mohon maaf. saya ada telpon sebentar." pamit Alex.


"Iya nak. " jawab Mutiara. sedangkan Dinda hanya mengangguk.


Setelah obrolan dengan Wahyu selesei. Alex segera masuk kembali. menuntaskan sarapannya.


"Apa tadi telpon dari istrimu? " tanya Dinda. Dinda belum tau status Alex. jadi Dinda pun memberanikan diri untuk bertanya. Hawatir jika Alex sudah berumah tangga. sedangkan Alex malah lebih mengutamakan Arsha putrinya.


Alex hanya geleng geleng kepala melihat sikap arogan Darmawan.


Dari Wahyu tadi. Wahyu memberitahukan jika Darmawan membatalkan kerja samanya dengan Perusahaan Trave Group pendiri Alex.


Buat Alex itu tidak masalah. karena Alex sudah cukup banyak Saham dan investor lainnya.


namun Alex malah kasian pada Darmawan. karena hampir 60% pengusaha di kota ini sudah bekerja sama denganya


Alex segera pamit. karena harus urus pekerjaanya. Alex janji jika besok pagi atau malam akan mengunjungi Arsha lagi. Arsha yang belum mau di tinggal.


Darmawan segera berangkat ke kantornya. ingin nengurus pembatalan kerjasama dengan Alex. Sedangkan Alex sudah pergi lebih dulu dari rumah Darmawan.


Sesampainya di kantor.


Alex segera mengadakan meeting bersama klien. Klien kali ini akan menyewa salah satu Hotel Alex. untuk acara pernikahan selama 3 hari.


Sebenarnya itu sudah menjadi keputusan sekertaris nya. Namun karena klien ini adalah orang yang sangat berpengaruh mana dengan senang hari Alex pun menyempatkan untuk bisa menemuinya.

__ADS_1


...**...


Malam ini Alex di minta untuk pulang ke rumah orang tuanya. Sesuai kesepakatan, jika Alex tidak membawa wanita yang sudah melahirkan anaknya. maka Alex harus mengikuti kemauan sang mama.


Malam ini Alex mendatangi kediaman Dinda . Alex akan membawa Dinda bersama putrinya untuk menghadiri acara makan malam yang di adakan sang mama.


Agar sang mama tidak melulu ingin menjodohkan dirinya dengan wanita lain.


"Saya tidak akan izinin. putri dan cucu saya ikut bersama Anda." ucap Darmawan tegas.


"Saya mohon. hanya untuk malam ini saja pak. setelah itu saya akan pergi menjauhi putri anda" Sahut Alex. walau berat harus bilang ingin menjauhi putrinya. namun demi membatalkan rencana pertungangan dirinya dan Sari.


"Saya tidak yakin." ucap Darmawan.


"Saya berjanji akan meninggalkan keluarga bapak. setelah malam ini." janji Alex.


Darmawan segera masuk ke ruang kerjanya. Darmawan mengambil selembar kertas untuk di tanda tangani oleh Alex sesuai janjinya.


"Saya baru percaya. jika anda sudah memberi tanda tangan disini." ucap Darmawan.


"Papa.. papa apa apan ini. papa tak berhak memisahkan Arsha dari papanya. papa jangan egois dong pa.. " ucap Dinda yang tidak Terima dengan surat perjanjian yang sudah di buatnya.


"Alex sendiri yang bilang. jika setelah ini dia tidak akan mengganggu putri dan ibunya. untuk membuktikan janjinya apa salahnya papa membuat surat kesepakatan." jawab Darmawan.


"Kak.. jangan lakukan ini kak. aku mohon apa kau tidak ingin bertemu lagi dengan Arsha? " tanya Dinda.


"Maaf Dinda. malam ini aku sangat menginginkan kalian berdua. setelah itu jika papamu tidak mengijinkan aku untuk menemui kalian. aku bisa apa? "


"Pa.. Dinda mohon." ucapnya


Alex segera mengambil kertas itu dan ingin menandatangani. dengan cepat Dinda pun segera merebut dan Menyobek kertas itu menjadi beberapa potongan.


"Papa egois.. Dinda benci sama papa.." ucapnya. Lalu Dinda segera menggendong Arsha dan segera membawa nya keluar.


"Kak.. bawalah Arsha kemanapun kau mau. dia putrimu. kau lebih berhak atas Arsha" ucap Dinda.


"Aku Aku juga butuh kamu. untuk menjadi istriku Din." ucap Alex.


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2