
"Pria itu... " batin Dinda. Dia adalah seorang CEO. ayah putriku.
"Alexander seorang PEBISNIS muda yang sukses " Dinda segera meninggalkan temant temanya dan masuk ke kamar.
"Akankah Dia mau menerima Arsha itu putrinya. Mungkinkah dia sudah memiliki keluarga yang sangat di cintai." gumam Dinda saat berada di kamarnya.
"Papa.. kini Dinda tau siapa pria yang sudah memebrikan aku seorang bayi." gumamnya lirih.
Tidak pikir panjang. Dinda segera mengemasi pakaiannya. Tak sabar ingin mempertemukan Arsha dengan nenek dan kakeknya.
"Ayu.. kau mau kemana? " tanya Sasmita yang sudah berada di kamar.
"Mita.. aku harus pergi. aku harus menemui keluargaku." ucap Dinda.
"Tapi ada apa Ay. kenapa begitu sangat mendadak sekali.? " tanya Mita
"Aku harus pulang. aku.. Nanti aku ceritain. saat kita bertemu di negara kita. " jawab Dinda
Dinda segera keluar setelah memeluk Sasmita. "Maafin aku ya Mit. jika selama ini aku selalu memyusahkanmu." ucap Dinda
"Ayu.. kau tidak pernah menyusahkanku. " jawab Mita
"Ayuu.. kau mau kemana? " tanya Jenny dan Febby pun. hanya terheran melihat Dinda yang sudah sangat rapi dengan pakaian hangat dan tebalnya.
"Aku harus pergi. maafin aku tidak bisa nemenin kalian sampai selesei. " ucap Dinda dan segera memeluk temanya satu persatu.
Dinda segera pergi meninggalkan ke 4 temannya
Dinda segera mendatangi orang yang berpengaruh di desa ini. untuk pamit.
...***...
Pagi telah tiba.
"Arsha. tadi mama telpon hari ini kita akan kembali. " ucap Neni pada Arsha.
Yaa pagi tadi Dinda sudah menghubungi Neni. untuk mengemasi pakaiannya. kalo hari ini mereka akan kembali ke negaranya
"Haa?" tanya Arsha kebingungan.
Arsha langsung menunduk "kemana kita akan pelgi tante? " tanya Arsha
__ADS_1
"Arsha mau nggak ketemu nenek dan kakek Arsha? tanya Neni
Dengan wajah yang berseri Arsha mengangguk. " Nenek, kakek, Alsa mau " jawabnya.
Arsha begitu sangat bahagia. lalu segera keluar mengungkapkan rasa bahagia.
Arsha pergi ke taman dan melihat beberapa teman yang sering bermain bersamanya. Namun begitu Arsha sampai taman. Arsha bersedih karena harus meninggalkan mereka. Arsha duduk di kursi taman sendiri.
"Arsha" panggil Alex .
Arsha menoleh dan menatap Alex. Alex heran melihat ada kesedihan di mata gadis kecil itu.
"Kenapa sedih? " tanya Alex
"Om Al.. kita tidak atan beltemu lagi" ucap Arsha
"Kenapa? Apa Arsha mau pindah? " tanya Alex
"Alsa mau pulang. mau ketemu nenek dan kakek" jawabnya
"Bagus dong.. itu artinya Arsha akan sangat bahagia. " ucap Alex.
Alex segera meraih tangan mungil Arsha "Walau tidak bertemu. tapi Arsha ada di sini om Alex. " jawab Alex sembari membawa tangan Arsha ke dadanya.
"Di sini? " cicit Arsha
"Iyaa.. hari ini om juga harus kembali. om juga belum bisa bertemu dengan orang yang om cari." ucap Alex.
"Om Alec sedih? " tanya Arsha
Alex mengangguk. baru di sini Dua hari Targetnya adalah satu minggu untuk mencari Dinda. namun kemarin Wahyu memberi kabar jika salah satu proyeknya gagal. dan Alex harus turun tangan sendiri
Arsha segera menghibur Alex. merekapun saling berpelukan. Alex merasakan ada rasa Damai saat memeluk Arsha. Begitu juga Arsha, Arsha juga merasakan kenyamanan berada di pelukan Alex.
Tak terasa buliran hangat Alex pun menetes begitu saja. "Jika saja ini adalah putriku. " batin Alex
"Arsha" panggil Neni yang sudah siap dengan dua kopernya
Sedangkan Dinda sudah menunggu di bandara. Dinda, langsung menuju bandara untuk memesan ticketnya.
"Om.. Alsa pelgi dulu. " pamit Arsha
__ADS_1
Alex mengangguk menatap kepergian bocah mungil yang sudah mengisi hatinya. "Semoga kau selalu bahagia Sha. " ucap Alex
"Bos.. Kita harus berangkat sekarang " ucap Dion. Yaa hari ini Dion dan Alex pun harus kembali ke negarany sebelum ke bandara Dion dan Alex akan singgah sebentar ke rumah sakit untuk menjenguk papanya.
Dion menatap sedih bosny. Dion tau bosnya pasti sangat ingin bertemu dengan anaknya. nmun Tuhan belum menghendaki semua itu terjadi.
Dion jadi teringat jika Bosnya juga harus menikah dengan Sari.
Sebelum hari itu terjadi. saya akan berusaha menemukan keluarga bos Alex. batin Dion.
Di bandara
Dinda tengah menunggu Neni dan juga putrinya di depan. tidak sabar rasanya ingin memeluk mama yang sangat dirindukan. tak sabar ingin mempertemukan orang tuanya dengan putri semata wayangnya.
Tidak peduli Jika sang papa masih marah. yang menjadi tujuan Dinda adalah mempertemukan putrinya dengan orang orang yang sangat ingin di temui.
"Mama." panggil Arsha
Dinda mendongak dan menatap putri kecilnya. lalu segera memeluk nya. "Mama kangen banget sama Arsha. " ucap Dinda
"Al.. juga kangen sama mama. " jawab Arsha
"Kak. " panggil Dinda pada Neni
"Aku akan selalu ada untukmu. Kakak yakin orang tuamu sudah melupakan kejadian itu. " ucap Neni
"Terimakasih kak. aku sayang banget sama kakak" jawabnya
30 menit Mereka menunggu pesawat yang akan membawanya. namun baru saja ada peringatan jika jam terbang nya mundur 15 menit. Terpaksa Dinda dan bersama kedua orang yang di cintai menunggu.
Klotak.. klotak.. klotak... suara sepatu fantofel begitu nyaring di telinga Arsha.
Arsha menatap pemilik sepatu yang sedang melangkah.
"Om Al... " teriak Arsha bahagia. tidak menyangka jika akan di pertemukan kembali di sini.
"Arsha.. " sahutnya
Dinda segera menoleh menatap wajah orang yang putrinya panggil.
...Bersambung...
__ADS_1