CEO ITU AYAH PUTRIKU

CEO ITU AYAH PUTRIKU
Merasa Bersalah.


__ADS_3

"Kak.. hentikan kak.. aku mohon.." Dinda mulai narik tangan Neni agar segera menjauh dari tubuh Dion.


Arsha mulai menangis melihat keributan yang tak pernah di saksikan.


Wanita yang bersama Dion segera menghampiri Arsha. "Hai.. jangan nangis lagi yaa.. sini sama kakak." ajak Wanita itu.


Prriittt.. priittt....


Suara pluit pak satpam sudah terdengar sangat jelas. Dan Neni segera di angkat dari tubuh Dion. Dion hanya menatap sekelilingnya. lalu menatap Neni dengan menggelengkan kepalanya.


Wanita yang brsama Dion itu tertaw sangat keras. saat melihat wajah Dion penuh dengan memar yang berwarna kemerahan.


Neni segera beralih ke wanita yang bersama Dion. "Dasar.. wanita bodoh. suamimu sudah menghianatimu. tapi kau malah tertawa. dasar..pasangan aneh.." umpat Neni.


Mendengar penuturan Neni, wanita itu semakin terpingkal pingkal.


"Tolong jangan buat keributan disini." teriak satpam.


"Mari ikut saya kepos. kita selesaikan di sana. malu di lihat orang begitu banyak." ucap Satpam lagi.


"Nggak mau.. Dia itu pria pembohong.. katanya dia mau melamar ku. namun dia malah menghilang tanpa kabar. dan kepergok sedang bersenang senang dengan anak dan istrinya." jawab Neni


Mereka segera di bawa ke pos. walau awalnya Neni menolak. namun Dinda berhasil membujuknya.


Neni masih marah pada Dion. hingga Dia tak mau melihat wajah Dion yang sudah bonyok karena ulahnya.


"Jadi.. selama ini kakak dan Dion saling mencintai?" tanya Dinda


Neni tersadar. Kekonyolan nya membuat dirinya sangat malu. di sini banyak yang melihatnya. Hubungan yang awalnya akan di rahasiakan kini sudah terpublikasikan.


"Sekarang tidak lagi karena dia sudah memiliki anak dan istri. aku benci pria macam itu." jawab Neni


"Dion jelaskan pada kakakku. siapa wanita yang bersamamu itu? " tanya Dinda. Dinda tau jika Dion menghilang karena sedang mengurus ibunya yang sakit. tapi Dinda tidak tau jika Dion tengah menjalin hubungan dengan kakaknya.


"Dia itu adik saya. dan anak kecil itu adalah keponakan saya bu bos." jawab Dion.


"Bohong.. aku nggak percaya." sangkal Neni


"Neni.. dengerin aku.. aku tidak bohong. Dia adalah adikku dan itu keponakanku." jawabnya


"Lalu kemana kamu selama 4 hari ini. menghilang tanpa kabar? ' tanya Neni


" Maafkan aku.. aku lupa membawa ponselku. aku pulang ke kotaku karena ibuku sedang sakit." jawabnya


Neni terdiam. menatap manik hitam di bola mata Dion. Adakah kebohongan di sana? Neni berusaha mencari setitik kebohongan Dion. Namun Neni tak menemukannya.


"Kakak hebat.. baru kali ini kak Dion bonyok dihajar. wanita lagi" ucap Savana adik Dion.

__ADS_1


Neni menoleh kearah Adik Dion. "kau benar adiknya? " tanya Neni


"Iya kak.. kenalin namaku Savana." ucapnya sembari mengulurkan tangannya.


Neni segera menyambut uluran tangan Savana. "Liana Chairani. biasa di panggil Neni." jawabnya.


"Kak Dion sering nyeritain kak Neni pada mama dan papa juga kak. seperti nya kak Dion sangat mencintai kakak deh.. " ucap Savana


Neni menoleh dan menatap Dion yang tengah meringis menahan perih di wajahnya.


"Maaf.. aku nggak tau. " ucap Neni


"Kau memang seperti itu. selalu melakukan apapun yang menurutmu itu benar.", ucap Dion.


" Hehe.. maaf." ucapnya lagi.


"Sudah ku maafkan." sahut Dion. Neni segera membingkai pipi Dion. "benarkah.. terimakasih Dion.." ucapnya.


"ouhh.. sakit Neni ihh.." kesal Dion.


Dinda hanya geleng geleng kan kepalanya. sikap sang kakak emang seperti itu. sedikit bar bar dan suka melakukan hal hal yang menurutnya itu benar.


"Jadi.. kapan kau akan melamar kakakku Dion.? " tanya Dinda.


"Rencananya malam ini saya mau datang ke rumah. saya sudah kirim pesan ke Neni. namun belum di buka." jawab Dion


...*...


Malam ini Dinda tengah berada di ruang kerja Alex.


"Kak.. kopinya." ucap Dinda


"Makasih sayang.." jawabnya.


"Arsha..? " tanya Alex


"Sudah tidur baru saja." jawabnya


"Ohh.." jawabnya dan kembali dengan pekerjaanya.


"kak.. " panggil Dinda


"Hemm.. ada apa? " tanya Alex.


"kakak tau nggak hubungan Dion dengan kak Neni? " tanya Dinda


"Tidak.. memangnya mereka memiliki hubungan apa? " tanya Alex

__ADS_1


Dinda mulai menceritakan kejadian tadi saat di mall. Sang kakak yang anarkis dan begitu konyol terhadap Dion.


Alex menanggapinya dengan senyum.


"Sayang.. Dion itu orangnya setia. Dia itu putra dari seorang kolonel. dan dia tidak pernah bermain main dengan ucapannya." jawab Alex.


"apaaa...?!! "


Alex mengangguk


"Putra seorang kolonel? namun mau bekerja sebagai orang kepercayaan Alex? " tanya Dinda


"hemm... mulai nggak beres nihh.. emang ada apa dengan Alex? " tanya Alex.


"Nggak.. dia kan bisa jadi penerus papanya. menjadi seorang yang lebih tinggi dari papanya. kenapa hanya jadi seorang pegawai biasa di perusahaan swasta milik Alex. '" ucap Dinda.


"Ceritanya panjang sayang.. kalo di ceritakan nggak mungkin selesei malam ini." jawabnya.


"Ceritakan garis besarnya dong kak. Dinda jadi penasaran." pinta Dinda. yang sudah berada di samping Alex. sembari mengelus punggung sang suami.


( Dulu.. Dion itu pernah sekolah di Akmil yang ada di kota M. Baru berjalan beberapa bulan Dion keluar. Karena waktu itu Mana Dion tidak menginginkan anaknya di Akmil. Mama Dion lebih suka anaknya meneruskan usaha kakeknya.


Selama Dion di asrama Militer. Dion selalu bermimpi di jumpai mamanya hanya dengan pakaian putih. Dion mulai berfikir jika yang di minta sang mama itu bukan hanya permintaan belaka. namun mama nya benar benar ingin Dion meneruskan usaha milik keluarga besar BRATA DINATA.


Dion adalah keturunan laki laki satu satunya. jadi mamanya hanya ingin Dion yang melanjutkan perusahaan kakeknya.


Nahh itu alasan Dion Bekerja sama kakak. itu hanya ingin belajar bagaimana cara mengelola bisnis temurun itu.?) ucap Alex


"Emangnya siapa nama Dion itu kak? " tanya Dinda


"ARDIAN BRATA DINATA." jawabnya


Dinda jadi ingat akan sosok Andrian yang dulu pernah menolong Dirinya saat tinggal bersama Pak Mardi.


"Kak.. " panggilnya


"Iyaa.. Ada apa sayang? " tanya Alex.


"Hemmm... anu kak.. ituu dulu.." Dinda tak bisa melanjutkan ucapanya. karena masalalu itu tidak begitu penting. Dinda hanya ingin bilang jika dirinya merindukan keluarga pak Mardi.


Alex segera berdiri menghadap ke Dinda. " kakak lupa. jika Arsha minta adek bayi pada kita " ucap Alex


Dinda langsung menunduk. Alex segera mengambil dagu Dinda dan mengecup bibirnya.


Seperti biasa Dinda belum membalas di kecupan pertama. kebiasaan Dinda jika Alex sudah menguasai mulut Dinda, Dinda baru membalasnya


Alex segera menggendong tubuh Dinda. dan membawanya ke kamar.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2