
"Om Ardi.. " Sambut Dinda lalu berdiri menghadap Pak Ardi.
"maafkan keluarga om ya Din.. om tidak tau jika Tante Sarah adalah dalang dari semua penderitaan keluargamu. " ucap Ardi.
"Om.. Dinda sudah memaafkan nya." jawabnya.
"Om tidak menyangka jika Ratu akan menerima dampak dari kelakuan mamanya." ucap nya lagi
"Om yang sabar yaa.. kita sama sama, sedih kehilangan Ratu. saya juga masih sangat sedih kehilangan papa Dinda." Sahut Dinda.
"Tadi putrimu yaa yang bersama pak Alex? " tanya, Ardi
"iya om.." jawabnya
"Cantik sekali." tambahnya
"Terimakasih om." jawab Dinda.
"Kalo gitu Dinda pamit pulang dulu om. Karena kak Alex masih harus ke kantor." pamit Dinda
"Terimakasih Dinda kau masih mau mengunjungi makam Ratu." ucap Ardi
Dinda tersenyum lalu mengangguk. dan segera meninggalkan Makam Ratu.
...***...
Di rumah sakit.
Neni beserta Mutiara tengah menunggu antrian. Neni semakin dag dig dug menunggu hasilnya.
Tiara meraih tangan Neni dan mere mas dengan lembut. Mereka saling melempar senyum saat tatapan mereka bertemu.
BAPAK DARMAWAN.. panggil seorang petugas.
Tiara dan Neni segara berdiri. dan segera masuk ke ruang dokter
"Silahkan duduk. bu. " ucap Seorang dokter
Dokter itu membuka amplop dan membaca satu persatu hasilnya.
"Disini hasil semua positif. jika LIANA CHAERANI adalah putri dari Bapak DARMAWAN. " ucap Dokter itu menjelaskan.
"Benarkah dok? " Tanya Tiara. dengan wajah berbinar.
"Sayang.. kau anak kandung mama nak. kau anak mama." ucap Tiara. lalu memeluk Neni dan menciumi nya.
Begitu juga dengan Neni juga sangat bahagia. selama ini Neni tak pernah tau orang tuanya. Bahagia bisa bertemu orang tuanya.
Tiba tiba Neni sadar. dirinya sudah tak bisa memeluk papanya.
__ADS_1
"Terimakasih dokter, kalo begitu kami permisi dulu." ucap Tiara.
"Kita harus segera pulang kasih kabar bahagia ini pada adekmu. Dinda pasti sangat bahagia nak." usul Tiara
"Maaa.. boleh nggak. Neni ke makam papa dulu.? " tanya Neni
"Ohh iyaa.. "Tiara baru sadar. Neni belum bisa memeluk papanya.
" Boleh sayang.. kita ke makam papa dulu." jawab Tiara
Mereka segera melajukan mobilnya ke arah makam. Neni begitu sangat ingin memeluk papanya.
Sampai di makam, mereka langsung melangkah menuju gundukan tanah yang masih baru.
"Ini makam papa kamu nak." ucap Tiara
"Papa.. Neni bahagia bisa berkumpul lagi dengan keluarga. tapi Neni juga sedih kenapa kebenaran ini baru terungkap. setelah papa tidak ada di sisi kami. Neni ingin sekali memeluk papa seperti Arsha yang bahagia saat bertemu papanya hikzzz. " ungkap Neni di samping pusaran makam Papanya
Mendengar penuturan Neni. hati Tiara sakit sebegitu kah rindu nya pada papanya. berharap bisa mendapat pelukan dari papanya. namun sang papa sudah tidak ada di sampingnya.
"Sayang.. mama akan menyangimu sebagaimana papa juga sangat menyayangi kita. kau jangan takut akan kehilangan kasih sayang dari papa. mama juga bisa memberikannya nak." ucap Tiara
Neni kembali nangis dan langsung Tiara peluk.
...**...
Ardi bersama Sari tengah duduk di ruang televisi.
"papa.. Sari kan tidak tau apa apa tentang pekerjaan papa." jawab Sari
"Makanya itu nak. biar kamu tau, jadi jika suatu saat papa sudah tidak ada, kau bisa melanjutkan usaha papa." ucapnya
jujur Meninggalnya Ratu sangat terasa di hati pak Ardi. Ratu yang sejak selesei kuliah langsung membantu papanya di kantor .
"Kenapa kau meninggalkan papa dulu nak. papa belum siap kehilangan kamu" batin Ardi saat menatap Sari.
"Kalo begitu, Sari di ajarin pa.. " jawab Sari
"Tentu sayang.. papa akan ajarin kamu sampai kamu pinter kayak adekmu." Jawab Pak Ardi
...*...
2 minggu setelah kedua keluarga berduka.
"Kak Neni cantik banget. Selamat bekerja kak.. semoga sukses." ucap Dinda yang memberi semangat.
Kemarin Tiara meminta Dinda untuk melanjutkan kerja papanya. namun Dinda tidak bisa karena Dinda sudah memiliki profesi sendiri. Ahirnya Neni yang menggantikan posisi sang papa.
Neni berjanji akan bekerja dengan baik.
__ADS_1
"Bu dokter juga sangat cantik. memakai pakaian ini." ucap Neni
"Kalian anak mama. pasti cantik." ucap Tiara
"Alsa juga cantik ma.." ucap Arsah yang tak ingin ketinggalan.
"Iya cucu oma cantik." ucap Tiara lalu memberi hadiah ciuman buat Arsha.
Arsha sudah mulai ikut sekolah.
"Arsha .. " panggil Alex.
Hari ini Alex akan mengantar Arsha dan juga Dinda.
"Papa.. " teriak Arsha. lalu segera berhambur ke pelukan papanya.
Sedangkan Neni di antar oleh pak Supri. karena belum bisa mengemudi sendiri. Hari ini Tiara juga akan ikut menemani Neni. sampai Neni sudah berani berada di kantor papanya.
untuk saat ini Tiara yang akan memimpin perusahaan suaminya. Dulu itu adalah usaha yang di bangun oleh Darmawan dan juga Tiara. mereka sama sama merintis dari nol.
"Papa.. kapan kita bisa belsama sama terus setiap hari? ' tanya Arsha
" Maksudnya gimana sayang" tanya Alex
"Kita bisa hidup di lumah yang sama." ucap Arsha.
Sedangkan Dinda, Dinda berharap Alex segera melamarnya dan ingin hidup bersama seperti keluarga yang bahagia.
Alex melirik Dinda. "Bagaimana Din.. kenapa lamaran ku belum kau beri jawaban sampai sekarang.? " tanya Alex.
"Lamaran yang mana sihh kak? " tanya Dinda. Dinda merasa Alex belum pernah melamarnya. padahal sudah 2x Alex melamar Dinda. Namun belum mendapat jawabanya.
Arsha sudah sampai di halaman sekolahnya. "Nanti papa yang akan jemput Arsha. " ucap Alex.
"Siapp papa.." Dinda dan juga Alex mengantar Arsha sampai halaman sekolah. sampai seorang guru menyambutnya.
setelah itu Dinda dan juga Alex masuk kembali ke mobil.
Alex diam sesaat, lalu menatap Dinda.
Alex mengambil beludru warna ungu yang sudah di siapkan sejak 2 minggu yang lalu.
Sejak dirinya kembali memberanikan untuk mengungkapkan perasaannya pada Dinda
"Dinda.. " panggilnya
Dinda menoleh lalu menatap wajah Alex. "Ada apa kak? " tanya Dinda.
"Tahukah kamu? Satu-satunya orang yang memenuhi syarat untuk menjadi istriku adalah kamu. karena, syarat pernikahan yang langgeng adalah jatuh cinta berkali-kali pada orang yang sama. Aku ingin kau yang melahirkan anak anakku. Aku ingin kau yang bertama kali kulihat saat ku membuka mata di saat mentari pagi yang indah menyapa. dan ku ingin kau yang terahir ku lihat sebelum mata ini tertutup di waktu senja. Will you marry me?" ucap Alex
__ADS_1
...Bersambung...